Lalu, ...? Biarkan saja pasangan Prabowo-Sandi itu menangkan
PILPRES-2019 yad. ini? Tanpa menyadari dengan makin banyak warga memilih
GOLPUT, sama dengan memberi kemungkinan lebih besar Prabowo-Sandi
menang, ...
Dihitung-hitung saja lebih baik mana dari kedua pasangan yang dianggap
jelek itu, ... Bukankah kita dihadapkan pada kenyataan KEKUATAN RAKYAT
belum berkemampuan menampilkan kandidatnya sendiri, sekarang ini hanya
bisa memilih yg SEDIKIT lebih baik dari kedua kandidat yang jelek itu,
agar SEDIKIT bisa mengurangi penderitaan rakyat banyak!
Apa dikira dengan GOLPUT bisa merubah KEADAAN, betapapun sedikit saja
perubahan lebih baik bagi rakyat banyak? Coba ajukan apa kiranya yang
bisa dicapai dengan GOLPUT itu?
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 14/8/2018 2:15 寫道:
Kalau data ini benar, bayangkan, rakyat disuruh milih calon-calon
Presiden yang kekayaannya tidak tanggung-tanggung, bukan hanya jutaan,
tapi miliaran, trillunan!!!! Sudah masuk dalam kategori Oligark atau
belum??? Yang jelas dan tak dapat dibantah, Jokowi adalah kabir dan
komprador!!!!
On Monday, August 13, 2018 7:51 PM, "'j.gedearka'
[email protected] [temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
https://tirto.id/mengintip-harta-kekayaan-jokowi-ma039ruf-amin-prabowo-dan-sandi-cR7m
Mengintip Harta Kekayaan Jokowi,
Ma'ruf Amin, Prabowo, dan Sandi
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto tersenyum seusai bertemu, di
Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa
Barat, Senin (31/10). [Foto/Humas Setkab/Rahmat]
<https://tirto.id/mengintip-harta-kekayaan-jokowi-ma039ruf-amin-prabowo-dan-sandi-cR7m>
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto tersenyum seusai
bertemu, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng,
Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10). [Foto/Humas
Setkab/Rahmat]
Oleh: Haris Prabowo - 13 Agustus 2018
Dibaca Normal 3 menit
/Hingga Senin (13/8), belum ada pembaharuan data laporan dari
capres-cawapres: Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga
Uno di laman resmi LHKPN./
tirto.id <https://tirto.id/> - Dua pasangan calon presiden (capres)
dan calon wakil presiden (cawapres) sudah resmi mendaftar ke Komisi
Pemilihan Umum (KPU), Jumat 10 Agustus 2018. Dalam pendaftaran
tersebut, mereka melampirkan sejumlah berkas persyaratan. Salah satu
syarat yang harus dipenuhi adalah melaporkan harta kekayaan kepada
instansi yang berwenang.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan instansi yang berwenang
terkait pelaporan ini. KPK telah membuka pelaporan harta kekayaan atau
LHKPN bagi bakal calon presiden dan wakil presiden dalam pilpres 2019
mulai hari Sabtu, 4 Agustus 2018.
Salah satu pejabat Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan
Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK Airin Hartanti Kusniar
menjelaskan pelaporan ini merupakan hal wajib yang harus dilakukan
setiap tahun oleh pejabat negara.
“Sama seperti lapor pajak,” katanya saat dihubungi /Tirto/, Senin
(13/8/2018).
Ia menjelaskan pelaporan ini diatur dalam pasal 5 ayat 3 Undang-Undang
Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan
Bebas Dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Aturan ini ditambah dengan
Peraturan KPK Nomor 7 tahun 2016 yang menyatakan setiap pejabat negara
yang sedang menduduki jabatannya di instansi pemerintahan wajib
melaporkan LHKPN periodik setiap tahun. Selain itu, pada Pasal 5 huruf
F Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu, salah satu syarat
adalah pasangan capres-cawapres harus melaporkan kekayaannya.
