Barusan saya dikasih info penting ttg penggunaan GSM di luar negeri. Dia
bilang, kalau nggak mau kena biaya HP yg tinggi, kalau keluar negeri,
matikan saja HP-nya dan tinggalkan pesan ke nomor domestik dinegara tujuan
mereka untuk menelpon. Kenapa begitu?

Karena setiap kali HP kita berdering nada panggilan dr Indonesia, biaya
roaming langsung "ON", kan kita sdh pakai frekwensinya atau gelombangnya
atau band-nya, walau telpon tidak diangkat. Jadi, dr pd terkaget-kaget
terima tagihan yg melonjak lebih baik dimatikan saja ... Kalau ada yg
penting bisa lewat sms saja. Tapi hati2 kalau operatornya XL, kenapa? Karena
kalau diluar negeri setiap sms yg kita kirim kena biaya sekitar Rp 5.000,-
diluar pajak2, tapi tergantung negaranya, umumnya sih segitu ...

Lalu untuk komunikasi, usahakan beli saja sim card lokal ... bagus2 ada yg
pakai VOIP ...

Kalau sim card apa yg bagus di masing-masing negara,silahkan check sendiri
di thorntree forum, dimasing-masing negara, ada koq infonya, tinggal search
saja ...

ossy'81-JKT


On 10/17/07, Cornelius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Dear rekan IBPers,
> Saya ada rencana mau backpacking ke negara2 Asean (minus Myanmar dan Laos)
> pada bulan desember nanti. Segala info mengenai akomodasi, dll sudah saya
> kumpulkan dari hasil browsing internet atau dari milis. Hanya saja saya
> butuh saran dan ada yg mau ditanyakan dari rekan2.
> Kalau kita berkunjung ke negara2 Asean yg setahu saya umumnya sistem
> komunikasi selularnya menggunakan sistem GSM, apakah kita perlu mengganti
> (membeli) nomer ponsel di setiap negara yg kita kunjungi? Ataukah nomer dari
> provider kita di Indonesia dapat digunakan tanpa harus berganti2 nomer
> diseluruh negara Asean? Kalaupun bisa kira2 hitungan ekonomisnya bagaimana?
> Terima kasih.
>
> Rgds,
> Cornel
>

Kirim email ke