https://internasional.kontan.co.id/news/as-menaikkan-tarif-china-bersiap-membalas
AS menaikkan tarif, China bersiap
membalas
Jumat, 10 Mei 2019 / 13:31 WIB
0
SHARED
*
<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://internasional.kontan.co.id/news/as-menaikkan-tarif-china-bersiap-membalas>
* <https://twitter.com/home?status=
//internasional.kontan.co.id/news/as-menaikkan-tarif-china-bersiap-membalas
@KontanNews>
* <https://rss.kontan.co.id/news/internasional>
*
INDEKS BERITA
<https://search.kontan.co.id/indeks/?kanal=internasional>
AS menaikkan tarif, China bersiap membalas
ILUSTRASI. Terminal petikemas di China
Berita Terkait
*
Uni Eropa dorong agar petani lebih banyak dilibatkan dalam skema
ISPO
<https://internasional.kontan.co.id/news/uni-eropa-dorong-agar-petani-lebih-banyak-dilibatkan-dalam-skema-ispo>
*
Kementerian Perdagangan China: China siap membela kepentingan pada
perang dagang
<https://internasional.kontan.co.id/news/kementerian-perdagangan-china-china-siap-membela-kepentingan-pada-perang-dagang>
*KONTAN.CO.ID -Â WASHINGTON. *Kenaikan tarif impor menjadi sebesar 25%
atas US$ 200 miliar barang dari China yang mulai berlaku Jumat (10/5).
China mengatakan akan membalas penerapan tarif yang dilakukan oleh
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah negosiasi kedua
pihak yang berjalan hingga nanti malam.
Kementerian Perdagangan China mengatakan sangat menyesalkan keputusan
AS. Kementerian Perdagangan menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil
tindakan balasan tanpa merinci lebih lanjut.
Baca Juga
*
Perang dagang, saham perbankan jadi sektor yang paling terdampak
<https://internasional.kontan.co.id/news/perang-dagang-saham-perbankan-jadi-sektor-yang-paling-terdampak>
*
Surplus neraca pembayaran kuartal I 2019 turun menjadi US$ 2,4
miliar
<https://internasional.kontan.co.id/news/surplus-neraca-pembayaran-kuartal-i-2019-turun-menjadi-us-24-miliar>
*
Perang dagang AS-China panas lagi, kurva imbal hasil US Treasury
sempat terbalik lagi
<https://internasional.kontan.co.id/news/perang-dagang-as-china-panas-lagi-kurva-imbal-hasil-us-treasury-sempat-terbalik-lagi>
*
Defisit transaksi berjalan kuartal I 2019 menyempit setara 2,6%
PDB
<https://internasional.kontan.co.id/news/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-i-2019-menyempit-setara-26-pdb>
Wakil Perdana Menteri China Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert
Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memulai pembicaraan
dagang pada Kamis (9/5) sore di Washington. Pembicaraan ini hanya
berlangsung selama 90 menit dan akan dilanjutkan pada hari ini.
Tanpa ada langkah pemerintahan Donald Trump untuk menghentikan kenaikan
tarif dari 10% menjadi 25% di tengah negosiasi, Bea Cukai dan
Perlindungan Perbatasan AS memberlakukan tarif 25% untuk kargo yang
berasal dari China Jumat (10/5) setelah pukul 00.01.
Kenaikan tarif ini akan memengaruhi lebih dari 5.700 kategori produk.
Penerapan tarif ini pun tidak memiliki masa tenggang seperti tiga
putaran tarif sebelumnya. Pada penerapan tarif tahun lalu, ada
pemberitahuan lebih lama, setidaknya tiga pekan sebelum bea masuk berlaku.
Goldman Sachs mengungkapkan bahwa langkah terbaru ini kemungkinan akan
berlangsung beberapa pekan di tengah negosiasi yang bisa menghasilkan
/deadline /tertentu untuk mencapai kesepakatan. "Dengan detail ini,
sentimen penurunan akan lebih tipis daripada jika kenaikan tarif berlaku
dengan /hard deadline/. Ini juga akan membuka peluang kedua pihak untuk
mencapai kesepakatan dalam beberapa pekan ke depan meski tetap ada
tantangan," imbuh Goldman seperti dikutip /Reuters/.
Trump memberikan pemberitahuan kurang dari lima hari bagi para importir
di AS tentang keputusan kenaikan ini. Sektor yang paling terpengaruh
oleh kenaikan adalah modem internet, /routers, /dan perangkat transmisi
data lainnya yang mencapai lebih dari US$ 20 miliar, diikuti oleh
/printed circuit board /bernilai US$ 12 miliar.
Produk-produk lain yang juga akan terkena dampak adalah furnitur, produk
lampu, suku cadang, penyedot debu, dan bahan bangunan.
Gary Shapiro, chief executive Consumer Technology Association
mengatakan, kenaikan tarif ini akan ditanggung oleh konsumen dan
pebisnis AS, bukan China seperti klaim Trump. "Industri AS menyokong
lebih dari 18 juta pekerjaan di AS. Tapi kenaikan tarif akan menjadi
bencana," kata Shapiro dalam pernyataan.
Dia mengatakan, kenaikan tarif yang berlaku sebelumnya telah menambah
biaya sektor teknologi Amerika sekitar US$ 1 miliar per bulan sejak
Oktober. Tambahan biaya ini bisa menekan, bahkan mematikan UKM dan
/startup/.
Ekonom dan konsultan industri mengatakan, perlu waktu tiga atau empat
bulan sebelum konsumen AS merasakan efek kenaikan tarif. Tapi, peritel
hanya punya sedikit pilihan, yakni menaikkan harga jual untuk menutup
kenaikan biaya.
Sumber : Reuters
Editor: Wahyu Rahmawati