Gini aja, pas nanti di sorga,
setelah 'akhir-nya-bosan',
kita secara aklamasi minta ke Tuhan
untuk dikirim kembali ke bumi/dunia,
jadi mortal lagi, dan kali' aja nanti masuk surga lagi :)

Salam
MN
***But we need the spoon  :)

--- In [email protected], Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam Sejahtera...
> 
> Pada Selasa, 18 September 2007, Keanu R menulis:
> 
> > Ngomong2 soal mati masuk surga,
> > apa yang terjadi kalo' sdh di surga yaa?
> > berapa 'lama' itu??
> > apa gak bosan disurga??
> > jangan2 itu cuma holodek dengan pilihan program2 yang menyenangkan ?
> 
> Pada kisah Pandawa Seda, diceritakan Pandawa akhirnya menetap di
Neraka, sementara 
> Kurawa di Surga. Tapi ternyata itu hanya 'tipuan'.
> 
> Pernah terbersit dalam benak saya, bahwa yang kita kenal dan kita
tuju nanti 
> sebetulnya menjadi bagian perjalanan yang masih panjang. Mungkin ada
pengaruh 
> ajaran Buddhis di sini, tapi yang jelas jauh sebelumnya saya sudah
'tercerahkan' 
> melalui cerita anak-anak karangan HC Andersen berjudul "Puteri Duyung".
> 
> Menurut cerita itu, masih ada tahapan lain yang dilalui makhluk fana
sebelum 
> sampai pada tempat peristirahatannya. "The Matrix" juga menjadi bagian 
> 'pencerahan' itu, juga mengenai "Q Continuum".
> 
> Masakah segala sesuatu yang gegap gempita yang kita kenal ini harus
berakhir 
> karena sel-sel sudah tidak berkemampuan berregenerasi ? Sang
Pencipta yang kita 
> yakini esa adanya itu jauh berada di luar segala kemampuan kita. Di
luar 'kulit' 
> yang kita perbincangkan dalam subyek "xBrane" ini, entah seberapa
lagi 'lapisan' 
> yang menunjukkan ketidakterlukiskan Yang Mahakuasa.
> 
> Itulah yang menyebabkan saya menganggap ST menjadi bagian penting
dalam kehidupan 
> saya, karena ia serupa jendela, untuk memandang ke 'luar sana' dan
belajar untuk 
> mendapatkan gambaran tentang Sang Pencipta !
> 
> 
> Sharif Dayan
> di Palembang
> 
> "There is no spoon"  (The Matrix)
>


Kirim email ke