bang,, kapan tanggal pastinya ngumpul lagi??? awak boleh ikut nggak??? insyaAllah pas lagi dirumah awak minggu-minggu ini... sama alamatnya bang...ntah udah berapa taun awak nggak bisa ikut2 IMMAM ini... Jadi orang utan sekarang soalnya... hehehehhe Elwin Elbur Geologist bin tukang Batu
________________________________ From: Muslim Armas <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, July 25, 2010 10:39:13 AM Subject: Re: [immam] Rumah IMMAM Hahahahaha.. ..gawat kalilah anak immam kalo sampe resto pun dijaminkan, dasar org Bank!! Enak kali pula mau makan gratis, itu namanya pagar makan tanaman, awak walopun punya usaha sendiri tetap begaji juga, gak bisa awak ambil dulu sesuka hati awak. Tapi kalo bisa tunjukkan kartu member dan dapat discount, wajarlah, itupun kalo resto kita udah besar... Resto ini milik bersama Man, jadi semuanya harus berkontribusi, termasuk skill dan pengalaman kita selama ini. Jadi gunakanlah kemampuan yg sdh dianugrahkan Allah, jgn pula2 macam2...harus amanah. ________________________________ From: "emanfauzie" <emanofauzie@ yahoo.co. id> Sender: im...@yahoogroups. com Date: Sun, 25 Jul 2010 03:33:29 +0000 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: Re: [immam] Rumah IMMAM Aku masuk 20 juta tuk resto (dgn catatan aku punya komparasi masing2 investor), trus dikelola harus profesional. Challenge-nya yg gak punya jiwa bisnis cukup jd investor aja. Trus perlakukan bisnis itu milik bersama, jadi kalo makan harus bayar, dan bertindak sbg markom/PR dgn cara membawa sebanyak mungkin kerabat dan relasi tuk makan di situ. Trus tdk satu orangpun boleh memanfaatkan resto sbg jaminan untuk utang di luar (baik dgn pribadi maupun lembaga keuangan) Salam, emano Powered by Telkomsel BebekBerry® ________________________________ From: "Muslim Armas" <muslim_armas@ yahoo.com> Sender: im...@yahoogroups. com Date: Sun, 25 Jul 2010 03:16:31 +0000 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: Re: [immam] Rumah IMMAM Sekarang di BBM group IMMAM lagi berlangsung diskusi ttg Rumah Immam yg rencananya kita bikin skalian resto, kalo jadi kita bentuk koperasi Immam. Ini sepenggal petikannya: "Kalo strategis tempatnya sewa 100-200 jt. Biaya renovasi 20-50 jt. Beli meja, kursi dll 20-50 jt. Biaya operasional perbulan 10-20 jt. Jadi minimal kayaknya harus ada Rp 200 jt baru kita bisa bergerak. Kalo anak IMMAM ada 20 org sj berani msg2 Rp. 5-10 jt, berarti yg lainnya bisa nyetor 1-3 jt sj sdh cukup. Kita buat saja harga perlembar saham Rp. 1 jt, bagi hasilnya atau deviden sesuai dgn saham yg kita miliki. Kalau gak sekarang dimulai, kapan lagi???" Kalo responnya ok dan disetujui, aku komit 5-10 jt, Bambang 5 jt, belum tahu yg lain. Bagaimana dgn peserta milis ini? ________________________________ From: thal...@indosat. net.id Sender: im...@yahoogroups. com Date: Sun, 25 Jul 2010 02:48:45 +0000 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: Re: [immam] Rumah IMMAM Oke bang Muslim. Mantap Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ________________________________ From: "Muslim Armas" <muslim_armas@ yahoo.com> Sender: im...@yahoogroups. com Date: Sun, 25 Jul 2010 02:28:23 +0000 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: Re: [immam] Rumah IMMAM Setuju Thal, kita pakai sekre IA Jakarta utk rapat sabtu nanti krn ada tawaran, sayang tempatnya kalo tempatnya gak kepake padahal lokasi udah strategis (skalian awak jg ingin tahu sekretariatnya) , kita gak ada hubungan samasekali dgn IA, krn kita juga gak ngundang mrk, cuma pinjam tempat rapat saja. Kalau sekretariat kemarin diputuskan di kantorku yg di jalan Tambak, kalau mau yg di Jatiwarna sebenarnya ok juga. Yg aku ajak selain anak2 IMMAM, anak2 Aceh yg muda2, angkatan 96 sd 2000an. Jadi bukan senior2 IA yg lagi larut mengejar kekuasaan. Justru kalaupun kita suatu saat nanti kerjasama dgn mereka, itu cuma alat utk membesarkan lembaga kita bukan tujuan. Aku sgt sepakat ttg kemandirian mental, utk kesana kita mmg sudah mandiri dulu secara pribadi2, sering berkumpul utk saling mengingatkan, dan memang pengurus lembaga ini tdk byk2, mgk krg dari 10 org, utk apa byk2 tapi gak kerja dan gak fokus, dan kita buat spt perusahaan, ada modal awalnya, jadi gakbisa sesukanya datang dan pergi. Kalau ada yg tdk bisa pdhl berminat, kita anjurkan bergabung pada saat program sj, jadi tdk permanen, kita coba profesional asal mmg yg bergabung punya komitmen tinggi dan yg terpenting ikhlas krn apalagi sih yg kita cari dalam hidup ini sementara Allah sudah memberi anugrah yg luarbiasa banyaknya kepada kita..... Salam, ________________________________ From: thal...@indosat. net.id Sender: im...@yahoogroups. com Date: Sun, 25 Jul 2010 01:55:34 +0000 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: Re: [immam] Rumah IMMAM Idenya bagus Lim, asal kita tetap ingat pesan bang Imad: jika ada 2 orang berkumpul dengan ikhlas maka Allah ikut menjadi anggotanya, jika tidak ikhlas maka terjadi sebaliknya. Sori aku gak bisa hadir jumat malam lalu, ada halangan. Kalau mau memanfaatkan IA ITB dalam membangun kemandirian, menurutku justru senior2 di ITB banyak yg tidak memberi contoh yg benar tentang kemandirian, karena terjajah oleh mengejar jabatan dan jadi antek2 kapitalis asing. Jadi kalau mau pakai IA ITB harus ada introspeksi dulu dan jangan diulang lg sikap ketua2 IA ITB itu. Aku sangat setuju dengan koperasi IMMAM dan tema Kemandirian Bangsa karena itu masalah utama kita. Tapi kunci kemandirian bangsa adalah kemandirian mental kita dulu, jangan terulang lagi sikap mental yg dipertotonkan oleh alumni2 ITB saat memiliki jabatan penting. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ________________________________ From: "Muslim Armas" <muslim_armas@ yahoo.com> Sender: im...@yahoogroups. com Date: Sun, 25 Jul 2010 00:57:26 +0000 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: [immam] Rumah IMMAM Pada waktu IMMAM berkumpul kemarin di Mie Tibrok Casablanca yg dilanjutkan dirumah bg Eka, ada usulan bg Furqon utk punya rumah IMMAM, sbg rumah singgah, tempat kumpul maupun sekretariat IMMAM. Jika setuju, bisa kita urunan, kita bisa bentuk Koperasi IMMAM, yg bisa dipakai utk bermacam2 program. Disamping itu juga ada ajakan utk bersama2 dgn komunitas ITB lain mendirikan Lembaga Indonesia Mandiri yg berbentuk yayasan tetapi cara kerjanya dan komitmennya seperti perusahaan, siapa yg berminat dan mempunyai waktu bisa bergabung menjadi pengurus bagi yg tdk punya waktu bisa mensupport program tsb secara sporadis. Rencananya utk mematangkan pendirian lembaga tsb akan diadakan lagi rapatnya Sabtu ini jam 10 pagi di Sekretariat IA ITB Jakarta, diseberang Trakindo (samping tol TB.Simatupang- Ampera). Bagi yg berminat silahkan hadir. Salam, MA ________________________________ From: - ekadj <4ek...