“LHKPN adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh penyelenggara
negara," katanya.
Pendapat serupa disampaikan pegiat Indonesia Corruption Watch (ICW)
Donal Fariz. Menurut Donal, pelaporan kekayaan pejabat negara
merupakan hal penting dan bisa digunakan untuk melihat seberapa bersih
calon dan kandidat yang akan memimpin negeri ini. Namun, LHKPN bukan
instrumen untuk melihat kebersihan calon, tapi sebatas tolak ukur
sampai ihwal ketaatan hukum para calon dalam menjalankan prosedur.
“Jika hal seperti ini saja tidak taat, apalagi untuk urusan birokrasi
yang lebih kecil dan rumit,” kata Donal kepada /Tirto/.
Namun, hingga Senin (13/8), belum ada pembaharuan data laporan dari
Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di
laman resmi LHKPN <https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/>. Jokowi
punya laporan di LHKPN karena selain pernah maju sebagai capres juga
pejabat negara, Sandi selain pejabat di DKI juga pernah maju di
pilkada, Ma'ruf Amin adalah Wantimpres dan anggota BPIP, dan Prabowo
pernah maju sebagai cawapres dan capres beberapa Pemilu sebelumnya.
Baca juga:
* Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Klaim Punya Solusi Menangkal Golput
<https://tirto.id/tim-kampanye-jokowi-maruf-klaim-punya-solusi-menangkal-golput-cR5X>
* Merayu Pendukung Ahok Agar Tak Golput, Kunci Kemenangan Jokowi
<https://tirto.id/merayu-pendukung-ahok-agar-tak-golput-kunci-kemenangan-jokowi-cRRG>
Harta Kekayaan Jokowi-Ma’ruf
Pada laman tersebut, Jokowi tercatat terakhir kali melaporkan harta
kekayaannya pada 31 Desember 2014. Harta yang dilaporkan dibagi
menjadi beberapa kategori: Harta Tidak Bergerak, Harta Bergerak, Usaha
Lainnya, Benda Bergerak Lainnya, dan Utang.
Dalam kategori Harta Tidak Bergerak, pria kelahiran 21 Juni 1961 ini
memiliki daftar tanah dan bangunan yang tersebar di Boyolali,
Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, dan Jakarta. Nilainya
menyentuh Rp29,4 miliar.
Untuk Harta Bergerak, Jokowi memiliki 12 kendaraan pribadi terdiri
dari sepuluh mobil dan dua sepeda motor. Seluruh kendaraan itu ia beli
dalam jangka waktu dari tahun 1997 hingga 2014, dengan total nilai
Rp954 juta.
Harta lainnya yakni sebuah toko mebel yang ia bangun dari tahun 2010
sampai 2012 yang nilainya Rp572 juta dan pinjaman uang yang per 31
Desember 2014 senilai Rp1,9 miliar, sehingga total harta kekayaan yang
dimiliki Jokowi senilai Rp30 miliar dan simpanan valas 30 ribu dolar
AS. Angka ini bertambah sedikit dari laporan awal tahunnya pada 14 Mei
2014, yaitu Rp29,8 miliar dan simpanan valas 27.633 dolar AS.
Sementara itu, cawapres Ma'ruf Amin terakhir kali melaporkan harta
kekayaan pada 10 Mei 2001, saat ia menjabat sebagai anggota DPR RI.
Dalam laporan itu tercatat, Ma’ruf hanya memiliki satu lahan tanah dan
bangunan seluas 204 meter persegi dan 231 meter persegi di Jakarta
Utara, dengan harga Rp231 juta.
Ia juga memiliki dua buah mobil: Toyota Corolla yang dibeli pada 2000
dan Isuzu Panther yang ia beli pada 1998. Masing-masing seharga Rp200
juta dan Rp90 juta.
Dalam kategori utang, Ma’ruf tercatat punya utang berupa pinjaman
barang total Rp71 juta dan pinjaman uang Rp72 juta. Total nilai
kekayaan Ma’ruf mencapai Rp427 juta dan hingga saat ini belum ada
catatan laporan terbaru yang tertera di situs LHKPN.
