Hi,

 

Agama mangajarkan banyak hal. Masing-masing orang menerima ajaran itu dengan
tingkat pemahaman yang berbeda, sesuai dengan nalarnya masing-masing.

Tujuan Agama adalah mulia demi kebaikan umatnya dan mengajarkan bahwa Tuhan
itu ada dan satu-nya zat yang wajib disembah.

 

Saya pernah berdebat, bahwa agama adalah doktrin.

Saat saya bertanya kepada teman saya itu, "Mengapa Tuhan Maha Esa?"

Jawabannya, "Karena Dia tidak dilahirkan dan tidak memiliki anak.. Dan
lainnya." yang saya tau bahwa ia mengutip kitab suci.

Dia benar. Namun jawabannya tidak memuaskan saya.

 

Bagi saya, Tuhan Maha Esa karena dia-lah Zat yang tidak dapat dibagi lagi.
Bahwa zatnya adalah Fundamental dari segala zat yang ada. Dialah Penyebab
dari semua eksistensi. sebagai Awal dan Akhir.

Termasuk ruang, waktu, dan semua yang menempati ruang-waktu tersebut. God is
the true "Singular Background Independent Force"

 

One clue of God; The Zero-Brane Entity.

 

IMHO lho.. Hehehe.

 

 

Saat pertama kali saya menyaksikan Q dihadirkan di Star Trek. Adalah suatu
yang menggetarkan hati bagaimana Gene R menggoda pemahaman orang atas Tuhan.

Cara yang halus dan cantik untuk menembut threshold itu.

Seolah-olah Gene ingin mengatakan, "Nih, saya ciptakan karakter Q yang serba
kuasa. Kalau ini terlalu kuasa bagimu, maka Tuhan-mu jauh labih dari yang
bisa dibayangkan manusia."

Hehehehe..

 

IMHO lagi..

 

 

Salam,

Eri

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Keanu R
Sent: Friday, September 14, 2007 4:49 AM
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...

 

apa yang di ajarkan ttg universe oleh agama on earth di tingkat filosofi.
terus teori fisika yang ada juga spt teori string masih dikategorikan
filosofi.
(walaupun secara matematika terlalu indah u/ salah)

kayaknya beda nya : matematika
bagi kita yang punya banyak waktu ini pendekatan yg menyenangkan
tapi kalo' kita harus ngurus ini & ngurus itu
pendekatan agama lebih praktis :)

walaupun jalan menuju tuhan sebanyak nafas mahluk nya, 
atau sebut saja tak hingga,
kita punya hak u/ mimilih sesuai selera kita.

jika science pada akhir nya membuktikan tuhan 'ada',
paling tidak kita sudah meng-hemat waktu :)
jika sebaliknya :
a. kita terima, aja
b. tdk terima:
1. tetap beriman
2. bikin science yang membuktikan teori awal salah :)

Salam
MN

--- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam Sejahtera...
> 
> Pada senin, 10 September 2007, Erianto Rachman menulis:
> 
> > bahwa segala sesuatu adalah cyclic. Siklus. Mati, tercipta
> > kembali, terus begitu tanpa habisnya.
> 
> Saya tertarik dengan konsep Hindu mengenai keberadaan kita, yaitu 
> mengenai sistem yang sadar mengenai keberadaan dirinya sendiri. Daur 
> hidup sistem tersebut merupakan yang terpanjang yang pernah saya kenal, 
> yaitu 311 triliun tahun, yaitu masa hidup Brahma.
> 
> Hal yang dikisahkan dalam ST, Stargate dan seterusnya belum sampai pada 
> makna keberadaan alam ini, namun merupakan salah satu alat untuk 
> mengenalinya.
> 
> Sementara mengenai mengenai "plane of existence", telah lama dipaparkan 
> dalam ajaran Buddha.
> 
> 
> Sharif Dayan
> di Palembang
>

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke