https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886


*Ratusan Perempuan Pakistan Dijual Untuk Dijadikan Istri ke China*

   -

   Other share options

   Mail

   Print


Posted Thursday at 02:0


*
<https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886#lightbox-content-lightbox-6>*

Penyelidik Pakistan sedang berusaha mengungkapkan rantai perdagangan
perempuan dari Pakistan ke China untuk dijadikan istri namun banyak
mengalami kesulitan.
<https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886#lightbox-content-lightbox-6>

(AP: K.M. Chaudary)

*Sebuah penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang Pakistan menyebutkan
bahwa lebih dari 600 perempuan dari negeri itu telah dijual untuk dijadikan
istri ke China selama 18 bulan terakhir.*

Namun mereka mengatakan usaha untuk membantu para perempuan tersebut
mendapat banyak hambatan.

Para penyelidik sudah memiliki daftar 629 perempuan Pakistan yang tercatat
dalam sistem manajemen perbatasan, yang mencatat semua perjalanan ke luar
negeri lewat bandara.

Informasi tersebut mencakup nomor KTP, nama suami mereka di China, dan
tanggal pernikahan, yang terjadi selama tahun 2018 sampai April 2019.

Menurut sebuah sumber kepada kantor berita Associated Press, daftar itu
dikumpulkan bulan Juni 2019 namun dihentikan karena adanya tekanan dari
pejabat pemerintahan Pakistan.

Saleem Iqbal adalah seorang pegiat beragama Kristen yang membantu orangtua
menyelematkan anak-anak perempuan mereka dari China dan mencegah mereka
dijual ke sana.

Menurutnya, pemerintah Pakistan berusaha menghentikan penyelidikan yang
sedang dilakukan pejabat dari Badan Penyelidik Federal Pakistan.
*'Tidak seorang pun membantu mereka'*

Laporan HRW bulan Desember mengenai perdagangan perempuan dari Myanmar ke
China mengatakan praktek ini sekarang semakin menyebar.
<https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886#lightbox-content-lightbox-12>



(Human Rights Watch)

Bulan Oktober lalu, pengadilan di kota Faisalabad membebaskan 31 warga
China yang sebelumnya dikenai tuduhan perdagangan manusia.

Beberapa perempuan yang sebelumnya sudah berbicara dengan polisi kemudian
menolak memberikan kesaksikan di pengadilan karena mereka diancam atau
disuap untuk tidak berbicara.

Beberapa pejabat senior Pakistan mengatakan peyelidiikan mengenai
perdagangan manusia ke China sekarang menurun, dan para penyelidik juga
merasa frustrasi.

Media Pakistan juga disebutkan ditekan untuk menulis laporan mengenai
perdagangan manusia.

Beberapa pejabat juga tidak mau menyebut namanya ketika berbicara dengan AP
karena takut.

"Tidak seorang pun yang melakukan sesuatu untuk membantu para wanita
tersebut."

"Perdagangan manusia ini terus berlanjut dan semakin membesar. Mengapa?
Karena mereka tahu mereka tidak akan diselidiki."

"Pemerintah tidak mau melakuka penyelidikan mendalam, semua orang ditekan
untuk tidak menyelidiki. Perdagangan meningkat sekarang."

Salah seorang pejabat itu mengatakan mau berbicara 'karena hati nuraninya
terganggu.

"Dimana rasa kemanusiaan kita?." katanya.

Di China saat ini ada 34 juta lebih banyak laki-laki dibandingkan
perempuan, karena adanya kebijakan satu anak yang dilakukan negeri itu
selama 35 tahun yang baru diakhiri tahun 2015.

Juga banyak keluarga yang mementingkan anak laki-laki dibandingkan
perempuan, sehingga sekarang perdagangan untuk membawa perempuan dari luar
China meningkat.
*Pelanggaran HAM*

Lembaga HAM Human Rights Watch (HRW) builan Desember baru menerbitkan
laporan yang mengatakan perdagangann perempuan dari Myanmar ke China
meningkat.

Dikatakan juga Pakistan, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Nepal, Korea
Utara dan Vietnam telah mejadi 'negara sumber bagi bisnis yang brutal
tersebut.'

"Yang paling mengejutkan dalam masalah ini adalah betapa cepatnya
peningkatan jumlah negara yang terlibat sebagai sumber dalam perdagangan
perempuan ini." kata Heather Barr penulis laporan HRW.

Direktur kampanye Amnesty International untuk Asia Selatan Omar Warriach
mengatakan Pakistan 'tidak harus membiarkan kedekatan hubungan dengan China
untuk menutup mata mengenai pelanggaran HAM terhadap warga mereka sendiri."

"Sangat mengerikan bahwa para perempyan ini diperlukan sedemikian rupa
tanpa adanya perhatian yang diberikan oleh pihak berwenang di kedua negara.
Dan juga mengejutkan ini terjadi dalam skala seperti ini."

Departemen Luar Negeri China mengatakan mereka tidak tahu adanya daftar
tersebut.

"Kedua pemerintahan China dan Pakistan mendukung pembentukan keluarga
bahagia antar warga berdasarkan pertemuan sukarela menurut hukum dan
aturan, dan dalam waktu bersamaan, kami tidak mentolerir dan akan memerangi
siapa saja yang terlibat dalam perdagangan manusia antar perbatasan." kata
Departemen Luar Negeri China.

Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri Pakistan menolak memberikan
komentar.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di *sini*
<https://www.abc.net.au/news/2019-12-05/investigators-reveal-hundreds-of-pakistani-women-sold-to-china/11767898>

Kirim email ke