Semuaperdebatan ini dimulai dengan komentar saya terhadap “pesan nyelekit RR……”
Sayatulis :”Kalau memangjujur berpendapat begitu, sudah waktunya turun
kebawah, dukung gerakan akarrumput. jangan mulai dari kelas menengah. Mulai
dari kelas yang berada dijenjang paling bawah dalam piramid.”
Chan memberi komentar berikut: "Lalu, ...maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA
yang bisa menggerakkan dan bangkitkanakr-rumput itu untuk menjadi sejahtera
dalam waktu bersamaa, ... darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUANdan
KADER yang cukup untuk itu dalam seketika?????".
Padahal kalau orang mengikuti perkembangan gerakanmassa di Indonesia, jadi
bukanhanya memperhatikan percecokan di kalangan para pengpengkong, orang
tahusekarang ini sudah ada berbagai gerakan akar rumput yang melawan
kebijakanpemerintah Jokowi yang sangat merugikan kepentingan kaum tani dan kaum
buruh.Oleh karena itu pertanyaan si Chan “BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang
bisamenggerakan dan bangkitkan akar rumput “ adalah pertanyaan orang dungu
danbuta! Karena SUDAH DIMULAI dan SUDAH ADA orang yang menggerakan dan
membangkitkan akar rumput…Contoh kongkritbisa dilihat dari semua postingan
saya. Oleh karena itu saya berpendapatseandainya RR jujur dalam pendapatnya
tentang pemerintah Jokowi, turunlah diake bawah dan dukunglah gerakan akar
rumput! Dia tidak perlu memulai gerakanrumput itu. Gerakan rumput sudah ada dan
banyak! Misalnya, dukung para taniKendeng dalam perjuangannya melawan pabrik
semen! Dukung tuntutan buruh migran!Dukung penolakan kaum tani Sukamulya
terhadap BIJW! Dukung kaum tani Ponorogo!Dukung kaum tani Olak Olak! Dukung
penolakan terhadap KA cepat Jkt-Bandung!Dukung tuntutan massa tani untuk reform
agraria sejati!! Masih panjang deretantuntutan rakyat yang bisa kita dukung.
Tapi Chan tidak kesitu pikirannya! ... Yangdia pikirkan : “darimanabisa
dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itudalam
seketika?????".
Chan tidak percaya pada massa. Yang dia percayaiadalah pengusaha dan penguasa.
Chan tidak mengerti bahwa massa membangunorganisasinya untuk memperjuangkan
hak-haknya dengan melawan sistim penghisapandan penindasan, BUKAN untuk
SEKETIKA MENJADI MAKMUR melalui dukungan kepadaKAPITALISME!!!! Jadi yang
menjadi perhatian Chan selalu UANG / MODAL! Karenayang punya uang/modal adalah
kaum pengusaha konglomerat makanya bagi Chan orang harus menerima saja bantuan
dana darimereka dan untuk itu harus mendukungnya dalam operasi perusahaannya.
Chan tidakmemperdulikan bahwa justru operasi penghisapan, perampasan tanah,
dari kaumpengusaha konglomerat itu tidak memungkinkan kaum tani dan buruh dan
massalainnya mendukung mereka!! Sebaliknya konglomerat juga tidak akan mau
memberidana kepada gerakan massa yang sungguh-sungguh berjuang!!
Pemujaan dan pendewaan Chan terhadap uang tercerminlagi dalam kata-katanya
sendiri:” :" Gimanaanda mau sejahterakan rakyat banyak yang MISKIN kalau tidak
ada uang??? Beli kolor saja tidak bisa! Lalu?Ngerampok, merampas kekayaan
kapitalis saja??? Bagaimana anda mau kembangkan usaha-RAKYAT kalautidak ada
yang tanamkan modal disitu?.....
Padahal rakyat akan mencapaikesejahteraannya melalui perjuangannya sendiri
melawan sistim penghisapan danpenindasan. Itulah yang diperjuangan oleh gerakan
akar rumput!!Itu tercermindari kegiatan ormas-ormas rakyat yang sekarang banyak
berkembang di Indonesiadan di seluruh dunia!! Mereka tidak ingin kesejahteraan
sebagai SEDEKAH dari kaum pengpengkong!! Karena rakyat tidakpercaya SEDEKAH
itu dapat menyelesaikan AKAR DARI KEMISKINAN DAN KETIMPANGANDAN KETIDAK ADILAN
yang mereka derita!!
Chan tidak mengerti mengapa sayatampilkan demo menolak pembangunan pipeline di
Dakota maka dia tidak melihathubungannya dengan perbedaan pendapat antara saya
dengan dia. Organisasi-organisasi yang terlibat dalamdemo itu (kecuali
organisasi yangsengaja diciptakan untuk menginfiltrasi) berdiri dan berkembang
tanpa mendapatUANG atau DANA dari para penguasa atau multinasional dan dunia
finans. Itulahyang ingin saya tekankan. Banyak di antara para demonstran yang
dengan sadarmenolak kapitalisme!!
