Coba aku tanggapi kembali satu demi satu.....

  ----- Original Message ----- 
  From: Nasution, Dody Arfiandi 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, June 06, 2007 11:57 AM
  Subject: RE: [immam] Re: Debat Sunni-Syiah sampai disini saja dulu



  Kalau hanya masalah ke Khalifahan tidak terlalu pelik dan pusing kepala.

  MA: Kata2 bersayap, apakah maksudnya tidak terlalu pelik? Apakah sudah 
dipastikan seharusnya Khalifah pertama adalah Ali Ra, atau Syiah tidak terlalu 
menganggap masalah Khilafah tersebut. Jika begitu halnya kenapa setiap saya 
berdiskusi dengan kawan yg syiah selalu yg paling duluan diangkat adalah 
masalah Khilafah? Mudah2an bang Dody sudah sepakat kita tidak perlu lagi 
menyinggung masalah khilafah ribuan tahun yang lalu.

  tapi kalau kita teliti lebih dalam, menyangkut : Bagaimana kita mengenal 
Islam yg sebenarnya
  dibawa Nabi SAW ? Siapa yg tahu dan punya otoritas dalam hukum2 ke Islaman.
  Menurut sahabat A begini, menurut sahabat B begini, menurut C begini mana yg 
benar ??
  Apa Nabi mengajarkan cara yg berbeda-beda ? . Bahkan dizaman para Sahabat 
saja sudah hampir
  lenyap Islam yg sejati seperti yg dibawa Nabi SAW .

  MA: Bukan demikian halnya, yang pertama kita cek dulu keshahihan haditsnya, 
benar tidak Sahabat A bilang "X", bila ternyata ada beberapa sahabat dlm hadits 
Shahih berbeda2 berati memang nabi mengajarkan berbeda2 contohnya nabi 
terkadang membaca Bismillah diawal surat Al-Fatihah dl shalat dgn keras, kadang 
shiir bahkan mungkin saja tidak membaca samasekali. Jadi tidak lenyap Islam 
sejati sampai sekarang, jika kita mulai ragu dengan Islam kita sendiri ya 
rajin2lah bertanya kepada yg lebih tahu dari kita sambil membaca kitab2.

  Shahih Bukhori, Jilid I hal.74 (original) : Anas bin malik berkata :"Tidak 
ada sesuatu yg kuketahui di zaman Nabi lebih baik dari hukum shalat.
  Katanya :"Tidakkah kalian kehilangan sesuatu di dalam shalat ?" Az-Zuhri 
berkata , "Suatu hari aku berjumpa Anas bin Malik di Damsyik.
  Ketika itu beliau sedang menangis. "Apa yg menyebabkanmu menangis?"tanyaku. 
  " Aku telah lupa segala yg kuketahui melainkan shalat ini.Itupun telah aku 
sia-siakan." 
  Jawab Anas 
  Kalau Anas bin Malik saja berkata begitu, itu artinya kondisi saat itu 
sedemikian parahnya.

  MA: Beginilah jika kita membaca hadits tanpa tahu (baca) penjelasannya. 
Apakah mungkin seorang sahabat lupa segala2nya kecuali shalat, kita yg bukan 
sahabat saja dan jauh dari masa nabi saja masih ingat puasa, zakat dll. Hadits 
ini menunjukkan bagaimana tawadu'nya sahabat nabi dan betapa pentingnya shalat 
sehingga  begitu kurang sempurna saja shalatnya para sahabat sudah menganggap 
sama dengan  menyia-nyiakan shalat, beda dengan kita.

  Akibat yg lebih jauh adalah : pembunuhan2 kaum Muslimin yg sangat banyak dan 
perpecahan kaum Muslimin
  Dimulai dari setelah Nabi meninggal sampai ribuan tahun 
bekasnya.Pengkhianatan dan perebutan kekuasaan.
  Bahkan sampai kepada pembantaian keluarga Nabi SAW.
  Nabi bersabda : Ad dinu An-Nashihah (agama itu kesetiaan).

  MA: Bukankah malaikat sempat menanya kepada Allah, mengapa Engkau ciptakan 
manusia yg akan saling bermusuhan dan menumpahkan darah? Jadi tidak perlu 
heran, karena malaikatpun sudah tahu sejak Adam diciptakan. Penghianatan dan 
perebutan kekuasaan dapat terjadi bila seseorang memperturutkan hawanafsunya 
dan org2 munafik mengambil kesempatan. Nah, yang jadi pertanyaan adalah, siapa 
yang berkhianat? Jangan karena kita sembarangan menuduh sahabat utama nabi 
berkhianat makanya terjadi perpecahan, orang2 munafik dan kafir yang senang 
melihat perpecahan ini. Biarlah yang membantai cucu nabi menerima hukumannya di 
akhirat kelak, yang penting kita mencintai orang2 yang dikasihi nabi SAW.
  I
  tulah analisa saya atas apa yg terjadi. Makanya kita hanya berusaha untuk 
menjadi seorang Moeslem.
  We are becoming a moeslem. Not being a Moeslem.  
  Maksudnya adalah kita : harus saling respect/menghargai perbedaan2 yg ada 
itu, akibat kondisi masa lalu itu.

  MA: Kalo kita kritis, benar tidak kejadian masalalu itu, jangan kita terima 
tanpa reserve. Jika benar, bagaimana kita sebaiknya bersikap. Jika sudah 
demikian halnya, akan mudah kita menerima perbedaan.
   
