Hahahaa, ... ini betul-betul nenek dalam tempurung yang TIDAK mampu melihat 
gejala mana yang POKOK, UTAMA dan mana yang ke-2, ke-3, ... dst.! Menurut saya, 
seandainya saja gejala negatif, yang jelek-jelek spt. yang disoroti dunia barat 
itu, PANTASLAH RRT segera akan ambruk dengan sendirinya mengikuti jalan PKUS! 
Jalan yang kalian tuduh REMO, menghianati jalan LENIN itu!

Seiring dengan kemajuan ekonomi yang dahsyat, Pemerintah RRT tidak menyangkal 
adanya gejala-gejala negatif, dari korupsi yang merajalela, kehidupan dekadensi 
borjuis yang bermunculan dan terjadi kesenjangan sosial yang makin menajam, ... 
tapi dengan sadar berusaha dan berjuang keras mengatasinya satu persatu! Dari 
perkembangan 10 tahun terakhirnya ini, saya melihat TETAP ada KEMAJUAN yang 
positif. Khususnya PKT dibawah pimpinan Xi-Li sekarang ini, menunjukkan 
kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi gejala-gejala negatif yang 
bermunculan dan pernah dinyatakan menjadi ancaman ambruknya PKT! Oleh karena 
itu sementara orang menyatakan, dalam perjalanan sejarah PKT, terjadi 3 titik 
balik yang sangat menentukan kelangsungkan hidup PKT: Pertama tahun 1935, 
Sidang Jun Yi (baca Cun Yi), dimana kepemimpinan ketua Mao ditegakkan dalam PKT 
dan garis Strategi-Taktik Perang Tahan Lama melawan Jepang dimenangkan menjadi 
garis politik PKT. Kedua, tahun 1978, dimenangkannya politik Deng “Gai Ke Gai 
Fang” (Reformasi dan Keterbukaan) yang telah menodorong RRT tumbuh/berkembang 
lebih cepat meneruskan Jalan Sosialisme bercirikan Tiongkok. Dan ketiga, 
ketegasan Xi-Li dalam usaha memberantas korupsi, menggempur pejabat-pejabat yg 
berhasil menyerobot posisi-utama dalam PKT, RRT dan TPRT. Tanpa ketegasan dan 
kemampuan Xi-Li berhasil menggempur pejabat-pejabat koruptor klas kakap yang 
berhasil menduduki posisi menentukan itu, sulit bisa dibayangkan PKT bisa 
meneruskan TUGAS kepemimpinan membawa 1,4 milyar Rakyat TIongkok untuk terus 
maju membangun masyarakat sosialisme bercirikan khas TIongkok, ...

Terserah bagaimana anda melihat masalah, ... masih saja mengangkat 
gejala-gejala negatifnya, kemiskinan yang masih tersisaa (dibawah 50 juta 
orang) itu sebagai gejala POKOK-UTAMA perkembangan masyarakat Tiongkok dibawah 
pimpinan PKT yang dianggap sudah menjadi Partai KAPITALIS atau sebaliknya, ... 
Bersabarlah kita ikuti saja lebih lanjut bagaimana kenyataan yang terjadi, 
apakah BETUL RRT berhasil mencapai target, di tahun 2020 membebaskan 1,4 milyar 
Rakyatnya dari KEMISKINAN atau sebaliknya ROBOH dengan sendirinya seperti yang 
dialami PKUS! 

Seandainya saja beruntung usia anda lebih panjang, masih bisa hidup mengikuti 
perkembangan dunia, tentu kita akan bersama-sama melihat bagaimana RRT setelah 
membebaskan rakyatnya dari kemiskinan, setelah TIDAK ADA orang MISKIN, dimana 
masih hidup dalam serba kekurangan pangan, baju dan rumah tinggal, ... lalu 
memasuki tahap mencapai KEADILAN lebih lanjut, mengurangi kesenjangan sosial 
yang nyata ada selama ini! Artinya, usaha memperkecil perbedaan kekayaan 
perseorangan jangan sampai terlalu BESAR! Memasuki tahap merubah semua RAKYAT 
menjadi orang-orang KAYA yang bermodal, berkapital sekalipun pekerjaan 
sehari-hari tetap BURUH, TANI, ...! Tapi Bukan lagi PROLETARIAT yang tidak 
punya apa-apa kecuali TENAGA-KERJA! 

