https://tekno.tempo.co/read/1072182/as-akui-tak-dapat-menangkal-senjata-hipersonik-rusia-dan-cina?
TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_4
AS Akui Tak Dapat Menangkal Senjata Hipersonik
Rusia dan Cina
Reporter:
Terjemahan
Editor:
Erwin Prima
Kamis, 22 Maret 2018 15:42 WIB
Pesawat tempur Rusia MiG-31 melepaskan rudal hipersonik Kinzhal saat
melakukan uji coba di Rusia, 1 Maret 2018. Rusia mengatakan telah sukses
meluncurkan sebuah rudal hipersonik, salah satu jajaran senjata yang
memiliki kemampuan nuklir. (RU-RTR Russian Television via AP)
<https://statik.tempo.co/data/2018/03/13/id_690582/690582_720.jpg>
Pesawat tempur Rusia MiG-31 melepaskan rudal hipersonik Kinzhal saat
melakukan uji coba di Rusia, 1 Maret 2018. Rusia mengatakan telah sukses
meluncurkan sebuah rudal hipersonik, salah satu jajaran senjata yang
memiliki kemampuan nuklir. (RU-RTR Russian Television via AP)
*TEMPO.CO*, *Washington* - Seorang komandan nuklir AS
<https://dunia.tempo.co/read/1055858/helikopter-tabrak-rumah-di-as-3-tewas>
memperingatkan bahwa negaranya harus menambahkan lebih banyak senjata
nuklir ke persenjataannya karena Rusia dan Cina secara aktif
mengembangkan senjata hipersonik berkecepatan tinggi baru.
Baca: Helikopter Tabrak Rumah di AS, 3 Tewas
<https://dunia.tempo.co/read/1055858/helikopter-tabrak-rumah-di-as-3-tewas>
Jenderal Angkatan Udara AS John Hyten, Komandan Komando Strategis AS,
mengatakan pada hari Selasa, 20 Maret t2018, bahwa Rusia dan Cina secara
agresif mengembangkan senjata hipersonik, sejenis rudal nuklir yang
terbang dengan kecepatan sangat tinggi.
Menurut Hyten, AS tidak memiliki jenis senjata nuklir yang bisa bertahan
melawan rudal hipersonik sehingga dia menyarankan agar negara ini mulai
bekerja.
"Kami tidak memiliki pertahanan yang bisa menangkal penggunaan senjata
semacam itu terhadap kami," katanya kepada Komite Angkatan Bersenjata
Senat, menurut CNBC.
Para peneliti Cina mengungkap desain pengebom hipersonik berkecepatan
hingga Mach 7. Kredit: Science China Press/Daily Mail
Hyten mengatakan hal itu berarti AS harus bergantung pada pencegahan
melawan perang hipersonik. "Baik Rusia dan Cina secara agresif mengejar
kemampuan hipersonik. Kami telah menyaksikan mereka menguji kemampuan
itu," katanya.
Dia menambahkan bahwa AS perlu meningkatkan senjata nuklirnya. "Saya
sangat setuju dengan kebutuhan akan senjata nuklir berdampak rendah,"
komandan itu menambahkan.
"Kemampuan itu adalah senjata penangkal untuk menanggapi ancaman yang
secara khusus dilakukan Rusia. Presiden (Vladimir) Putin mengumumkan
April 2000 bahwa doktrin Rusia akan menggunakan senjata nuklir dengan
dampak rendah di medan perang."
Awal pekan ini, Putin meluncurkan senjata nuklir baru, yang mencakup
rudal hipersonik dan drone air bertenaga nuklir.
Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tidak
dikejutkan oleh senjata yang diumumkan Putin 'dan rakyat Amerika harus
yakin bahwa kita sepenuhnya siap'.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan pada hari Selasa bahwa dia
berencana untuk bertemu dengan Putin 'dalam waktu yang tidak terlalu
jauh' untuk membahas perlombaan senjata internasional.
Simak artikel lainnya tentang AS <https://www.tempo.co/tag/as> dan
senjata nuklir <https://www.tempo.co/tag/senjata-nuklir> di tempo.co
DAILY MAIL