Ada dua hal yaitu masalah kekurangan manajer yang peka dan mengerti
dan sadar akan kondisi krisis yang dihadapi, juga manajement crisis
yaitu bagaimana memanage kondisi ini.

Management crisis ini lebih kearah bagaimana semua pihak (yg bahasa
dewanya disebut "stake holder") bertindak. Memang bukan berarti tidak
adanya tanggapan tetapi yg namanya rakyat, anggota atau org awam yg
juga mengatas namakan "wong cilik" ya selalu saja protes. Selalu
mencari kelemahan atau kekurangan. Which is true apa yyg terlihat
skrg. Apakah mreka diam? Tentutidak bahkan bisa jadi smua panik karena
ketidak tahuan. Tdk mengerti apa yg terjadi, dan apa kemungkinan yg
akan terjadi. Baik good case maupun worse case. Saya sendiri cenderung
lbh menghargai keterbukaan dan kejujuran walopun pahit.
Yang diungkap ADB sepertinya ada hal yg tertutup sehingga tidak ada
langkah yg mampu mengantisipasi segala kemungkinan. Misal worse case
scenario yg térjadi dmn gejala ini tdk brenti dl 6 bulan kedepan apa
yg kita lakukan? Apa yg pemrintah lakukan dan apa yg masyarakat harus
persiapkan? Smua menjadi sulit dijawab karena ketidak terbukaan.
Walopun bukab berati menutupi atau menhilangkan jejak tapi menurutku
ketidak tahuannya yg menjadikan langkah penanganan tak tertata.

Spt kata ADB, kejadian ini hal yg prtm dia lihat dan dia alami,
termasuk saya dan mungkin anda juga. Namun krn ketertutupannya justru
menurutku disini muncul risiko lain karena kepanikan dalam berreaksi.

Terbuka itu perlu tapi telanjang itu saru. Membuka apa yg terjadi
perlu, memberikan data asli juga perlu. Tapi terbuka telanjang
menjadikan target sasaran juga bagi yg akan bermain di air lumpur.
Simalakama ?

Rdp

On 7/1/06, liamsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dg akibat multipel efeknya rasanya "korbannya:" jauh lebih besar dari Merapi
kemarin, apalagi dari segi ekonomi masyarakat kayaknya lebih besar dampaknya
dari gempa jogya ( jalan Tol dan pabrik pabrik yg sbg urat nadi perekonomian
ditutup, belum ratusan sawah produksi rusak, dll ). Cuma kok tidak ada
tindakan darurat ( misal bikin Dam cepet cepet untuk menampung atau yang
lain, kesannya dibiarkan kemana mana ), kalau semuanya harus nunggu hasil
penelitian , atau alternatif alternatif penangannya dan apalagi semuanya
belum ada yang memberikan kepastian hasilnya, kasihan itu penduduk semakin
hari semakin banyak yang tersiksa  baik langsung maupun td langsung ,
padahal lumpurnya tidak pandang bulu nerjang terus.tidak mau berhenti.
Kalau Tsunami , Merapi atau gempa Jogya kemarin  banyak diskusi diskusi iagi
dg mengundang pakar pakar, Rasanya untuk masalah Porong ini ( meskipun ini
domainnya geologi juga) kelihatannya  iagi   agak repot juga menghadapi ini
, karena banyak kepentingan yang terlibat disini... meskipun iagi sbg org
profesi dan independent.( memang serba  repot untuk yang satu ini
.......................  )


ISM



----- Original Message -----
From: "Noor Syarifuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, June 30, 2006 1:36 PM
Subject: [iagi-net-l] manajemen krisis - Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu
Banjir Lumpur Porong?


> Terlepas dari kontroversi sebab musabab terjadinya kasus ini, saya kok
> melihat "kesalahan" utama dari pihak operator adalah tidak berjalannya
> manajemen krisis-nya....
>
> Dalam pernyataannya mereka terlihat bersikap defensive serta tidak
berterus
> terang dengan apa yang terjadi. Dan ternyata di "luar dugaan" mereka,
kasus
> ini berakibat yang sangat luas dan kompleks: mulai dari rumah yang
terendam
> lumpur, sawah terendam lumpur, pabrik yang harus ditutup dan mem-PHK semua
> karyawannya karena pabriknya terendam lumpur, jalan tol yang terpaksa juga
> harus ditutup karena sebagian terendam dst.dst......
>
> Dengan akibat seperti itu, tentu saja potensi gejolak di masyarakat akan
> sangat tinggi, dan sudah barang tentu pihak yang berwenang (polisi) harus
> mencari siapa yang bertanggung jawab untuk hal ini.
>
>
> salam prihatin,
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Ariadi Subandrio" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Friday, June 30, 2006 6:39 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong?
>
>
> > Disampaikan oleh kepolisian daerah Jawa Timur (Sidoarjo) telah melanggar
> pasal 187/188 KUHP tentang kejahatan membahayakan keamanan umum dan
> ..........., dengan ancaman hukuman kurung 20 tahun. namun belum
ditentukan
> person penanggung jawabnya. Whuik ngeri euy....  Duh, berate resiko ....
> ati2 rek
> >
> >   ar-
> >
> >
> >
> > liamsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >   Di Radio Elsinta tadi diberitakan Polisi sudah menyimpulkan kasus
Lumpur
> ini adalah sudah kasus Pidana ( artinya bukan lagi karena alam / gempa)
dan
> juga disebutkan pasal pasalnya yang dilanggar serta siapa saja yang diduga
> terlibat , bahkan dinyatakan ancaman hukumannya bisa 20 thn,
> > Rasanya ini merupakan Keprihatinan kita semua khususnya komunitas
geologi
> , semoga cepat selesai dan tidak merambat kemana mana
> > Mungkin Tahun 2006 bisa dijadikan "Tahun Keprihatinan Geologi" ,dilihat
> dari
> > peristiwa peristiwa ditahun ini.
> >
> > ISM
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Gempa, Pemicu Banjir Lumpur Porong?
> >
> >
> > Seandainya memang gempa adalah pemicunya, seharusnya tidak hanya Lapindo
> dan Porongnya saja yang mengalami kejadian ini.
> >
> > Salam
> > -SS-
> >
> >
> > On 6/29/06, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > >
> > Kalo mau dihubung-hubungkan dengan gempa..saya kok tetep kurang percaya,
> tapi kalo penjelasannya kembali ke "underground blow out" yang men-trigger
> terjadinya bencana..saya lebih percaya ke kesimpulan tersebut...
> > >
> > >
> > > Regards,
> > > YP
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
> countries) for 2¢/min or less.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> -----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
> -----  Call For Papers until 26 May 2006
> -----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
How to win the game without breaking the rule --> make the new one !

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke