Para sahabat yb. Kita mengenang hari kelahiran Ibu Kartini yang ke seratusempatpuluhsatu tahun. Sampai sekarang banyak yang mengenangnya tapi sekedar terbatas pada peranan beliau dari segi wanita. Sudah memadaikah itu? Belum dan sangat terbatas. Nah untuk menambah wawasan pengetahuan dan juga sekaligus menelisik mengapa hari kelahiran Ibu Kartini ini diperingati dengan pengetahuan yang hanya secuwil itu, saya unggah dalam bentuk pdf beberapa karya beliau yang dipublikasi oleh Pram lewat karyanya: "Panggil Aku Kartini Saja" yang sejak tahun 1997 sudah pernah di cetak ulang oleh Penerbit Hasta Mitra di Jakarta.
Untuk mengawalinya saya kutipkan pada uraian ttg Abdullah Abdulkadir Munsyi dan Kartini: ...... << Orang Melayu bangga punya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, yang telah abadikan peralihan jaman dan berkembangnya imperialisme Inggris di Asia Tenggara. Juga Indonesia bangga punya Kartini, yang biasanya hanya dilihat dari segi emansipasi wanita, tetapi sebagaimana halnya dengan Abdullah dialah satu-satunya yang telah mengabadikan peralihan penjajahan Eropa dari taraf kuno ke taraf modern dengan segala segi dan akibatnya. Berbeda dari Abdullah, Kartini menggunakan bahasa yang bukan bahasa nenek-moyangnya. Kartini hendak bicara langsung dengan jantung imperialisme, Abdullah bicara langsung dengan orang-orang sebangsanya (?).>> ........ Selamat menikmati literatur seni budaya dan salam mengenang jasa besar Ibu Kartini. Lusi.-
Pramoedya Ananta Toer – Panggil Aku Kartini Saja - Contoh2 tulisan Kartini hlm 192-.odt
Description: application/vnd.oasis.opendocument.text
