Apa yang disampaikan oleh rekan Ario itu memang benar realistis, kenyataannya 
memang demikian kesulitan yang dihadapi di lapangan dunia sinetron. 
 
Dulu waktu saya kerja di Bank Danamon skitar tahun 1996, saya pernah di telpon 
oleh seorang investor yang mau membuat PH. Dia apply pinjaman dari bank untuk 
modal menyelesaikan Film Bende Mataram yaitu berupa serial silat.
Pemerintah bahkan menetapkan untuk PH yg baru berdiri, harus pertama-tama 
membuat cerita tradisional. Maka itu sekitar tahun 1990an sangat banyak serial 
cerita2 silat dan tradisional.
 
Nah, si investor yg berhubungan dng saya ini dia harus membiayai sendiri film 
serial yang dibuatnya jadi beberapa episode, lalu menawar-nawarkan film itu 
kepada Stasiun TV, dan kalau OK dibeli, maka episode yg sudah 70% jadi itu akan 
dibeli dan uangnya untuk menyelesaikan serial itu sampai selesai satu session. 
Oleh karena itulah resiko kerugian yang harus ditanggung sebuah PH tidak kecil. 
Kalau mereka sudah membuat beberap epoisode awal, itu saja sudah memakan biaya 
sampai ratusan juta bahkan bisa ke angka milyar, kalau settingnya memakan biaya 
besar, apalagi kalau memakai special2 efek. Saya pernah dikasih tau, untuk 
membuat efek tangan seorang pendekar mengeluarkan listrik menyala-nyala atau 
menembakkan "sinar laser" tenaga dalam dalam periode beberapa detik saja bisa 
memakan biaya sampai dua puluh lima juta lebih (itu aja tahun 1995/1996). Bisa 
dibayangkan kalau PH itu harus membuat pesawat luar angkasa plus tembak2an 
sinar laser/ photon torpedo,
 plus teknologi film yg menggambarkan shuttle craft keluar dari pesawat 
enterprise dan mendarat mulus di permukaan planet, spt film ENTERPRISE, bisa2 
satu episode saja bisa memakan biaya sampai Rp.500 juta-an 
 
Kalau PH tsb sudah sukses menjual satu serial cerita silat nusantara/ 
tradisional. maka selanjut2nya mereka boleh membuat cerita-2 romantika/drama / 
soap opera sehari-hari yang berbiaya murah dan sedikit resiko investasinya 
(ibaratnya syuting di rumah pun jadi). 
Nah itulah sebabnya para produser film sinetron bak jamur di musim hujan sangat 
senang membuat sinetron-2 cengeng yg tidak perlu pakai otak utk menontonnya, 
tapi bisa membuat para pembantu rumah tangga dan para ibu-2 menangis 
tersedu-sedu emosi bercampur aduk dibuatnya, sinetron2 macam begitu laku keras 
bak kacang goreng. Biaya pembuatannya murah, jualannya kenceng banget, balik 
modalnya cepet. 
 
Hal itu sebaliknya dari pembuatan film Sci Fi. Ingat saja dulu pilot episode 
Star Trek TOS, dulu hampir diberhentikan oleh PARAMOUNT, karena dianggap 
meragukan dipasar, untunglah mendiang Gene Roddenberry terus memasarkan ide2nya 
supaya bisa diterima oleh pihak investor. TOS season III itupun dibuat semata 
karena "desakan"-2 sangat kuat dari para fans fanatik Star Trek yang terus 
menerus "membombardir" studio Paramount dengan surat2 permintaan STAR TREK TOS 
dilanjutkan; sampai akhirnya pihak studio berkata kpd para fans: 
"oke..oke..kami akan membuat Session III Star Trek, tapi tolong hentikan 
mengirimkan surat-2 itu kepada kami"..pihak PARAMOUNT sampai angkat bendera 
putih terhadap desakan2 para fans berat STAR TREK di masanya. 
 
Nah keadaan sebaliknyalah yg terjadi di Indonesia saat ini. Para fans sinetron2 
cengeng dan tidak masuk akal itu lah yg mendominasi pasar saat ini. 
Sehingga, para investor PH, apabila ingin membuat film Sci Fi, pasti akan 
berpikir beribu-ribu kali akankah mereka berani menanggung rugi milyaran rupiah 
kalau sampai film mereka tidak dibeli oleh stasiun TV manapun. 
 
Mengenai film sinetron Indosiar: UFO itupun, saya berspekulasi, mereka berani 
membuat menjadikan film "aneh bin ajaib" itu semata-mata dikarenakan mereka 
bisa memasang Anjasmara utk beracting dng gaya "cecep" nya yg imbisil, idiot 
dan memimpikan wanita pujaan yg diperebutkan para pria. Bagaikan cerita pungguk 
merindukan bulan. 
Nah, bumbu2 UFO itu dibuat utk "menjembatani" hal2 yg tidak logis dan tidak 
masuk akal supaya lebih bisa diterima oleh jalan cerita yg akan di 
paksa-paksakan supaya bisa "nyambung". 
 
