Ekonomi Tumbuh 5,02 Persen, Jokowi: Negara Lain Ada yang Anjlok
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Rabu, 6 November 2019 13:11 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin
saat memimpin sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju di Istana
Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Sidang kabinet mendengarkan
arahan presiden dan membahas berbagai program kementerian yang akan
masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020.
TEMPO/Subekti.Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Wakil Presiden
Ma'aruf Amin saat memimpin sidang kabinet pertama Kabinet Indonesia Maju
di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Sidang kabinet
mendengarkan arahan presiden dan membahas berbagai program kementerian
yang akan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020.
TEMPO/Subekti.
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Presiden Joko Widodo atauJokowi
<https://bisnis.tempo.co/read/1268886/kala-nada-suara-presiden-jokowi-meninggi>mengatakan
pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2019 yang hanya sebesar 5,02 persen
year on year patut disyukuri. Capaian Indonesia ini, kata dia, jauh
lebih baik dibandingkan beberapa negara lain.
"Sudah lebih dari 5 (persen) sudah bagus. Bandingkan dengan negara lain
ada yang sudah minus, ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang ke 1
persen, 2 persen. Ada yang anjlok di bawah 1 (persen). Ini patut kita
syukuri," katanya saat meresmikan Pembukaan Indonesia Banking Expo 2019
di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi ini pantas disyukuri mengingat
kondisi global yang tidak menentu akibat adanya perang dagang, Brexit,
dan resesi yang dialami sejumlah negara. Ia bercerita sudah mendapat
peringatan dari Managing Director International Monetary Fund Kristalina
Georgieva di Thailand beberapa hari lalu agar berhati-hati dalam
mengelola kebijakan moneter.
"Dia berikan sebuah warning, 'Jokowi hati-hati dalam kelola baik moneter
atau fiskal. Hati-hati karena kondisinya seperti ini'," kata mantan
gubernur DKI Jakarta itu menirukan ucapan Kristalina.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi
Indonesia di kuartal III-2019 ini jauh lebih rendah dari kuartal
III-2018 sebesar 5,17 persen. Namun pertumbuhan ekonomi secara kuartalan
masih tumbuh 3,06 persen. Secara kumulatif masih tumbuh 5,04 persen.
Kepala BPS Suhariyanto merincikan pertumbuhan kuartal III 2019 (qtq)
naik 3,06 persen di mana sektor lapangan usaha untuk pengadaan listrik
dan gas tumbuh 4,94 persen, disusul sektor lapangan konstruksi 4,76
persen, dan jasa keuangan serta asuransi tumbuh 4,66 persen.
ADVERTISEMENT
Untuk pertumbuhan PDB pada kuartal III/2019 secara (yoy), sektor
lapangan usaha penyumbang tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 10,72
persen, disusul jasa perusahaan sebesar 10,22 persen, dan jasa kesehatan
serta kegiatan sosial tumbuh 9,19 persen.
Ada 9 sektor mengalami perlambatanpertumbuhan
<https://www.tempo.co/tag/pertumbuhan>dibandingkan dengan kuartal
III/2018 misalnya industri 4,15 persen (yoy) dari sebelumnya 4,35
persen. Lalu pertanian juga terkontraksi menjadi 3,08 persen (yoy)
sebelumnya 3,66 persen.