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, March 12, 2017 1:54 PM
To: [email protected] ; Yahoo! Inc. ; Jaringan Kerja Indonesia ; 
Gelora 45 ; Sastra Pembebasan ; Pinta Mawie ; Yahoo! Inc. ; Yahoo! Inc. ; Sudar 
Prawira 
Cc: Yahoogroups 
Subject: Re: Trs: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..

  

Inilah kemakmuran di Tiongkok!!!

Life at a Walmart Sweatshop • Walmart: The High Cost of Low Price • Part 7 • 
BRAVE NEW FILMS

                        
                 
           
                    Life at a Walmart Sweatshop • Walmart: The High Cost of Low 
Price • Part 7 ...
                  Watch the full film free- Walmart: The High Cost of Low Price 
https://www.youtube.com/watch?v=RXmnBbUjsPs&li...  
           
     





On Sunday, March 12, 2017 5:39 AM, 'Chalik Hamid' via forumdiskusi 
<[email protected]> wrote:







Pada Minggu, 12 Maret 2017 5:29, "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:




  
Lho, ... membuktikan KEBENARAN tidak harus dengan ajukan teori-teori dari buku, 
... cukup melihat bukti-bukti nyata dalam praktek yang dijalankan RRT selama 
ini saja! Bagaimana selama lebih 30 tahun ini berhasil melepaskan lebih 600 
juta rakyatnya dari kemiskinan! Menciptakan hampir 300 juta warganya menjadi 
klas menengah atas dan, ... dalam tahun 2016 yl. berhasil mengentaskan lebih 10 
juta warga miskin! Sekalipun proses kiemajuan ekonomi melambat di10 tahun 
terakhir ini, tapi RRT masih termasuk negara yang berkemampuan maju dengan 
mantap!

Sayang nenek dalam tempurung ini tidak bisa atau TIDAK BERANI melihat kenyataan 
nyata ini! Tidak berani melihat musuh utama imperialisme AS sedang kewalahan 
menghadapi kemajuan RRT yang makin kuat dan jaya!

From: Tatiana Lukman 
Sent: Sunday, March 12, 2017 11:24 AM
To: Chan CT ; Yahoogroups ; GELORA_In ; DISKUSI FORUM HLD 
Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; 
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; 
Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; 
[email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; 
C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; 
[email protected] ; N. Nugroho 
Subject: Re: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..

Dulu ketika berdebat soal NEP, Chan sama sekali tidak bisa menjawab argumentasi 
semua orang yang membantah dan menolak digunakannya NEP untuk membenarkan 
restorasi kapitalisme Deng Xiaoping. Satu-satunya bahan untuk membela diri 
adalah tulisan komunis remo Jepang. Sederhana saja soalnya, bagaimana mau 
bicara soal NEPnya Lenin kalau orang itu menolak membaca semua karya Lenin yang 
berhubungan dengan NEP!!! Tapi dasar Chan, walaupun dia tidak mampu membantah 
argumentasi orang lain  dan bahkan pendapat Lenin sendiri, tetap saja dia 
ngotot seolah-olah restorasi kapitalis Deng SAMA DENGAN NEP!!!!
Chan juga ngotot seolah-olah Tkk masih sosialis WALAUPUN  dia juga tidak pernah 
mampu menunjukkan unsur-unsur sosialis dari sistim ekonomi Tkk sekarang. Jadi 
yang Chan kerjakan dalam diskusi ini hanyalah NGOTOT TAPI TANPA ARGUMENTASI. 
Jadi apa yang ditulisnya hanyalah sampah dan pencerminan dari frustrasi dan 
kebodohannya sendiri. Kalau tetap ngotot mempertahankan pendapat absurd  Tkk 
masih sosialis, ya jelas dia juga ngotot menolak bahwa Tkk sendiri sudah 
menjadi kekuatan IMPERIALIS. Yang jelas banyak orang dari generasi muda di 
Indonesia yang jauh lebih mampu menganalisa hal ihwal dengan logika yang tidak 
terbalik. Makanya teman muda Suar Suroso sendiripun pernah mengajukan 
pendapatnya sendiri bahwa Tkk adalah IMPERIALIS. Dan ini sulit dibantah oleh 
Suar.
AS kekuatan imperialis yang sedang merosot, sedangkan Tkk kekuatan imperialis 
yang sedang berkembang!!!