Infografik CI Kekayaan Capres Cawapres
Baca juga:
* Pilpres 2019: Ulama Sana versus Ulama Sini
<https://tirto.id/pilpres-2019-ulama-sana-versus-ulama-sini-cRT4>
* Nasib Suram Kaum Minoritas di antara Impitan Kubu Jokowi & Prabowo
<https://tirto.id/nasib-suram-kaum-minoritas-di-antara-impitan-kubu-jokowi-prabowo-cRWL>
Harta Prabowo-Sandiaga
Capres Prabowo Subianto sudah melapor sebanyak dua kali, yaitu pada 18
Mei 2009 dan 20 Mei 2014. Prabowo pun sudah melakukan pembaharuan
laporan pada Senin, 9 Juli lalu.
“Saat ini belum diumumkan, masih dalam proses,” kata pejabat
Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK Airin Hartanti Kusniar.
Sejauh ini, data yang bisa diakses adalah LHKPN per Desember 2014.
Dalam laporan itu disebutkan, Prabowo memiliki lima lahan tanah dan
dua bangunan yakni di daerah Bogor seluas 48.970 meter persegi dan
5.000 meter persegi, di daerah Jakarta Selatan seluas 8.365 meter
persegi dan 2.175 meter persegi, tanah di daerah Bogor lainnya seluas
8.905 meter persegi di daerah Bogor, serta tanah dan bangunan lainnya
di daerah Jakarta Selatan seluas 841 meter persegi dan 580 meter persegi.
Prabowo juga memiliki delapan kendaraan pribadi yang terdiri dari
tujuh mobil dan satu sepeda motor. Semua itu ia beli dimulai pada 1992
dan terakhir pada 2007.
Selain kendaraan, Prabowo terkenal memiliki hewan ternak yang banyak
dan berharga miliaran rupiah. Ia memiliki kuda sebanyak 102 ekor
dengan total nilai Rp5 miliar, kambing sebanyak 512 ekor dengan total
Rp896 juta, dan sapi sebanyak 80 ekor dengan total harga Rp6,3 miliar.
Sementara soal utang, Prabowo hanya memiliki utang kartu kredit
sebesar Rp28,9 juta. Dengan begitu, total kekayaan Prabowo mencapai
dan Rp1,67 triliun dan simpanan valas 7,5 juta dolar AS per Desember 2014.
Cawapres Sandiaga Uno terakhir kali melaporkan harta kekayaannya saat
hendak maju menjadi Wakil Gubernur DKI pada November 2016. Dalam
laporan tersebut, Sandi memiliki harta kekayaan Rp3,85 triliun dan
simpanan valas 10,3 juta dolar AS.
Sandi memiliki sejumlah lahan tanah dan bangunan yang ia beli dari
2001 sampai 2015. Tanah dan bangunan tersebut tersebar di 12 lokasi di
Indonesia, Singapura, dan Amerika Serikat, dengan nilai total Rp113,5
miliar. Sementara untuk kendaraan atau harta bergerak, Sandi memiliki
dua kendaraan pribadi yakni Nissan Grand Livina dan Nissan X-Trail.
Selain itu, ada juga barang bergerak lainnya seperti Logam Mulia yang
ia miliki mencapai Rp1,5 miliar, juga kontrak investasi sepanjang
tahun 1997 hingga 2015 mencapai Rp3,7 triliun. Namun dalam majalah
Globe Asia edisi terbaru, total kekayaan Sandi tercatat mencapai 300
juta dolar AS. (PDF
<http://www.globeasia.com/assets/pdf/GA-Rich-List-2018.pdf>)
Baca juga artikel terkait PILPRES 2019
<https://tirto.id/q/pilpres-2019-c2Z?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
<https://tirto.id/author/harisprabowo?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Politik)
Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Mufti Sholih
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com