Jadi terserah saja anda menganggap saya “bingung melihat hub. duit……”. Saya
sebaliknya samasekali tidak merasakan kebingungan itu. Saya merasa jelas dalam
tanggapanterhadap pernyataan Chan.
Chanadalah orang yang pernah menganut paham kom sehingga dia tahu persis
bagaimanaorang membangun partai dan kekuatan massa rakyat dulu sebelum 1965.
Orang membangun kekuatan dasar pada tingkatakar rumput bukan pertama-tama
menggantungkan pada DANA. Chan juga tahu bahwaorang membangun kekuatan massa
tidak bisa dalam seketika tapi melalui prosespanjang dan sulit. Seharusnya dia
tahu bagaimana SGT turut membangun dan ikutserta dalam gerakan rakyat progresif
di Indonesia, bukan pertama-tama denganmengandalkan adanya DANA.
Sudah tentu uang dibutuhkan untuk berorganisasi, tapiBUKAN DANA atau UANG YANG
MENENTUKANdimulainya pembangunan kekuatan akar rumput dan gerakan rakyat.
Karena saya pendukung ajaran Lenin maka sayamengerti dan menyetujui ajarannya
yang mengatakan bahwa tanpa teorirevolusioner tidak akan ada gerakan
revolusioner. Jadi sekali lagi bukan UANGatau DANA yang merupakan syarat pokok
untuk membangun gerakan rakyat. Dalamproses perjuangan membangun kekuatan
rakyat, mereka yang terlibat dalam usahaitu akan menemukan cara-cara untuk
membiayai pergerakannya. Yang jelas bukandengan cara menjilat pantat kaum
konglomerat dan mendukung kapitalisme karenajustru kapitalisme adalah sistim
yang melanggengkan penghisapan dan penderitaanyang diderita rakyat.
On Saturday, March 11, 2017 7:34 PM, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Bung kelihatannya bingung dalam menghubungkan dan melihat duit, modal,
perjuangan/keep fighting, rakyat, konglomerat, menentang ketidakadilan dll
dalam perspektif kacamata ideologi bung. Sudah saya tulis sebelumnya rakyat
suatu negara itu adalah semua manusia.Begitu juga yang menentang ketidakadilan
itu bukan milik orang kiri saja.Begitu juga orang kiri itu bukan berarti orang
miskin saja. Banyak orang kaya yang pandangannya kiri. Begitu juga banyak
orang pintar yang pandangannya kiri.Misalnya: George soros pendukung Hillary
Clinton; comedian larry david pendukung bernie sanders dll. Kalau bung
mengikuti jalan pikirannya steve job akan lebih kompleks lagi melihat ideologi
kiri dan kanan. Jobs itu kadang2 percaya sama Tuhan, kadang2 atheis. Walaupun
Jobs social liberal, dia juga mengkritik Obama. Dia yang liberal sering
mengambil ide teman2 republicannya. Sepak terjangnya jauh diatas ideologi saja,
dia melihat dunia ini dari kaca mata bisnis, kacamata budhism/zen. Sebagai
seorang pengusaha, dia sangat concern dengan masalah lingkungan, masalah ras
dan cenderung progressive terhadap society nya. Tetapi corporate sidenya, jobs
lebih cocok dengan nilai2 republican. Dia pernah mengkritik Obama ttg business
regulation dan masalah pendidikan.Apple dibawah dia unpolitical, at least
dibandingkan dengan Microsoft dan perusahaan2 teknologi lainnya. Fokusnya jobs
adalah bikin dan jual produk bagus. Makanya apple gak suka ikut2an lobbying
dalam bidang politik. Dia itu unik, complicated, pemikir yang tidak percaya
dengan norma2 sosial dan malahan sering kali gak percaya sama dirinya sendiri.
Susah kelihatannya untuk bung mencerna kisah the ford foundation, salah satu
private foundations yang paling powerful didunia ini, yg punya akses/kedekatan
dengan wall street dan US government, belum lama ini ngasih of $100 juga kpd
bbrp organisasi2 yg berjuang in the Black Lives Matter Movement. Yang ingin
saya katakan, dunia ini tidak hanya dilihat dari ideologi saja; tidak juga
hanya dilihat dari perbedaan kelas saja; tidak juga hanya dilihat dari
perbedaan agama saja dll. Dunia jauh lebih kompleks….. Nesare From:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Saturday, March 11, 2017 11:16 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>; GELORA_In
<[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>
Cc: Jonathan Goeij <[email protected]>; Lusi.D <[email protected]>;
Roeslan <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Rachmat
Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Harry
Singgih <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar
Sitompul <[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg
<[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Marsiswo
Dirgantoro <[email protected]>; Billy Gunadi <[email protected]>;
[email protected]; [email protected]; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic
Service Indonesia] <[email protected]>; C. Manuputty
<[email protected]>; [email protected]; Oman Romana
<[email protected]>; [email protected]; N. Nugroho
<[email protected]>
Subject: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..
Orang seperti Chan tidak akan tertarik mendengarkan suara massa seperti ini.