@gmail. com> Sender: im...@yahoogroups. com Date: Fri, 23 Jul 2010 19:50:42 +0700 To: <im...@yahoogroups. com> ReplyTo: im...@yahoogroups. com Subject: Re: [immam] ESQ Ok Yudi, bolehlah. Kalau kita ulang-ulang sikit, ESQ dimulai dengan gambar gelas yang terisi penuh, lalu dikosongkan. Jadi kepala peserta disimbolkan agar kosong dulu. Ini yang mungkin abang permasalahkan, bahwa esq berisi dengan banyak pembuktian-pembukti an empiris, walau itu dirujuk dalam Al Qur-an, namun tidak berarti menunjuk bentuk bukti seperti itu. Jadi bukti empiris bernilai kebenaran relatif. Pendekatan ini dalam Islam disebut mu'tazilah, yaitu suatu aliran yang mementingkan akal pikiran sebagai argumentasi terpenting. Boleh ditunjukkan sudah berapa banyak yang menjadi muallaf setelah esq? Jadi cukup jelas, ayat digunakan untuk rujukan pembuktian; pendekatan ini tidak benar. Mengenai simbol, suatu ketika akan coba abang jelaskan. Jadi dalam teori budaya ada yang dinamakan simbol, totem, taboo, dll. Simbol merupakan jembatan makna yang mengikat seseorang terhadap suatu pengertian. Contoh penggunaan ayat menjadi simbol adalah menjadi isim, rajah, dlsb. Contoh totem adalah kita mengamalkan ayat Kursi sebagai penangkal setan dlsb. Seharusnya kita memahami pengertian setiap ayat itu dan bermunajat langsung kepada Allah swt. Jadi memang tipis sekali pemaknaan tauhid di dalam hati kita, sehingga perlu tuntunan yang benar. Namun tingkat pemahaman dalam beraqidah juga bermacam-macam, mungkin metode esq bisa efektif pada tingkatan taqlid (dan ittiba'). Karena sudah ada 'peta mental' yang telah terbangun sejak kecil, namun ketika masuk dalam proses dewasa, seiring dengan meningkatnya permasalahan dalam kehidupan, peta itu tidak sanggup lagi menampung problema itu, seperti misalnya menjadi nrimo, atau malah berontak, dlsb. Simbol juga diperkenalkan dalam bentuk lukisan/diagram totem; walau merujuk ayat-ayat atau asmaul husna. Termasuk juga angka-angka, seperti kata bang Moeslim. Masalah metode nangis, justru ini juga menunjukkan metode ini tidak Islami. Seakan-akan Allah itu kita temui dalam keadaan duka dan nestapa saja. Padahal zikrillah itu harus kita lakukan dalam berbagai suasana, dalam bahagia, dalam senang, dalam kekalutan, dalam kepasrahan, dlsb. Rasulullah juga tidak mengajarkan hal-hal seperti itu. Ringkasnya, sebenarnya metode pelatihan adalah membangun kesadaran, mulai kesadaran aqidah, kesadaran syariat, kesadaran hakikat, hingga kesadaran ma'rifat. Pembelajaran esq sedikit tepat untuk pembelajaran hakikat, namun tidak tepat untuk aqidah, juga sangat jauh dari ma'rifat (karena manusia disuruh 'bermotivasi'). Bagi peserta hal ini mungkin berkesan, karena selama ini hanya dituntun secara aqidah dan syariat, namun belum kepada hakikat. Jadi hendaknya diolah pakai otak saja karena menambah wawasan, namun jangan pakai hati. Allahu alam. Sementara demikian. -datuk 2010/7/23 <yudilesmana2005@ yahoo.co. id> >Asw,klo boleh sharing sedikit abg2..alhamdulillah yudi pernah mengikuti >training >esq mulai dr teens sampe profesional aja.. >ESQ dlm menyampaikan materinya dimulai dengan keyakinan bahwa ALLAH itu ada >dan >Al-Qur'an itu benar isinya dan ditujukkan kepada seluruh ummat manusia,makanya >mereka selalu membuka training thp awal mereka dengan teori bigbang yg >sebenarnya jauh sebelum teori ini ada,Al-Qur'an sudah memilikinya. >ESQ pada tahap awalnya menekankan bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk >bagi seluruh ummat manusia,sehingga training ini tidak menutup kmungkinan >untuk >agama lain mengikutinya. Kebenaran isi Al-Qur'an ini lah yg membuat beberapa >org >dr agama lain masuk ke islam setelah mengikuti training ini (pengalaman swaktu >training di medan). >Sehabis menyampaikan itu,pada umumnya Trainer ESQ akan coba membawa kita ke >arah >pola pikir betapa kecilnya kita di hadapan ALLAH namun betapa sombongnya kita >selama ini. Untuk mencapai pola pikir itu lah esq menggunakan beberapa metode >yg >saya anggap kreatif dan sederhana sehingga mampu dgn mudah diserap peserta >trainingnya (tidak ada pengenalan simbol2 baru dan semuanya tetap berdasarkan >Al-Qur'an dan Hadist). >Pada tahap akhir training ini (pada level dasar) trainer mencoba mengingatkan >kepada peserta betapa dekatnya kita dengan kematian,namun begitu banyak dosa >yg >kita bawa jika besok kita mati..disitu lah knapa banyak org yg bertangisan di >akhir acara. >Pada level berikutnya pd training ini akan lebih mendetil,bahkan waktu itu >saya >pernah diajak untuk melakukan zikir bareng di puncak menara 165,namun waktu >itu >berhalangan hadir. >Yudi rasa tidak ada yg salah dr training ini,mungkin dengan mencoba ikut >training ini bisa menambah wawasan..wassalam > >Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >Teruuusss... >! > ________________________________ >From: - ekadj <4ek...@gmail. com> >Sender: im...@yahoogroups. com >Date: Fri, 23 Jul 2010 08:16:10 +0700 >To: <im...@yahoogroups. com>; <alumnimuslimitb@ yahoogroups. com> >ReplyTo: im...@yahoogroups. com >Subject: [immam] ESQ [1 Attachment] > > >Rekan-rekan ysh. >Berikut saya cuplik beberapa komentar saya mengenai ESQ dari suatu diskusi di >milis. Wassalam. > >1 >Sedikit yang saya ketahui tentang ESQ. Memang dapat menimbulkan salah >pengertian >bila sebelumnya tidak diberikan pemahaman yang benar, dan juga dapat >menyesatkan >bila tidak disampaikan dengan benar. >Basisnya adalah training psikologi, saya kira berangkat dari achievement >motivation training (AMT) yang populer pada era 80-an. Jadi ada pembangkitan >emosi, pemunculan kesadaran, untuk selanjutnya memberikan arahan psike positif. >ESQ bukan training keagamaan, karena tidak beranjak dari kesadaran tauhid dan >aqidah, yang seharusnya tumbuh sebagai hidayah, bukan sebagai sesuatu yang >ditimbulkan secara terkondisi oleh lingkungan dan pengetahuan. Kesadaran >aqidah >membutuhkan proses yang panjang dan terus-menerus, disebutkan dari buaian >hingga >liang lahad. Dengan kata lain, proses training 3-7 hari tidak cukup untuk >mencapai kematangan aqidah, mungkin hanya bisa sampai pada sekedar proses >pubertas kesadaran. Dan juga tidak boleh disebut sebagai 'pengajian', karena >pembelajaran ilmu agama membutuhkan pembimbing yang santun dan proses >pembelajarannya secara tawaddlu'. Diberikan secara hikmah dan keteladanan, dan >bukan dibangkitkan secara emosional; sebagaimana telah dicontohkan dalam >da'wah >Rasulullah. Metode da'wah emosional-spiritual hanya berhasil disampaikan pada >kelompok masyarakat tertentu atau kondisi tertentu, seperti dulu Sunan Muria >mengajarkan tauhid kepada perampok yang bernama Kalijaga. Di Minangkabau, pada >era Paderi I metode ini juga digunakan, dan ternyata kurang mendapat tempat >dalam masyarakat. >Dengan demikian saya cenderung menyebutkan ESQ adalah training psikologi. Dan >training ini bisa sesat bila metode pembangkitan kesadaran (emosi) >memanfaatkan >simbol-simbol agama secara tidak tepat. Bila hendak digunakan juga melalui >kesadaran keagamaan, seharusnya sesi itu disampaikan oleh fasilitator yang >memahami sepenuhnya ilmu agama dengan menggunakan metode da'wah yang dapat >disesuaikan. Apalagi bila di dalam training tersebut diperkenalkan >simbol-simbol >baru, yang mudah-mudahan hanya melekat di otak, tapi jangan sampai di hati. >Demikian sedikit komentar berdasarkan pengetahuan yang sedikit. Terlebih >terkurang mohon dimaafkan. > >2 >Memang kalau diperhatikan pada beberapa training selalu mengambil metode alam >bawah sadar (unconsciousness) untuk menuntun refleks dan tindakan/pemikiran >tersembunyi. Untuk sampai ke situ biasanya melalui kelelahan, pembangkitan >emosi, kebuntuan logika, dst. Bila tidak ada interaksi, atau satu arah, maka >selanjutnya adalah indoktrinasi, atau pemasukan nilai-nilai secara sepihak. >Coba >bandingkan dengan metode-metode yang lebih interaktif, pemasukan nilai bisa >dengan kesadaran. Permasalahannya adalah, apakah metode seperti ini Islami? >Mungkin dapat kita bandingkan dengan bagaimana Rasulullah menyampaikan >risalah. >Kalau belum mendapatkan contohnya maka kita bisa mengkategorikannya sebagai >metode ilmu pengetahuan biasa (: psikologi). >Dengan demikian kesadaran spiritual sebenarnya adalah sesuatu yang dapat >diterima secara sadar, dan tidak mesti logis, karena ada unsur hidayah di >dalamnya, dan tentunya tidak memerlukan argumentasi pembuktian. Pembuktian >adalah suatu metode ilmu pengetahuan yang secara sifatnya adalah bernilai >relatif. > >3 >Satu hal lagi adalah mengenai asmaul husna, yang sebenarnya merupakan kognisi >dari > >sifat keilahiatan sebagaimana disebutkan dalam Al Qur-an; dan sesungguhnya >kurang tepat bila hal tersebut dilekatkan sebagai sifat makhluk/manusia. Saya >belum membaca bila Rasulullah sendiri dilekatkan dengan satu atau beberapa >asmaul husna, dan hanya al Amin, shiddiq, amanah, tabligh, fathanah. Jadi >kurang >tepat bila asmaul husna dilekatkan pada sifat makhluk/manusia. Mungkin perlu >ada >koreksi mendasar dalam konsep esq selama ini. > >4 >AMT mulai populer di Indonesia sekitar akhir 1980-an. Salah seorang tokoh yang >mempopulerkan adalah Dr.Ir. M. Imaduddin Abdurrahim, M.Sc. (alm). Bang Imad >telah memulai metode training di masjid Salman Bandung sejak tahun 1970an, >yang >disebut Latihan Mujahid Da'wah (LMD). Sekembali dari USA tahun 1986, Bang Imad >meneruskan program LMD di Salman, namun hanya 1 angkatan karena ada larangan. >Selanjutnya dilangsungkan di luar Salman, termasuk sering mengisi pelatihan di >Malaysia, di antaranya melatih kader UMNO dan ABIM. >Sekitar tahun 1988 ada permintaan pelatihan semacam LMD untuk kebutuhan >perusahaan dan lembaga tertentu, dan untuk itu Bang Imad mengubah judul >pelatihan menjadi AMT. Metode dasarnya LMD dengan menambah materi manajemen >dan >kepemimpinan. Namun Bang Imad tidak pernah mematenkan metode pelatihannya, >sehingga banyak ditiru dan dimodifikasi banyak pihak. Saya termasuk orang yang >diamanahkan untuk melanjutkan tradisi LMD. >Bila sekitar awal 1990an muncul metode ESQ, bukan hal yang aneh. Namun >mengatakan ESQ memulai metode spiritual dalam pelatihan sdm, perlu suatu >koreksi. > >5 >Saketek nan dapek ambo ketahui, pengetahuan SQ, EQ, dll bamulo dari ilmu-ilmu >fenomenologi nan bakambang sapanjang era modern, tarutamo oleh Saussure, >Ricouer, hinggo Heidegger. Inti pengetahuan adolah subyektivisme sarato >kognisi-relasi pado manusia-alam. Metode iko ocok digunokan para ahli >psikologi >dalam risetnyo. >Walaupun ambo alun mambaco bukunyo, pencerahan Zohar ambo kiro datang dari >'pembuktian fisika' nan dikaikkan pado aspek transendental manusia modern. >Kalau >AGA, nan ambo tangkok alah mangumpuakan dan mangkompilasi dari babarapo >literatur, nan sucaro logika psikologi alah mambantuak pola peta mental >manusia. >Dan kasudahannyo dalam metode esq hal iko ditambahkan dengan 'pembuktian >fisika' >nan dapek dikato 'pembuktian empiris' nan mambateh pengetahuan 'ultimate' >manusia. Cubolah 'pembuktian-pembukti an' itu ditarangkan oleh urang nan >ahlinyo, bukan oleh trainer sucaro retorik, padahal doktor fisika teori di >Indonesia hanyo 15 urang banyaknyo, tantu balain kajinyo. >Metode fenomenologi dalam Islamologi sabananyo alah dikambangkan oleh Al >Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin, nan disabuik dengan muhasabah. Namun kaji >filsafat Islam iko memang tabateh urang nan mampalajarinyo dan >mangambangkannyo, >karono ado pergulatan pemikiran maso itu, antaro lain pendekatan >empirik-sosiologis oleh Ibn Rusyd dll. Tamasuak pado era pemurnian >(wahabiyyah) >hingga era raushan fikr di ujung abad 19, antaro lain malalui Jamaluddin Al >Afghani dan Muhammad Abduh. Kutiko kito masuak ka era modern di awal abad 20, >awak talambek mangambangkan metode itu, sumantaro di negeri Barat metode itu >justru mulai dikambangkan. >Jadi memang dapek diakui bilo AGA tamasuak salah seorang nan mampopulerkan >perkawinan antaro metode fenomenologi dan sains, sarato ayat-ayat aqliyah di >Indonesia; walaupun metodologinyo alun tasusun dengan batua. Jadi blank-spot >pado relasi ditutuik dengan simbol, dan hal iko memang rawan perdebatan. >Sabagai >contoh, pengenalan aqidah disampaikan dengan pembuktian empirik, padahal >aqidah >itu bersifat hidayah, sarato bukti empirik itu adolah bersifat relatif sucaro >waktu. >Sahinggo esq bisa efektif pado babarapo level pemahaman ummat, yaitu sucaro >taqlid dan ittiba', namun tantu kurang sasuai untuak para mujtahid. Kalau ado >mufti nan mamiliki pandangan sasuatu, tantu awak harus dapek memahaminyo. Jadi >indak ado model demokrasi dalam keyakinan beragamo. > >Mohon maaf yang terakhir ini dalam bahasa Inggris. Berikut sebuah link >http://www.nahimunk ar.com/nasehat- buat-bapak- ary-ginanjar/, dan sebuah >bahan >terlampir. >Wassalam. >
