Prof. Zaim Yth,
Sekitar 35 tahun yll ketika untuk pertama kali ditraining perusahaan
Mudlogging di
Singapura, saya bergaul dengan banyak teman-2 geologist dari Inggris,
Malaysia dan Phillipines,
ada yang dari Bangladesh, juga Peru. Kantor kami di Orchard Tower yg megah.
Dari hasil kasak-kusuk ternyata gaji paling besar adalah teman-2 dari Winsor
office, London, lalu
dari KL dan Manila, sedang kami urutan terakhir. Waktu itu ada 6 TKI (ITB:
Maman
Hartiyaman, Dedi Azariah, UGM: Lukman Effeni, S.Harjono, PTPNV Yogya: Zulmar
dan saya sendiri). Ketika ada geologist dari USA (sdr Tom yg sangat baik
hati), dialah
yag menduduki urutan tertinggi di atas teman-2 British. Mudlogging ini dari
USA, dan sampai sekarang
saya masih berhubungan baik dengan Tom (minggu yll dia di Jkt selama 2
minggu).
Waktu itu saya tidak ada rasa cemburu walaupun hanya dikasih US$240/bulan
(saat trainee).
Setelah selesai training dan mulai bekerja, saya mulai baca buku manual dan
SE Asia Guide Book yg
berisi berbagai informasi kota-2 di Asia tenggara, bahkan geologi negara-2
Asia.
Di dalam buku disebutkan bahwa bonus untuk geologist yg bekerja di SE Asia
adalah 65%,
Timur Tengah 35%, Laut Utara 30%, Peru 100% (remote area); sementara saya
hanya
mendapat 35% saja. Oleh senior dari Bangladesh saya disarankan menulis surat
ke manajer:
To do the same job and same responsibilities... tetapi kok hanya terima 35%
bukan 65%.
Dalam waktu semingguan surat saya sudah dibalas pak Operation Manajer,
beliau juga
baik hati, bbrp bulan yll datang ke kantor untuk presentasi product, saat
ini berkantor di KL.
Intinya: surat saya benar sekali, bahwa saya mestinya mendapat bonus 65%,
tetapi karena saya
bekerja di negeri sendiri, tidak pisah keluarga (waktu itu saya masih
bujang), maka saya hanya
dikasih 35%, dan ini sudah sama dengan pendapatan geologist UK yg kerja di
Laut Utara.
Namun begitu karena prestasi saya cukup bagus, maka bonus dinaikkan jadi
50%. Trimakasih.
Oyha, waktu itu kami tetap boleh tinggal di Yogya, pulang-pergi dengan
Garuda, kerja ya di
laut Jawa, Selat Sunda, Kaltim, Natuna, Papua, Bunyu-Tarakan dll.
Untuk saat ini rasanya sudah waktunya bahwa profesional dari manapun juga
berhak untuk
mendapatkan penghargaan yang sama.
Salam hangat,
sugeng
----- Original Message -----
From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Sent: Friday, February 17, 2012 5:02 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Gaji expat di Indonesia
Rekans,
Saya ingin berbagi pengalaman masalah "honor" ataupun "gaji" yang sedang
didiskusikan ini.
Tahun 2005 saya terlibat kerjasama internasional riset dan pengembangan
pendidikan perguruan tinggi Asia dan Eropa melalui Program Asia Link
dengan tema "Human Origins Patrimony in Southeast Asia - HOPsea" yang
didanai oleh Uni Eropa.
Dari Asia: Indonesia (ITB-Penanggungjawab Prof.Y.Zaim) dan Filipina (Univ.
Philippines Dilliman - Manila,Prof.E.Dizon), Eropa: Perancis (Institut de
Paleontologie Humaine-Paris,Prof.F.Semah) dan Jerman (Univ.of
Frankfurt,Prof.F.Schrenk dan Dr.C.Hertler),dengan Team Leader-nya
Perancis. Masing2 perwakilan diminta membuat proposal kegiatan dan anggota
tim yang terlibat, untuk dikumpulkan dan dirangkum oleh team leader,
diajukan ke Uni Eropa untuk pendanaan.
