https://www.antaranews.com/berita/736742/pengungsi-lombok-utara-mulai-
terserang-penyakit
Pengungsi Lombok Utara mulai
terserang penyakit
Senin, 13 Agustus 2018 23:56 WIB
Warga merobohkan rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kayangan, Lombok
Utara, NTB, Minggu (12/8/2018). Warga mulai merobohkan rumahnya yang
rusak untuk keamanan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Ini pekerjaan rumah besar kita yang harus perlu diantisipasi, yakni
ketersediaan air bersih dan MCK agar yang sehat tidak terpengaruh dan
tidak terkena dampak,
Lombok Utara, (ANTARA News) - Ratusan ribu pengungsi yang tinggal di
posko-posko pengungsian di Kabupaten Lombok Utara mulai diserang
sejumlah penyakit pascagempa bumi 7 Skala Richter(SR) yang mengguncang
Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat(NTB) pada Minggu (5/8) malam.
Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Kesehatan NTB, Marjito di Tanjung,
Senin, membenarkan jika saat ini para pengungsi yang mendiami lokasi
pengungsian sudah diserang penyakit, baik penyakit kulit, Infeksi
saluran pernapasan akut(ISPA), maag, stres ringan hingga diare.
"Paling banyak keluhannya itu ISPA dan diare," ujar Marjito.
Ia mengatakan, ada sejumlah penyebab sehingga para pengungsi ini
diserang penyakit, antara lain lingkungan yang tidak bersih, minimnya
ketersediaan air bersih dan tidak adanya fasilitas MCK yang memadai di
lokasi pengungsian.
"Inilah mengapa saat ini banyak warga yang mulai mengindap penyakit dan
ini menjadi pekerjaan rumah buat kita bersama untuk memecahkannya," ujarnya.
Marjito menyebutkan, saat ini total seluruh pengungsi di Kabupaten
Lombok Utara mencapai 150 ribu orang. Terdiri dari orang tua, anak-anak,
bayi dan balita serta para lansia.
"Ini pekerjaan rumah besar kita yang harus perlu diantisipasi, yakni
ketersediaan air bersih dan MCK agar yang sehat tidak terpengaruh dan
tidak terkena dampak," katanya.
Sementara untuk, obat-obatan sudah terkecupi. Hanya saja, persediaan
obat-obatan ini untuk jenis tertentu belum tersedia.
Sedangkan, soal kesehatan, pemerintah telah menyediakan sejumlah posko
kesehatan dengan harapan pelayanan kesehatan bisa tetap normal.
"Untuk Lombok Utara saja ada delapan pos kesehatan yang kita dirikan.
Tetapi kita juga mendapat bantuan rumah sakit terapung KRI Suharso,
termasuk rumah sakit rujukan seperti RSUP NTB, RSUD kota Mataram,
Bhayangkara, RS Risa, RS Jaka, RS Islam, RS Tripat Gerung, Rumah Sakit
Angkatan Darat," ujar Marjito.
Lebih lanjut, dia menyatakan dalam penanganan kesehatan pada masa
tanggap darurat ini, pihaknya diperkuat 171 dokter spesialis, baik bedah
anak, bayi dalam kandungan, psikiater, ortopedi. Kemudian 228 dokter
umum, 255 perawat, 38 bidan, psikolog dan non medis 268 orang.
"Mereka ini kita sebar di 1.004 pos kesehatan di klub termasuk RSUP
provinsi dan rumah sakit lapangan," katanya.*
*Baca juga: Bantuan belum jangkau pengungsi di perbukitan Lombok Utara
<https://www.antaranews.com/berita/735958/bantuan-belum-jangkau-pengungsi-di-perbukitan-lombok-utara>
Baca juga: BNPB: 75 persen permukiman Lombok Utara hancur
<https://www.antaranews.com/berita/735636/bnpb-75-persen-permukiman-lombok-utara-hancur>*
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Erafzon Saptiyulda SAS
COPYRIGHT © ANTARA 2018