----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Awind [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; PERSAUDARAAN 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 19 November 2017 00.17.35 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras
     
 


 
 
http://nasional.kompas.com/read/2017/11/18/16304061/pernyataan-jokowi-untuk-novanto-dinilai-sebagai-peringatan-keras
 
 
Pernyataan Jokowi untuk Novanto Dinilai sebagai Peringatan Keras
   Kristian Erdianto Kompas.com - 18/11/2017, 16:30 WIB                      
Presiden Joko Widodo didampingi Ketua DPR Setya Novanto (kanan) tiba di ruang 
Nusantara IV gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2015).(RODERICK 
ADRIAN MOZES)      
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Ketua DPR Setya Novanto 
mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Dimas Oky Nugroho menilai pernyataan 
Presiden dapat ditafsirkan sebagai peringatan tegas agar Novanto tidak lari 
dari proses hukum dalam dugaan korupsi e-KTP.
 
"Pernyataan ini harus dilihat sebagai pernyataan sebagai Kepala Negara terkait 
komitmen penegakan hukum yang konsisten. Siapa pun, politisi atau pejabat 
negara semestinya berlaku negarawan dan menunjukkan keteladanan kepada publik," 
ujar Dimas melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/11/2017).
 
Menurut Dimas, pernyataan Presiden Jokowi ini juga dapat menjadi peringatan 
bagi pejabat negara lainnya yang tengah berurusan hukum, baik di tingkat daerah 
atau pusat untuk tidak menghindar.
 
"Ini jadi warning bagi pemimpin di daerah atau di pusat, yang tengah tersandung 
kasus, untuk tidak lari dari proses hukum, dan tidak membuat drama atau 
kegaduhan secara politik," ucapnya.
 
(Baca juga:  Jokowi: Saya Minta Pak Setya Novanto Mengikuti Proses Hukum)
 
Selain itu, pernyataan Presiden Jokowi yang secara tegas menyampaikan tidak 
mengintervensi KPK terkait persoalan Novanto, merupakan komitmen Jokowi 
terhadap penegakan hukum. 
 
"Pemerintah atau kekuatan politik apa pun tidak dapat dan tidak boleh melakukan 
intervensi politik dalam sebuah proses hukum yang independen," kata Dimas.
 
Sebelumnya, Jokowi juga meyakinkan Novanto untuk mengikuti proses hukum, sebab 
hukum di Indonesia berasaskan keadilan.
 
"Saya yakin proses hukum yang ada di negara ini berjalan dengan baik," kata 
Jokowi.
 Presiden Joko Widodo angkat bicara tentang kasus yang tengah menjerat Ketua 
DPR Setya Novanto.(Kompas TV)
 
 
 
 
 
 
 
 
     

Kirim email ke