Baiknya dibaca buku Metodologi Bibel dam Studi Alquran hal 70-80, terbitan Gema 
Insani. Disitu diuraikan apakah Alquran produk dari budaya, mengenai wahyu dan 
teks Alquran termasuk masalah kodifikasi dan lainnya. Atau Majalah ISLAMIA 
edisi perdana (Maret 2004) judulnya Hermeneutika vs Tafsir Alquran. Atau 
silahkan juga buka www.insistnet.com

Salam,
MA

  ----- Original Message ----- 
  From: msl_008 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 20, 2007 7:52 PM
  Subject: [immam] Re: Sunni-Syiah : Hadits


  Tuhan
  Firman
  Rasul
  ...
  Sejarah
  ...
  Alqur'an
  Hadits
  ...
  (cek)Sumber
  ...
  pendapat
  karangan
  ...
  orientalis
  syiah
  ...

  semakin menarik.

  kadang awak ingin bertanya, benarkah Tuhan itu berkata-kata ~ 
  berbahasa yg bisa ditulis dalam deretan aksara? koq 
  rasanya "manusiawi" sekali ya??? benarkah "seluruh" firman Tuhan 
  sudah "tercatat" di dalam Alqur'an, tidak kurang dan tidak lebih?

  Alqur'an ditulis dalam bahasa Arab. kalo kita mengertikan bahwa 
  bahasa adalah hasil budaya manusia dan akan "berkembang" terus 
  seperti produk budaya lainnya, bukankah suatu saat Alqur'an juga 
  akan menjadi "kuno"~dalam mengikuti "perkembangan" budaya manusia?

  benarkah Rasulullah itu "ummi" (tidak bisa membaca teks)?. lalu 
  bagaimana beliau mengetahui apa yg "dicatat" dalam bentuk2 catatan-
  catatan hingga menjadi mushaf itu adalah seperti apa yg "dikatakan/
  (dimaksud?)" Tuhan? "Alqur'an" yg difirmankan Tuhan itu apa 
  termasuk "kertas" mushafnya, tintanya, hurufnya, tanda bacanya, pem-
  bab-annya, dll (hingga orang yg "junub" tidak boleh menyentuhnya?

  pernahkah Rasulullah membayangkan bahwa Alqur'an akan menjadi mushaf 
  Al-qur'an seperti zaman skr ini? mengapa beliau begitu "ceroboh" 
  tidak mengadakan proyek kodifikasi Alqur'an yg beliau sendiri 
  menjadi pimpinan proyeknya? koq inisiatifnya baru datang 
  dari "sahabat-sahabat"nya?

  kalo hingga menjadi mushaf (proses kodifikasi) itu adalah 
  suatu "proyek" yg dikerjakan oleh manusia, bukankah kodifikasi itu 
  sendiri adalah buah tangan manusia (mulai dari proses mendengarkan, 
  mengingat, mengartikulasikan, mengerti, mencatat, meng-"copy", dll.) 
  yg rentan terhadap kesalahan-kesalahan (tidak sempurna) seperti buah 
  tangan lainnya? (apalagi melalui berbagi zaman yg "warna" peradaban 
  manusia berubah-ubah/"berkembang")

  mohon pencerahan dari bang Muslim, bang Eka, bang Dody, dll yg sudah 
  banyak membaca (buku maupun tulisan barang siapapun...). 

  Trims.

  --- In [email protected], "Muslim Armas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Jadi antara Alquran dan hadits sangat berbeda sekali. Jika Alquran, 
  sejak zaman Utsman sudah final mushafnya, tidak ada lagi perawi2 
  AlQuran, kita tinggal pakai saja tdk perlu lagi meragukan 
  otentitasnya karena para sahabat tidak ada yg berbeda pendapat, 
  walaupun para orientalis selalu mengatakan bahwa para sahabat 
  berbeda pendapat tapi ternyata itu karangan mereka saja tetapi 
  banyak yg mengaku intelektual islam (karena banyak membaca tulisan 
  orientalis) mengutipnya tanpa mengecek lagi ke sumbernya (Baca 
  Pengaruh Kristen-Orientalis Terhadap Islam Liberal, Adnin Armas, 
  M.A) .
  > 
  > Salam,
  > MA
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: Nasution, Dody Arfiandi 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Wednesday, May 16, 2007 2:38 PM
  > Subject: RE: [immam] Re: Sunni-Syiah
  > 

  > 
  > Inilah kawan2 banyak ga baca sejarah.....Baca dong...(Iqro'....)
  > 
  > 
  > 
  > ----------------------------------------------------------
  -----------
  > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
  Behalf Of ekaaurihandj
  > Sent: Tuesday, May 15, 2007 11:50 PM
  > To: [email protected]
  > Subject: [immam] Re: Sunni-Syiah
  > 
  > 
  > Bang Dodi yks,
  > Yang awak tahu, hingga masa Abu Bakar, tidak ada hadits yang 
  sudah 
  > tertuliskan. Yang dituliskan itu Al Qur-an/firman Allah. Hadits 
  > dikumpulkan dari penyampaian ke penyampaian.
  > Sementara begitu dulu bang. Sebelumnya awak mohon maaflah sudah 
  > mengomentari sedemikian rupa. Bukankah kita disuruh untuk saling 
  > nasehat-menasehati. Mudah-mudahan abang ikhlas menerimanya. 
  Kapan 
  > kita jumpa? Salam.
  > 
  > -datuk
  > 
  > --- In [email protected], "Nasution, Dody Arfiandi" 
  > <dody.nasution@> wrote:
  > >
  > > Sepanjang yg saya ketahui : Tidak ada Hadits Nabi yg melarang
  > > Memushafkan Al-Quran.
  > > Bisa disebutkan sumbernya ?



   

Kirim email ke