Betul sekali mas Ario.

Itulah makanya film Stargate banyak belajar dari kelemahan scenario
film startrek. Mereka selalu memberi batasan semuanya sehingga fans
gak protes2 terus... ha ha ha... 

Nah sekarang kalau adaptability mereka itu berhubungan erat dengan
technology yang mereka acquire dari hasil asimilasi, maka virus baik
dalam artian sebenarnya, bacteria atau virus komputer, semuanya ada di
knowledge yang mereka punya di databanks nya. Maka seharusnya mereka
akan selalu bisa mengadapt nya. Begitu ada virus sekecil apapun yang
masuk ke organic part dan merusak, mereka bisa adapting. Juga virus
komputer... heh... masa race yang bisa asal nancepin mesin ke nerve
system di tulang belakang human, tanpa darah berceceran dan gruesome
luka infeksi gak bisa nangkis virus? heeeeeh... medical data base nya
borg ship di jamin jauh lebih lengkap dari semua ras yang ada di
federation deeeeeh! Virus komputer? Heh, balik maning nang
Independence Day!

Karena nya ending voyager itu jelek banget menurut gue. The writers
simplify matters. Well kalau nulis cerita punya musuh yang powerful,
harusnya melawan nya juga dengan cara yang either more powerful or
outsmart them. Nah kalau databanks mereka dari beribu2 races yang
advancement technology nya rata2 selevel dengan manusia atau lebih
tinggi... how can you outsmart the borg, logically? kecuali mereka
main asal assimilate races tanpa pandang bulu. Lha buktinya races
seperti ferengi atau ras yang technology nya masih sederhana kan gak
pernah diincar oleh borg toh? 

I say, Borg should have never been able to be defeated. 
Why? Because they evolve faster than any other fully-organic beings. 

Salam,
Indie

--- In [email protected], "Ario Wirawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Mengenai kenapa Borg tidak dilawan oleh senjata proyektil (maksud
> pertanyaannya secara permanen kan?), ini juga terkait dengan
adaptabilitas
> Borg. Pisau dapur, batleth dan peluru Thomson yang ditembakkan Picard
> berhasil membunuh Borg hanya karena mereka "belum tahu" akan sifat
> destruktif dari senjata-senjata itu, atau mungkin lebih tepatnya, tidak
> menyangka bahwa mereka akan diserang oleh senjata-senjata itu, sehingga
> personal shield mereka tidak diset untuk menangkis senjata-senjata
tersebut.
> Mereka (saat itu) hanya siap menghadapi senjata energi. Perlindungan
itu pun
> masih lolos pada beberapa tembakan pertama karena Worf merotasi modulasi
> phaser kru Enterprise.
> 

> 
> Ario
> 
>  


Kirim email ke