https://www.antaranews.com/berita/695194/ansyaad-mbai-radikalisme-di-
sultra-tumbuh-dari-kampus
Ansyaad Mbai: radikalisme di
Sultra tumbuh dari kampus
Kamis, 22 Maret 2018 19:38 WIB
Dokumentasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Ansyaad Mbai (kiri) didampingi Rektor Universitas Paramadina Anis
Baswedan menyampaikan pendapatnya saat Diskusi Publik Indonesiana
tentang radikalisme di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu
(4/5/2011). Diskusi tersebut menyoroti pentingnya melakukan
deradikalisasi sebagai upaya membasmi benih terorisme, salah satunya
dimulai dari lingkungan terdekat yakni keluarga. (ANTARA/Andika Wahyu)
Buranga (ANTARA News) - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Teroris (BNPT) Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai mengatakan radikalisme di
Sulawesi Tenggara awalnya tumbuh dari institusi ilmiah atau kampus tertentu.
"Sebagai putra daerah yang bergelut dalam upaya pencegahan dan
pemberantasan radikalisme maupun teroris terkejut memperoleh informasi
bahwa radikalisme tumbuh dalam lingkungan kampus," kata Ansyaad, Kamis.
Hal tersebut dikemukakan Ansyaad Mbai saat menjadi pembicara pada forum
seminar kebangsaan yang mengusung tema "Menangkal Radikalisme,
Meneguhkan Pancasila".
Selain menghadirkan Ansyaad Mbai, seminar yang diselenggarakan Korps
Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sultra itu juga menampilkan
kader senior HMI Akbar Tanjung sebagai narasumber.
Ansyaad Mbai mengajak segenap elemen bangsa untuk bersama-sama mencegah
radikalisme dan terorisme yang meresahkan dan mengancam keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menambahkan pemerintah membekukan organisasi masyarakat yang
disinyalir memiliki afiliasi atau misi mengubah ideologi negara maupun
membentuk generasi muda radikalisme.
"Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak menerima dibekukan oleh pemerintah.
Menempuh upaya hukum itu yang tepat," kata Ansyaad.
Pewarta: Sarjono
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018