Masih belum/tidak yakin proyek-proyek pembangunan-turisme Jokowi yang didukung para pemodal-pengusaha melahirkan konflik tanah yang semakin luas dan menyengsarakan, bahkan membunuh rakyat????
Tolong diviralkan PANGGILAN SOLIDARITAS!Pada 25 April 2018 terjadi tragedi berdarah di pesisir pantai Marosi, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT.Dalam tragedi berdarah tersebut, tanpa alasan yang jelas, Polisi dari Polres Sumba Barat mendaratkan pelurunya di tubuh dua orang warga, atas nama kepentingan investasi pariwisata. Akibat tembakan tersebut, seorang warga bernama Poro Dukka, laki-laki, 40 tahun, meninggal ditembak di dada dan Matiduka, laki-laki, luka ditembak di kedua kakinya. Selain itu, lebih dari 10 orang mengalami tindakan kekerasan dari aparat Polres Sumba Barat, 1 diantaranya seorang anak SMP.Penembakan ini berawal dari aktivitas pengukuran lahan sekitar 200 ha yang tersebar dalam 7 bidang pesisir pantai Marosi, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT. Pengukuran ini dilakukan BPN bersama PT. Sutra Marosi yang didampingi 50 orang polisi bersenjata lengkap dengan pakaian anti huru hara dan dilengkapi mobil anti huru hara. Warga menolak keberadaan PT. Sutra Marosi yang tidak memiliki legalitas yang jelas. Karena itu, warga menolak aktivitas pengukuran lahan tersebut.Sepanjang kegiatan pengukuran warga yang melakukan protes hanya melihat aktivitas pengukuran. Namun ketika pengukuran di bidang 5, warga mengambil foto dan rekaman aktivitas tersebut. Polisi marah karena aktivitas tersebut, kemarahan ini dilakukan dengan merampas hp dan melakukan pemukulan. Melihat ada tindakan kekerasan dari Polisi, warga bergerombol datang ke lokasi, dan seketika Polisi langsung melakukan penembakan Tindakan penembakan terjadi sekitar pukul 1 siang inilah yang mengakibatan seorang warga meninggal, 1 orang mengalami luka tembak di kedua kaki dan korban luka lainnya.Terkait dengan hal tersebut, WALHI memohon dukungan dan solidaritas kawan-kawan dengan mengirimkan pesan teks kepada:Kapolres Sumba Barat AKBP Gusti Maychandra (081381550011) Kapolda NTT Irjen Raja Erisman (081221188889) Kapolri Jenderal Tito Karnavian (08114871964)Untuk mengutuk tragedi berdarah di pantai Marosi.Info: Walhi Nasional
