Kalau sebelum umur 19 tahun, punya anak, lalu aturannya bagaimana ?
Masa anak yang lahir jadi anak tidak sah ?

Pada tanggal Sel, 17 Sep 2019 pukul 15.22 '[email protected]'
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Berita keputusan yang melegakan, bagus. Jangan dilupakan ini juga
> adalah berkat usaha gigih dari para aktivis perempuan yang
> memperjuangkannya. Selanjutnya akan disimak bagaimana dalam pemraktekannya
> dan apa sanksi dikenakan untuk pelanggarnya?
>
> salam,
>
> Titiek Maslam
>
>
>
>
> *-------Oorspronkelijk bericht-------*
>
> *Van:* [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> *Datum:* 17-9-2019 05:48:57
> *Aan:* [email protected]
> *Onderwerp:* [GELORA45] Re: DPRSahkan Batas Usia Perkawinan 19 Tahun,
> Menteri PPPA Senang
>
>
>
> [image: Thumbs Up on emojidex 1.0.34]
>
>
> ---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :
>
>
> https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/09/16/170688/dpr-sahkan-batas-usia-perkawinan-19-tahun-menteri-pppa-senang.html
>
>
> *DPR Sahkan Batas Usia Perkawinan 19 Tahun, Menteri PPPA Senang*
>
> Senin, 16 September 2019 - 22:35 WIB
>
>
>
> *Hidayatullah..com*– Pemerintah bersama DPR RI telah melakukan pengesahan
> RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dimana
> batas minimal umur perkawinan bagi perempuan dan laki-laki dipersamakan,
> yaitu 19 tahun.
>
> Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana
> Yembise pun mengaku sangat senang atas disahkannya RUU itu menjadi UU.
>
> “Rasa sedih dan bahagia karena akhirnya tercapai, disahkannya revisi
> Undang-Undang Pekawinan dengan batas usia perkawinan minimal bagi perempuan
> dan laki-laki sama-sama 19 tahun. Ini luar biasa, kami senang sekali,
> akhirnya setelah 45 tahun (menggunakan UU Perkawinan).
>
> Ini kado bagi anak-anak Indonesia yang pernah saya janjikan di Peringatan
> Hari Anak Nasional tahun 2019 kemarin, bahwa kami akan berusaha menaikkan
> angka batas usia perkawinan di atas usia anak. Sebuah sejarah yang harus
> dicatatkan,” ungkap Menteri Yohana usai pengesahan RUU tersebut oleh Ketua
> DPR Bambang Soesatyo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta Senin
> (16/09/2019).
> Baca: Ketahanan Keluarga Modal Ketahanan Nasional
> <https://www.hidayatullah..com/berita/nasional/read/2018/11/30/155612/ketahanan-keluarga-modal-ketahanan-nasional.html>
>
> Menteri PPPA mengklaim, keputusan atas pengesahan RUU Perubahan UU
> Perkawinan itu sangat dinantikan oleh seluruh warga Indonesia, dalam upaya
> menyelamatkan anak Indonesia atas praktik perkawinan anak yang dianggap
> sangat merugikan anak, keluarga dan negara.
>
> Yohana menyebut bahwa keputusan itu “mampu menjawab salah satu persoalan
> perlindungan anak.”
>
> Berdasarkan keterangan Kementerian PPPA, Senin (16/09/2019), Indonesia
> menduduki peringkat ke-7 di dunia dan ke-2 di ASEAN dengan angka perkawinan
> anak tertinggi. Praktik perkawinan anak di Indonesia berdasarkan data BPS
> 2017 menunjukkan angka 25,2 persen, artinya 1 dari 4 anak perempuan menikah
> pada usia anak, yaitu sebelum mencapai usia 18 tahun. Sedangkan pada tahun
> 2018 BPS sebesar 11,2 persen, artinya 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun
> menikah sebelum usia 18 tahun, dan ada 20 provinsi dengan prevalensi
> perkawinan anak di atas angka nasional.
>
> Menurut Yohana banyak sekali masalah yang ditimbulkan akibat praktik
> perkawinan anak.
> Baca: Menag Prihatin: Pasangan Sepakat Nikah 2-3 Tahun Saja Lalu Cerai
> <https://www.hidayatullah..com/berita/nasional/read/2018/09/18/150792/menag-prihatin-pasangan-sepakat-nikah-2-3-tahun-saja-lalu-cerai.html>
>
> Menurutnya, pertimbangan 19 tahun juga didasarkan bahwa seseorang dinilai
> telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan, dapat
> menekan laju kelahiran yang lebih rendah dan menurunkan risiko kematian ibu
> dan bayi serta pekerja anak. Selain itu, juga dapat terpenuhinya hak-hak
> anak sehingga mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
>
> “Fakta-fakta menunjukkan bahwa praktik perkawinan anak harus segera
> dihentikan, dan jika kondisi ini tidak dicegah akan menjadikan Indonesia
> berada dalam kondisi ‘Darurat Perkawinan Anak’. Kementerian Pemberdayaan
> Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) sejak memperoleh mandat
> melakukan upaya pencegahan perkawinan anak pada tahun 2016, bersama 15 K/L
> dan lebih dari 65 lembaga masyarakat terus melakukan berbagai upaya untuk
> mencegah perkawinan anak, dan ini adalah salah satu upayanya,” sebut salah
> menteri perempuan di era Presiden Joko Widodo ini.
>
> Pada tanggal 13 Desember 2018 lalu, Mahkamah Konstitusi membacakan Putusan
> terhadap Gugatan Nomor 22/PUU-XV/2017. Kemen PPPA kemudian dalam tempo
> cepat menindaklanjuti Putusan MK tersebut dengan menyusun Naskah Akademis,
> disertai dengan berbagai kajian dan selanjutnya dilakukan penyusunan RUU
> dimana Pemerintah sepakat untuk menaikkan batas minimal umur perkawinan
> bagi perempuan dipersamakan dengan batas minimal umur perkawinan bagi
> laki-laki, yaitu 19 tahun.*
>
> Rep: SKR
>
> Editor: Muhammad Abdus Syakur
>
>
>
>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
> GRATIS animaties voor je e-mail
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>  Klik
> hier!
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> <http://www.incredimail.com/?id=621163&did=10501&ppd=2842,201206281824,19,1,748381452807962623&rui=163732520&app_test_id=0&sd=20190917>
>
> 
>

Kirim email ke