13 TKI di Singapura Wisuda Sarjana
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Suci Sekarwati
Sabtu, 16 November 2019 14:00 WIB
KBRI Singapura bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT)
menyelenggarakan pendidikan Strata 1 untuk TKI yg bekerja di Singapura
sejak tahun 2005. Sumber: dokumen KBRI SingapuraKBRI Singapura bekerja
sama dengan Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan pendidikan Strata
1 untuk TKI yg bekerja di Singapura sejak tahun 2005. Sumber: dokumen
KBRI Singapura
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- KBRI Singapura bekerja sama dengan Universitas
Terbuka (UT) menyelenggarakan pendidikan Strata 1 atau S1 untuk
paraTKI<https://www.tempo.co/tag/tenaga-kerja-indonesia-tki>atau yang
sekarang disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. Langkah
ini bagian dari program 'beyond protection'.
KRBI Singapura dalam keterangannya menjelaskan melalui UPBJJ UT Batam,
Universitas Terbuka membuka Kelompok Belajar (Pokjar) yang dilakukan di
Sekolah Indonesia Singapura Ltd (SIS) mulai 2009. Pada 12 November 2019,
sebanyak 13 TKI yang mengikuti Pokjar UT Singapura diwisuda S1 di UT
Jakarta bersama 1.893 orang wisudawan lainnya dari seluruh Indonesia.
Nilai IPK tertinggi berasal dari UT Pokjar Singapura, yakni 3.32. Duta
Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menjelaskan TKI di UT Pokjar
Singapura memiliki semangat belajar yang luar biasa, meski mereka
disibukkan oleh pekerjaan.
“Keseriusan ini tidak hanya direfleksikan dari semangat belajar, tapi
juga mereka membiayai sendiri biaya kuliahnya. Beberapa rekan mereka
bahkan sudah menyelesaikan program Strata 2,” kata Dubes Ngurah.
KBRI Singapura bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT)
menyelenggarakan pendidikan Strata 1 untuk TKI yg bekerja di Singapura
sejak tahun 2005. Sumber: dokumen KBRI Singapura
KBRI Singapura memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM
para TKI melalui berbagai kegiatan pelatihan, termasuk kuliah di UT
sehingga diharapkan mereka memiliki ketrampilan tambahan yang bisa
meningkatkan kesejahteraan setelah tidak lagi bekerja sebagai TKI di
Singapura.
Pembentukan Pokjar Singapura bertujuan untuk memberikan layanan
pendidikan tinggi bagi para TKI dan masyarakat Indonesia di Singapura
pada umumnya.
Pembukaan layanan pendidikan tinggi jarak jauh UT tersebut sebagai
pengejawantahan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 bahwa
setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Akses terhadap
pendidikan yang berkualitas merupakan hak dasar setiap warga negara
tanpa memandang usia, status sosial, suku, agama maupun ras.
ADVERTISEMENT
Keberadaan UT Pokjar Singapura sangat membantu para Pekerja Migran
Indonesia. Dengan sistem belajar yang fleksibel, daring dan tidak
mengharuskan mahasiswa bertatap muka di ruang perkuliahan, menjadikan
Universitas Terbuka atau UT menjadi solusi bagi TKI yang serius menuntut
ilmu.
Sampai dengan 2019, jumlah mahasiswa UT Pokjar Singapura yang telah
lulus berjumlah 157 orang dengan rincian 153 orang lulus sarjana dan 4
orang lulusan pascasarjana. Dari jumlah tersebut, sebagian besar TKI dan
beberapa diantaranya adalah pekerja profesional ataupun WNI yang tinggal
di Singapura dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikannya.
Mahasiswa yang belum sempat menyelesaikan pendidikannya di UT Pokjar
Singapura memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Terbuka di
Indonesia setelah kontrak kerja mereka telah selesai di Singapura.
Saat ini, 4 lulusan S2 UT Pokjar Singapura telah menjadi tutor online di
UT dan lulusan S1 yang telah pulang ke Indonesia beberapa diantaranya
bekerja sebagai guru, membuka kursus bimbingan belajar, bekerja di
instansi pemerintah, perusahaan swasta maupun berwiraswasta. Keberadaan
UT Pokjar Singapura terbukti membantu paraTKI
<https://www.tempo.co/tag/tenaga-kerja-indonesia-tki>untuk mendapat
kehidupan yang lebih baik.