On Sunday, March 12, 2017 1:47 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:




Hahahaa, ... beginilah suara sumbang nenek dalam tempurung yang TIDAK berhasil 
MEMBEDAKAN dedengkok imperialisme AS dengan RRT yang menjalankan “KAPITALISME 
NEGARA” Lenin! Berani menggunakan kapitalis-kapitalis dengan tetap pegang TEGUH 
4 prinsip Sosialisme! Masih saja mempertanyakan bisa nggak dedengkok 
imperialisme AS mencapai kemakmuran bersama? 

Sekarang nenek yang segalanya masih bisa TERJAMIN didunia kapitalis untuk cukup 
hidup ini, tentu saja dengan mudah mengabaikan “DUIT”, padahal ormas-ormas 
ditanahair bukan saja untuk melancarkan aksi, untuk ngumpul berdiskusi apalagi 
yang lebih besar bikin kongres saja banyak yang bingung, bahkan TERHAMBAT 
kurangnya “DUIT” itu! Payah dan susahnya ngumpulin DUIT! Lalu, mencoba 
membandingkan dengan gerakan massa di AS sono, ... ada2 saja!


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, March 12, 2017 12:15 AM
To: Yahoogroups ; GELORA_In ; DISKUSI FORUM HLD 
Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; 
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; 
Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; 
[email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; 
C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; 
[email protected] ; N. Nugroho 
Subject: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..

  
Orang seperti Chan tidak akan tertarik  mendengarkan suara massa seperti ini. 
Tak terkilas di otaknya orang-orang yang dengan sadar turut serta dalam 
manifestasi menentang pembangunan pipeline di Dakota sama sekali tidak 
memikirkan "Duit" untuk bergerak, untuk melawan ketidak adilan, melawan 
proyek-proyek korporasi/konglomerat yang  mematikan kehidupan manusia. Dan 
mereka tidak mau menjilat atau mengemis kepada pengpengkong penguasa, pengusaha 
konglomerat). Untuk perjuangan, mereka  tidak menantikan dana atau kebaikan 
hati dari para multinasional. Pasti tak terpikirkan oleh Chan bahwa manifestasi 
ini terjadi di AS, negara kapitalis paling developed and industrialized dan 
juga kekuatan imperialis nomer 1. Bisa nggak Chan menjelaskan: bagaimana 
mungkin di negara yang p erkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi (Chan  
mendorong kita semua untuk dukung kapitalisme untuk mencapai kemakmuran bersama 
) , kok rakyatnya masih harus berdemo menentang ketidak-adilan, 
kesewenang-wenangan polisi, pengangguran, kemiskinan, rasisme, pelanggaran HAM 
etc. Lantas bagaimana Chan akan meyakinkan rakyat Indonesia supaya mengambil 
jalan kapitalisme sebagai hari depannya, kalau di AS saja, yang perkembangan 
kapitalisnya sudah begitu tinggi, toh tidak bebas dari semua ketimpangan dan 
ketidak adilan yang sekarangpun dialami di Indonesia.
Kalau Chan sungguh-sungguh ingin  keluar dari tempurungnya, dia harus 
mencernakan semua komentar orang-orang yang turut serta dalam manifestasi. Yang 
menarik, ada peserta demo yang bilang, kita bisa menang dan bisa kalah dalam 
perjuangan ini. Tapi itu tidak apa-apa. Ini baru permulaan. We have to keep 
fighting!!! Saya tambahkan, walaupun kita tidak punya DUIT, W E GO ON 
FIGHTING!!! Inilah pandangan massa dari perspektif rakyat, bukan perspektif 
konglomerat. Konglomerat bukan rakyat!! Jangan mencampur adukkan rakyat dengan 
konglomerat!


Native Nations STORM Front Of White House


                        
                 
           
                    Native Nations STORM Front Of White House
                  Jordan Chariton reports live from the Native Nations March on 
Washington DC.  
           
     










-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.




Kirim email ke