  Tujuan saya adalah bukan kita harus mengulangi dan mempertahnkan apa yg 
terjadi dulu. Tapi kalau ada
  orang yg berbeda pemahaman dgn kita baik tata cara sholatnya, fikihnya dll. 
Kita bisa segera maklum
  karena begitulah kondisi yg terjadi selama 1000 tahun lebih.
  Sebenarnya Alhamdulillah sekarang sudah berjalan jauh lebih baik dibandingkan 
dulu itu.
  (Amerika saja yg berusaha kembali menciptakan konflik itu di Irak agar 
kembali menyebar ke dunia Islam lainnya).

  Jadi paling tidak kita tahu akar permasalahannya. Selanjutnya tergantung 
bacaan dan ilmu kita masing-masing untuk memahami Islam sejati itu.
  La yukallifullohu Nafsan illa Wus'aha............

  MA: Seharusnyalah kita tahu darimana hukum2 agama yg kita amalkan selama ini, 
kita tidak boleh taklid buta (ikut-ikutan) tapi harus ittiba' (ikut dengan tahu 
dasar/dalilnya), disinilah peran akal dalam beragama. 
  Yah, kalau demikian halnya, saya rasa kita cukupkanlah perdebatan kita 
mengenai Sunni-Syiah sampai disini, semuanya terpulang kepada keyakinan kita 
masing-masing dengan konsekwensinya masaing-masing pula. Dan bila ada kata2 
saya yang menyinggung  sahabat2 IMMAM disini mohon dibuka pintu maaf yang 
sebesar2nya.

  Wallahua'lam bisshawab,
  MA
    
------------------------------------------------------------------------------
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Muslim 
Armas
  Sent: Tuesday, June 05, 2007 11:47 PM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [immam] Re: Debat Sunni-Syiah sampai disini saja dulu



  Mana pula sekarang ini aku sempat baca buku2 tentang Sunni-Syiah. 
Alhamdulillah sewaktu SMP aku suka kali baca buku2 agama (setelah sempat 
tersesat dgn komik2 spt Kho Ping Hoo, Chin Yung dll). Entah kenapa, sekali aku 
baca sampai sekarang masih banyak yg kuingat terutama tentang sejarah Imam2 
Mazhab dan Fikihnya terutama perdebatan ttg fikih aku suka sekali karena aku 
jadi tahu dalil siapa yg kuat dan yg lemah. Mengenai bang Imad pun aku sudah 
tahu sepak terjangnya waktu kelas 3 SMP, makanya aku semangat kali ikut LMD 
beliau (semoga beliau selalu dilindungi Allah dan dijaga kesehatannya oleh 
Allah SWT, Amiin).
  Sewaktu kuliah dulu, disamping Kuliah Tawhidnya bang Imad, yang duluan aku 
baca adalah buku Islam Aktual (aku paling suka mengenai bab sosialnya bukan bab 
syiahnya), baru aku baca buku2 Ali Syariati, Muthahari, bahkan bukunya imam 
Khomeini tapi buku yg menggugahku adalah buku Dialog Sunnah-Syiah yg warna 
hitam itu sampai2 aku kagum sekali dengan ahlul-bait tapi sedikitpun aku tidak 
pernah menaruh benci kepada sahabat karena aku selalu berkeyakinan mereka lebih 
baik dari kita (awak ini apalah...) dan aku belum pernah baca riwayat Ali Ra 
bertengkar sama mereka. Jadi akupun terpaksa mencari buku2 yg mampu menjawab 
permasalahan yg diributkan kaum Syiah. Setelah aku dapatkan, akupun tidak 
menyimpan lagi buku2 seperti itu karena menurutku sia-sia saja meributkan 
masalah kekhalifahan Ali Ra, toh Ali RA pun akhirnya jadi khalifah juga. Yang 
penting make sense ajalah. Mudah2an aku tidak jadi takabur dan riya karena 
maksudku berbagi pengalaman hidup dan aku yakin abang2 lebih banyak lagi 
pengalaman daripadaku. 
  Sebenarnya ada beberapa hal pokok yg menurutku kenapa akhirnya timbul 
kelompok Syiah dan darimana ajaran mereka adopsi (kalo ini benar2 hasil 
ijtihadku, jadi bisa saja salah) tapi tidak etislah aku sampaikan di milis ini. 
Toh sampai sekarang aku masih berteman dengan sangat baik koq dgn mereka, 
karena mereka menghindari diskusi masalah ini setelah beberapa kali kami 
berdiskusi sebelumnya. Manabisa pula org semacamku mensunnikan org syiah 
(masalahnya sudah kompleks), yg bisa kulakukan hanyalah kalo didepanku mereka 
tidak mencela lagi sahabat nabi..........

  Salam,
  MA 


    ----- Original Message ----- 
    From: ekaaurihandj 
    To: [email protected] 
    Sent: Tuesday, June 05, 2007 1:15 PM
    Subject: [immam] Re: Debat Sunni-Syiah sampai disini saja dulu


    habis baca buku apa kau lim? kalau macam gini manstabnya, bisa sunni 
    semua orang kau buat.

    --- In [email protected], "Muslim Armas" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    >
    > Supaya nyambung baiklah aku tanggapi satu demi satu...
    > 





   

Kirim email ke