Tak terkilas di otaknya orang-orang yang dengan sadar turut serta dalam
manifestasi menentang pembangunan pipeline di Dakota sama sekali tidak
memikirkan "Duit" untuk bergerak, untuk melawan ketidak adilan, melawan
proyek-proyek korporasi/konglomerat yang mematikan kehidupan manusia. Dan
mereka tidak mau menjilat atau mengemis kepada pengpengkong penguasa, pengusaha
konglomerat). Untuk perjuangan, mereka tidak menantikan dana atau kebaikan
hati dari para multinasional. Pasti tak terpikirkan oleh Chan bahwa manifestasi
ini terjadi di AS, negara kapitalis paling developed and industrialized dan
juga kekuatan imperialis nomer 1. Bisa nggak Chan menjelaskan: bagaimana
mungkin di negara yang perkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi (Chan
mendorong kita semua untuk dukung kapitalisme untuk mencapai kemakmuran bersama
) , kok rakyatnya masih harus berdemo menentang ketidak-adilan,
kesewenang-wenangan polisi, pengangguran, kemiskinan, rasisme, pelanggaran HAM
etc. Lantas bagaimana Chan akan meyakinkan rakyat Indonesia supaya mengambil
jalan kapitalisme sebagai hari depannya, kalau di AS saja, yang perkembangan
kapitalisnya sudah begitu tinggi, toh tidak bebas dari semua ketimpangan dan
ketidak adilan yang sekarangpun dialami di Indonesia.Kalau Chan sungguh-sungguh
ingin keluar dari tempurungnya, dia harus mencernakan semua komentar
orang-orang yang turut serta dalam manifestasi. Yang menarik, ada peserta demo
yang bilang, kita bisa menang dan bisa kalah dalam perjuangan ini. Tapi itu
tidak apa-apa. Ini baru permulaan. We have to keep fighting!!! Saya tambahkan,
walaupun kita tidak punya DUIT, WE GO ON FIGHTING!!! Inilah pandangan massa
dari perspektif rakyat, bukan perspektif konglomerat. Konglomerat bukan
rakyat!! Jangan mencampur adukkan rakyat dengan konglomerat! Native Nations
STORM Front Of White House
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Native Nations STORM Front Of White House
Jordan Chariton reports live from the Native Nations March on Washington DC. |
|
|
|
#yiv5649712974 #yiv5649712974 -- #yiv5649712974ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-mkp #yiv5649712974hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mkp #yiv5649712974ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mkp .yiv5649712974ad
{padding:0 0;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mkp .yiv5649712974ad p
{margin:0;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mkp .yiv5649712974ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-sponsor
#yiv5649712974ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-sponsor #yiv5649712974ygrp-lc #yiv5649712974hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-sponsor #yiv5649712974ygrp-lc .yiv5649712974ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5649712974 #yiv5649712974actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5649712974
#yiv5649712974activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5649712974
#yiv5649712974activity span {font-weight:700;}#yiv5649712974
#yiv5649712974activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5649712974 #yiv5649712974activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5649712974 #yiv5649712974activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5649712974 #yiv5649712974activity span
.yiv5649712974underline {text-decoration:underline;}#yiv5649712974
.yiv5649712974attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5649712974 .yiv5649712974attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5649712974 .yiv5649712974attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5649712974 .yiv5649712974attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5649712974 .yiv5649712974attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5649712974 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5649712974 .yiv5649712974bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5649712974
.yiv5649712974bold a {text-decoration:none;}#yiv5649712974 dd.yiv5649712974last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5649712974 dd.yiv5649712974last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5649712974
dd.yiv5649712974last p span.yiv5649712974yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5649712974 div.yiv5649712974attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5649712974 div.yiv5649712974attach-table
{width:400px;}#yiv5649712974 div.yiv5649712974file-title a, #yiv5649712974
div.yiv5649712974file-title a:active, #yiv5649712974
div.yiv5649712974file-title a:hover, #yiv5649712974 div.yiv5649712974file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5649712974 div.yiv5649712974photo-title a,
#yiv5649712974 div.yiv5649712974photo-title a:active, #yiv5649712974
div.yiv5649712974photo-title a:hover, #yiv5649712974
div.yiv5649712974photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5649712974
div#yiv5649712974ygrp-mlmsg #yiv5649712974ygrp-msg p a
span.yiv5649712974yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5649712974
.yiv5649712974green {color:#628c2a;}#yiv5649712974 .yiv5649712974MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5649712974 o {font-size:0;}#yiv5649712974
#yiv5649712974photos div {float:left;width:72px;}#yiv5649712974
#yiv5649712974photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5649712974
#yiv5649712974photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5649712974
#yiv5649712974reco-category {font-size:77%;}#yiv5649712974
#yiv5649712974reco-desc {font-size:77%;}#yiv5649712974 .yiv5649712974replbq
{margin:4px;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-mlmsg select, #yiv5649712974 input, #yiv5649712974 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-mlmsg pre, #yiv5649712974 code {font:115%
monospace;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-mlmsg #yiv5649712974logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-msg
p#yiv5649712974attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-reco #yiv5649712974reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-sponsor
#yiv5649712974ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-sponsor #yiv5649712974ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-sponsor #yiv5649712974ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5649712974 #yiv5649712974ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5649712974
#yiv5649712974ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5649712974