Dalam usulan pendanaan, ada item "honor" peserta, meski dalam ketentuan
komponen "honor" tersebut TIDAK BOLEH diterima pribadi, melainkan untuk
operasional kegiatan, terutama untuk transportasi, karena transportasi
tidak ditanggung oleh Uni Eropa dan menjadi tanggungjawab masing2
perguruan tinggi yang terlibat. Oleh karena itu disepakati transportasi
menggunakan dana dari "honor".
Setelah dirangkum team leader, diedarkan kembali ke masing-masing negara
peserta dan ketika saya cermati masalah pendanaan......sangat mengejutkan
dan menyakitkan!
Mengejutkan dan menyakitkan karena, coba lihat perbandingannya:
Honor untuk orang Eropa (Perancis dan Jerman) ditulis honornya: 2700 Euro,
Filipina: 500 Euro dan Indonesia: 300 Euro. Dalam pertemuan di Paris, saya
marah besar dan protes keras, karena merasa ada diskriminasi dengan kulit
putih, bahkan lebih rendah dari Filipina. Dalam pertemuan itu dijelaskan
dan ditunjukkan dokumen oleh team leader, Prof. Semah bahwa rujukan untuk
"honor" tersebut adalah resmi internasional yang dikeluarkan oleh UNESCO,
dan Uni Eropa memang mensyaratkan setiap angka untuk pendanaan harus ada
acuan resminya.Dalam pertemuan itu saya terdiam, malu juga dengan teman2
Eropa dan Filipina,kok demikian rendah Indonesia di mata UNESCO
Nah Rekans, ternyata,paling tidak pada tahun 2005 UNESCO sebagai badan
resmi dunia memang memandang harkat Indonesia itu sangat rendah. Coba
kalau kita buat perbandingan Eropa:Filipina:Indonesia = 2700:500:300 =
silahkan hitung.....
Jadi ya resminya, pengakuan dunia untuk "honor" juga mungkin "gaji" orang
Indonesia memang sangat rendah.Sekedar untuk diketahui.....
Untuk kondidi sekarang, saya tidak tahu, karena Program Asia Link selesai
tahun 2007.
Wasalam,
Zaim
kalau untuk pegawai lokal apa ada batasannya juga? kan sering dijadikan
senjata tuh sama hr bahwa "katanya" ada pembatasan gaji nasional dari
"pihak berwenang".
kalau rasio expatnya 1:2:3 , orang indonesianya dibawah 1 atau di atas 3
ya
?
2012/2/16 o - musakti <[email protected]>
Ganti topik sikit dari piramida aah.
Baru dapat kiriman permen menkeu no. 258/2011 tentang BATASAN MAKSIMUM
BIAYA RENUMERASI TENAGA KERJA ASING UNTUK KONTRAKTOR KONTRAK KERJASAMA
MINYAK DAN GAS BUMI.
Yang menarik, at least buat saya yang telah terbiasa dengan hal yang
sama
di middle east, terrnyata Negara kita juga menerapkan sistim 'kasta'
dalam
renumerasi berdasarkan warna pasport.
Ada tiga golongan pasport dalam permen ini :
1) kawasan Asia (asumsi saya ini mencakup India, pakistan) Afrika dan
timur tengah
2) kawasan eropa, australasia (jepun, malaysia masuk sini ?) dan amerika
selatan
3) tentunya yang paling tops dari amerika utara.....
Bedanya batas maksimal renumerasi ini cukup signifikan. Muhandis (
engineer) Aboud misalnya, bisa ber gaji max 287 K per tahun sedangkan
untuk
Senor Diego batasnya 539 K dan Mister Smith sebagai penguasa dunia bisa
punya gaji sampai 791 K, tentunya dollar semua.
Kuranglebih rasionya 1:2:3.......wow.....
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
email to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this
email.
“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended recipient(s) is strictly prohibited.
If you have received this Message in error, you should delete this Message immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message that do not relate to the official business of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within the Group.
==============================================================================================================================================================