Nah ini nih...

Gue setuju! s/fx seharusnya bukan dilihat sbg kedala ongkos yg mahal.
Soalnya banyak aplikasi untuks/fx yg free dan opensources untuk dipakai
sebagai tool membuat film.

Namun balik lagi ke budaya kerja melayu, hampir segan kalo sudah menyetuh
hal2 yg bersifat riset & engineering(rekayasa), maunya memakai tool branded
dan tinggal pakai, walaupun dng konsekuensi "mahal".
Sbg gambaran aja  film kingkong dng Weta studio memakai aplikasi CGI
opensource 'Blender' bukannya Maya atau 3DMax. Namun bleder yg dipakai tentu
tidak sama spt yg kita download free dari situs blender....tapi sdh
direkayasa abis-abisan untuk memenuhi film tsb. Gambaran lain, adalah avatar
3D, jangan harap ada kamera 3D dipasaran (spt: Arriflex dll) seperti dipakai
james cameron. James cameron sdh bertahun ngutak-ngatik dan modifasi kamera
stereo sejak film Ghost of Abbys untuk film IMAX 3D.

Walau film saya sebut diatas akhirnya berujung mahal juga, bukan krn
toolnya.... tapi fidelity yg dikejar untuk mencapai quality yg sesempurna
mungkin.

so ngga heran walau ada sinetron memakai  s/fx tapi tetap aja kelihat
canggung hasilnya krn cuma memakai fitur 'default' dari perkakas yg mereka
punya.....bisa maklum juga seh...alasannya lain adalah karena kejar tayang.
bukan kejar high fidelity

/ivul
Mengenai film idenpendent, yu' kita buat film sendiri (he he he kayaknya gue
dah ucapkan ini berkali-kali deh). perduli amat dng birokrasi: ongkos
sendiri, buat sendiri, nikmati sendiri, syukur2 bisa ikut festival film indi

Dng jelimetnya birokrasi film /
2010/1/6 L'evin <[email protected]>

>
>
> ttg mahalnya special effect, saya kira itu dulu, seharusnya sekarang lebih
> murah krn teknologi komputer sedemikan pesat dalam membuat SFX. sulit iya,
> tapi kalo mahal.. nggak semahal dulu deh. mungkin ada yg pernah melihat
> karya animator lokal? kualitasnya ya seadanya krn independen, tapi lumayan
> lah kalo dibandingkan dgn iklan2 yg sekarang semakin byk pake animasi.
>
> ttg film independen, ada cucunya james ... yg buat, saya lupa namanya yg
> jelas dia baru 18th, kalo ga salah film ttg kemerdekaan. benar2 langka,
> selain krn dia masih muda sudah skolah film sampe LN, juga krn dia lobying
> sendiri utk modalnya ga pake nama besar kakeknya. budget utk itu habis 10M
> kalo ga salah..
>
>
> --
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke