kenapa harus ngeri mas? mengapa kita minta proteksi? bukankah hal itu membuat kita harus melihat diri kita untuk lebih berbenah diri? klo memang merasa skill kita kurang dari para expatriat jadikan diri kita semakin maju,tingkatkan skill karena disitulah letak persaingan sehat, jangan malah minta proteksi, justru dengan proteksi tidak akan menambah semangat kita untuk maju. Tingkatkan daya jual kita, apa yang kurang dari diri kita kembangkan menjadi sisi positif yang membangun.
Kalaupun kita menjadi kuli, jadilah kuli yang bermartabat. Bagi saya menjadi seorang kuli tidak ada jeleknya, karena semua pekerjaan adalah baikjika dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan selalu berusaha untuk maju. Semoga nantinya bisa naik menjadi mandor (tetep dianggap sebagai kuli, karena diatas mandor masih ada lagi). klo orang asing banyak masuk ke negeri kita, ya kita juga bisa gantian, kita keluar dari negeri kita cari pekerjaan di luar negeri jika skill kita sudah bisa diandalkan. Dan jangan lupa, berdoa. Karena dari diriNya lah semua diatur dan ditentukan. salam sh Ujang Jaenudin wrote: > > all, > > kita ini masih berbangga menjadi bangsa kuli, > apalagi menjadi DBA yg ratenya 2 digit or lebih > > sebenarnya pasar DBA di dalam negri masih luas > dan mereka (indians) sudah mulai menyerbu pada area tsb mulai dari 3 > tahun terakhir. > > so, perlukah kita ramai2 ke menkertrans untuk minta proteksi? > ataukah kita serbu juga pasar mereka di luar indo? > > masalahnya jarang ada perusahaan local yg mencari pasar di luar indo... > > just curious saja...jika ada teman2 yg mungkin mau memulai mendirikan > konsultan yg pasarnya di luar indo.... sepertinya wajib didukung :) > > -- > thanks and regards > ujang | oracle dba > jakarta - indonesia > > Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com