Jadi..perjalanan pembuatan film Sci Fi di Indonesia, ini bila kita mau 
memimpikan ada investor PH yg berani membuat film mirip dng ide-ide star trek, 
mungkin akan menghadapi dilema tantangan yg puluhan kali lipat lebih berat 
dibandingkan dulu ketika Gene Rodenberry ketika menjual ide nya mengenai Star 
Trek, padahal masa itu USA sudah memasuki abad penjelajahan ruang angkasa.... 
Indonesia ? eeeehhhmmmmm....sekarang baru masa penjajagan pembuatan roket kali 
ya? (India dan China saja sudah bisa membuat roket ulang alik ke orbit bumi 
pada saat ini) :) 
 
Kecuali mungkin..kalau ada keajaiban, dimana ada milyarder bekas anak presiden, 
yg gandrung SciFi / Star TRek dan berani kehilangan milyaran rupiah utk 
mewujudkan sebuah film Sci Fi di Indonesia yg bermutu, mungkin saja barulah 
impian itu sedikit mendekati kenyataan. 
Yang paling simple dan paling mungkin utk diwujudkan sebenarnya adalah: apabila 
Stasiun TV kita berani membeli dan menayangkan film2 STAR TREK ..kalau itu saja 
bisa dilakukan..itu sudah sangat bagus banget ... :) 


~ LIVE LONG and PROSPER ~
Bowo T. Suharso
http://trekphilosophy.blogspot.com/
http://facebook.com/trahutomo
SKYPE: bowo.trahutomo
LinkedIn: http://id.linkedin.com/in/bowotrahutomo

--- Pada Sel, 5/1/10, Ario at Yahoo dot Com <[email protected]> menulis:


Dari: Ario at Yahoo dot Com <[email protected]>
Judul: Re: [Indo-StarTrek] Re: Sinetron terbaru INDOSIAR : UFO
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 5 Januari, 2010, 3:49 PM


  



Dulu...

Dulu saya kerja di production house Millenium Visitama Film. Mengenai bisa 
nulis script, ya orang kan kebisaannya beda-beda. Ada yang bisa nulis skenario, 
ada yang bisa nulis lagu, ada yang bisa nulis program komputer. Otodidak aja 
sih. Ada bakat sedikit, lalu diasah oleh pengalaman kerja dan lingkungan kerja.

Mengenai bisa tayang di Indosiar, nah kalo itu betul-betul bukan saya, tapi si 
pemilik PH sekaligus produser. Dia ini produser kawakan dari zaman dulu dan 
relationship dengan stasiun-stasiun TV nggak diragukan lagi, karena memang itu 
bidang bisnisnya dan keahliannya. Jadi memang nggak bisa seperti membalik 
telapak tangan. Dibangun pelan-pelan dan lama.

Jadi saya nggak bisa menjelaskan prosesnya di sini, karena merupakan proses 
yang panjang dan bersifat lobying. Tapi kalau ada yang punya konsep serial dan 
naskah yang mau dijadikan sinetron, maka saya bisa menyarankan untuk menawarkan 
konsep tersebut, disertai beberapa episode contoh naskah, ke PH-PH. Banyak 
banget PH di Jakarta. Just pick any. Or better yet, pick all. He he he...

Tapi yaaah, namanya menawarkan konsep, sama aja dengan orang jualan barang 
lainnya, jangan berharap akan diterima. Kalaupun diterima, jangan berharap 
langsung seketika diterima. Kalaupun pada akhirnya diterima, jangan berharap 
akan menjadi persis plek ketiplek seperti yang kita inginkan. Betul bahwa 
kemungkinan besar akan ada kompromi, karena ada sisi-sisi tertentu yang mungkin 
tidak dilihat oleh penulis skenario, tetapi dipandang perlu oleh produser. 
Itulah, antara lain, tugas saya dulu pada saat kerja di MVF, menilai dan 
mempercantik konsep dan skenario orang lain.

Kalau mau langsung menawarkan ke stasiun TV: kemungkinan "jadi"nya lebih kecil 
dibanding lari ke PH, sebab TV nggak punya tim produksi yang kuat untuk bikin 
sinetron. Mereka lebih suka beli aja ke PH. Indosiar adalah salah satu yang 
paling kuat produksi sinetronnya, tapi itu pun dulu. Sekarang kekuatan itu 
sudah diturunkan dan mereka juga lebih suka beli.

Begitu mungkin yang bisa sedikit saya sharing-kan berkenaan dengan hal itu. 
Mengenai naskah Bro Levin sendiri, maksudnya nggak jelas arahnya ke mana itu 
ceritanya yang akhirnya nggak jelas arahnya atau ceritanya bagus tapi nggak 
tahu mau dijual ke mana? :-P

Silver Surfer? Jauhlah, Bro! Masih banyak kendala yang kita hadapi untuk 
mencapai atau bahkan mendekati level itu. He he he... Apalagi waktu saya bikin 
Mister Hologram. Itu kan udah hampir 10 tahun yang lalu.

Ario

____________ _________ _________ __
From: L'evin <tran...@gmail. com>
To: indo-startrek@ yahoogroups. com
Sent: Mon, January 4, 2010 6:06:52 PM
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Sinetron terbaru INDOSIAR : UFO

Hmm.. bung Ario ni bkerja dimana kok bisa nulis script & bisa tayang di 
Indosiar? kalo bisa di sharingkan bagaimana prosesnya agar suatu saat ada 
naskah juga dari komunitas kita yg bisa tayang ke TV - sekalipun harus 
compromise nantinya.. better than nothing

~ sebenarnya saya pernah nulis naskah ttg kehidupan seorang trekker, tapi tidak 
jelas kemana arahnya.. hahaha ~

konsep kesaktian Mister Hologram = Silver Surfer tapi jauuh lebih keren Silver 
Surfer
^_^

[Non-text portions of this message have been removed]









      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke