Yang sukses pria Tiongkok dengan wanita Vietnam. Persamaan cultuur dan kebiasaan kerja keras wanita Vietnam untuk keluarga.
Pada tanggal Kam, 12 Des 2019 pukul 02.19 ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Entah apa dan bagaimana yang terjadi sesungguhnya dengan pemberitaan > "RATUSAN perempuan Pakistan Dijual jadi ISTRI di Tiongkok" ini! > > Adalah kenyataan jumlah pemuda di Tiongkok lebih banyak dari pemudi dan > dengan globalisasi yg terjadi tidak sedikit pemuda-pemuda Tionghoa yang > bekerja di luarnegeri, pulang membawa istri asing. Banyak kisah-kisah > kehidupan mereka yang menarik bisa diikuti, ... sesuatu kehidupan manusia > yang normal dan wajar-wajar saja jatuh cinta sampai membangun keluarga > baru, sekalipun orang-tua kedua belah pihak menentang! > > Sebelumnya, masih ditahun-tahun 80-an, banyak terdengar berita perempuan > Singkawang, perempuan Tionghoa miskin untuk membantu kehidupan keluarga, > melalui comblang yang pertemukan pemuda Tionghoa asal Tiongkok, akhirnya > kawin dan hidup di Tiongkok atau HongKong dan Taiwan. Tentu dengan comblang > perkenalan demikian ada yang berhasil baik tapi juga ada yang berakhir > dengan kegagalan, bercerai, ... Dan, karena keluarga dibangun bukan atas > dasar percintaan dari perkenalan yg cukup baik, jadi lebih banyak faktot > untung-untungan bagaimana mereka berdua bisa tidak dengan baik memecahkan > masalah yang dihadapi bersama dalam kehidupan keluarga. > > Kemudian berlanjut dengan perempuan dari Vietnam, Tahiland dan sekarang, > untuk pertama kali terdengar berita ratusan perempuan Pakistan > dijual!Tentu, bagi pemerintah kedua belah pihak, kudu perhatikan jangan > sampai hubungan perkawinan dikomersialkan mengejar keuntungan oleh > sementara comblang! Harus bisa menemukan cara yang baik untuk kesungguhan > dan kesediaan pemuda-pemudi itu membangun keluarga yang baik dan sehat, .... > khususnya memberikan jaminan lebih baik agar pihak perempuan tidak > dijadikan alat pelampiasan nafsu birahi lelaki saja. > > > On 12/12/2019 上午3:33, Sunny ambon [email protected] [GELORA45] wrote: > > > > > > https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886 > > > *Ratusan Perempuan Pakistan Dijual Untuk Dijadikan Istri ke China* > > - > > Other share options > > Mail > > Print > > Posted Thursday at 02:0 > > > * > <https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886#lightbox-content-lightbox-6>* > > Penyelidik Pakistan sedang berusaha mengungkapkan rantai perdagangan > perempuan dari Pakistan ke China untuk dijadikan istri namun banyak > mengalami kesulitan. > <https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886#lightbox-content-lightbox-6> > > (AP: K.M. Chaudary) > > *Sebuah penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang Pakistan menyebutkan > bahwa lebih dari 600 perempuan dari negeri itu telah dijual untuk dijadikan > istri ke China selama 18 bulan terakhir.* > > Namun mereka mengatakan usaha untuk membantu para perempuan tersebut > mendapat banyak hambatan. > > Para penyelidik sudah memiliki daftar 629 perempuan Pakistan yang tercatat > dalam sistem manajemen perbatasan, yang mencatat semua perjalanan ke luar > negeri lewat bandara. > > Informasi tersebut mencakup nomor KTP, nama suami mereka di China, dan > tanggal pernikahan, yang terjadi selama tahun 2018 sampai April 2019. > > Menurut sebuah sumber kepada kantor berita Associated Press, daftar itu > dikumpulkan bulan Juni 2019 namun dihentikan karena adanya tekanan dari > pejabat pemerintahan Pakistan. > > Saleem Iqbal adalah seorang pegiat beragama Kristen yang membantu orangtua > menyelematkan anak-anak perempuan mereka dari China dan mencegah mereka > dijual ke sana. > > Menurutnya, pemerintah Pakistan berusaha menghentikan penyelidikan yang > sedang dilakukan pejabat dari Badan Penyelidik Federal Pakistan. > *'Tidak seorang pun membantu mereka'* > > Laporan HRW bulan Desember mengenai perdagangan perempuan dari Myanmar ke > China mengatakan praktek ini sekarang semakin menyebar. > <https://www.abc.net.au/indonesian/2019-12-05/ratusan-perempuan-pakistan-dijual-untuk-dijadikan-istri-ke-china/11768886#lightbox-content-lightbox-12> > > > > (Human Rights Watch) > > Bulan Oktober lalu, pengadilan di kota Faisalabad membebaskan 31 warga > China yang sebelumnya dikenai tuduhan perdagangan manusia. > > Beberapa perempuan yang sebelumnya sudah berbicara dengan polisi kemudian > menolak memberikan kesaksikan di pengadilan karena mereka diancam atau > disuap untuk tidak berbicara. > > Beberapa pejabat senior Pakistan mengatakan peyelidiikan mengenai > perdagangan manusia ke China sekarang menurun, dan para penyelidik juga > merasa frustrasi. > > Media Pakistan juga disebutkan ditekan untuk menulis laporan mengenai > perdagangan manusia. > > Beberapa pejabat juga tidak mau menyebut namanya ketika berbicara dengan > AP karena takut. > > "Tidak seorang pun yang melakukan sesuatu untuk membantu para wanita > tersebut." > > "Perdagangan manusia ini terus berlanjut dan semakin membesar. Mengapa? > Karena mereka tahu mereka tidak akan diselidiki." > > "Pemerintah tidak mau melakuka penyelidikan mendalam, semua orang ditekan > untuk tidak menyelidiki. Perdagangan meningkat sekarang." > > Salah seorang pejabat itu mengatakan mau berbicara 'karena hati nuraninya > terganggu. > > "Dimana rasa kemanusiaan kita?." katanya. > > Di China saat ini ada 34 juta lebih banyak laki-laki dibandingkan > perempuan, karena adanya kebijakan satu anak yang dilakukan negeri itu > selama 35 tahun yang baru diakhiri tahun 2015. > > Juga banyak keluarga yang mementingkan anak laki-laki dibandingkan > perempuan, sehingga sekarang perdagangan untuk membawa perempuan dari luar > China meningkat. > *Pelanggaran HAM* > > Lembaga HAM Human Rights Watch (HRW) builan Desember baru menerbitkan > laporan yang mengatakan perdagangann perempuan dari Myanmar ke China > meningkat. > > Dikatakan juga Pakistan, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar, Nepal, Korea > Utara dan Vietnam telah mejadi 'negara sumber bagi bisnis yang brutal > tersebut.' > > "Yang paling mengejutkan dalam masalah ini adalah betapa cepatnya > peningkatan jumlah negara yang terlibat sebagai sumber dalam perdagangan > perempuan ini." kata Heather Barr penulis laporan HRW. > > Direktur kampanye Amnesty International untuk Asia Selatan Omar Warriach > mengatakan Pakistan 'tidak harus membiarkan kedekatan hubungan dengan China > untuk menutup mata mengenai pelanggaran HAM terhadap warga mereka sendiri.." > > "Sangat mengerikan bahwa para perempyan ini diperlukan sedemikian rupa > tanpa adanya perhatian yang diberikan oleh pihak berwenang di kedua negara. > Dan juga mengejutkan ini terjadi dalam skala seperti ini." > > Departemen Luar Negeri China mengatakan mereka tidak tahu adanya daftar > tersebut. > > "Kedua pemerintahan China dan Pakistan mendukung pembentukan keluarga > bahagia antar warga berdasarkan pertemuan sukarela menurut hukum dan > aturan, dan dalam waktu bersamaan, kami tidak mentolerir dan akan memerangi > siapa saja yang terlibat dalam perdagangan manusia antar perbatasan." kata > Departemen Luar Negeri China. > > Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri Pakistan menolak memberikan > komentar. > > Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di *sini* > <https://www.abc.net.au/news/2019-12-05/investigators-reveal-hundreds-of-pakistani-women-sold-to-china/11767898> > > >
