Saksikan sendiri kebrutalan aparat militer negara Indonesia terhadap 
manifestasi mahasiswa memperingati 20 tahun REFORMASI....25 Mei yang lalu telah 
meninggal mahasiswa yang dianiaya....Di mana-mana kekerasan militer terhadap 
tani, pemuda, mahasiswa, buruh....rakyat pada umumnya.... Masih mau bilang 
"maju terus Jokowi"!!!???





Tulang Rusuk Mahasiswa Retak Akibat Aksi Anarkis Dan Brutal PolisiPerlakuan 
represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam mengamankan unjuk rasa 
mahasiswa "Memperingati 20 Tahun Reformasi" di depan Istana Negara, senin 
21/5/2018.Tujuh orang mahasiswa yang menjadi korban dalam tragedi tersebut 
adalah kader HMI MPO Cabang Jakarta dan Ketua Umum Front Nasional Mahasiswa 
Pemuda Indonesia (FN-MPI). Ke tujuh korban dilarikan ke rumah sakit Tarakan 
Jakarta Pusat.Diantara nama-nama korban adalah: "Al Azhar Musa (Ketua Cabang 
HMI MPO), Irfan Maftuh (HMI MPO/Korlab Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), 
Arnol (HMI MPO/anggota Front Nasional MPI), Ahmad Kerley (HMI MPO), Alfian (HMI 
MPO), Arif Ibnu Halim (HMI MPO), dan Lucky Mahendra (HMI MPO)".Dari tujuh 
korban, satu korban yang bernama Irfan Maftuh (korlap aksi) mengalami cidera 
cukup parah dan retak pada tulang rusuknya akibat tendangan polisi tepat di 
dadanya.Pada saat dihubungi, Muayyad sekum Front Nasional Mahasiswa Pemuda 
Indonesia (FN-MPI). menyatakan, “Kami mengutuk keras atas tindakan brutal dan 
represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada kami kemarin di depan 
Istana Negara, mahasiswa bukan teroris, mahasiswa juga bukan binatang atau 
maling".“Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah Hak Asasi kami 
yang dijamin oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan: 
_“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, 
tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”,_ tambahnya.Untuk itu, 
Front Nasional Mahasiswa Pemuda Indonesia (FN-MPI) menyatakan sikap:1. Atas 
pemukulan dan tendangan tersebut, meminta polisi untuk bertanggung jawab serta 
klarifikasi terbuka kepada publik (dilengkapi dengan bukti video) jika tidak 
jangan salahkan rakyat bila mengedepankan kekerasan.2. Slogan polisi hanya tipu 
belaka alias pencitraan dan tidak dijalankan, yaitu Melindungi, Mengayomi, dan 
Melayani.3. Berhentikan dan copot aparat polisi yang telah memukuli para aksi 
demonstran agar kekerasan terhadap mahasiswa tidak boleh terjadi lagi di masa 
yang akan datang.4. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, Mahasiswa dan 
Pemuda untuk tetap turun kejalan karena “20 tahun telah reformasi, Rezim Jokowi 
Represif” selanjutnya krisisnya kesejahteraan rakyat, Krisis BBM, harga 
pertalite naik, nilai tukar naik, dan rasa aman yang terganggu dikarenakan 
banyaknya tenaga kerja asing.




Kirim email ke