Hi Cornelius,

Pada umumnya SIM Card GSM dari Indonesia bisa di pakai di ASEAN. Karena sudah 
ada kerja sama antara operator Indonesia dan operator negara bersangkutan. 
Tetapi alangkah baiknya sebelum pergi ke LN, di cek terlebih dahulu ke 
operator, apakah Internasional Roaming SIM Card (yang akan digunakan di LN tsb) 
sudah di buka atau belum.
Tanpa mengubah nomor SIM Card, bisa digunakan di mana aja, di mana operator 
yang kita gunakan mempunyai jalinan kerja sama dengan operator di negara yang 
dikunjungi.

Mengenai ekonomis atau tidaknya, tergantung pada jumlah pemakaian. 
Tetapi internasional roaming cukup mahal. Walau terima telpon aja, harus bayar 
dengan nominal yang hampir sama jika menelpon ke luar. Juga menerima SMS, 
dikenakan charge.
Jika pemakaian HP selama di LN bakal banyak, lebih baik beli no SIM Card lokal. 
Harga pemakaian jauh lebih murah dari pada mnggunakan SIM Card Indonesia.
Jika beli SIM Card lokal, jangan lupa ID Card seperti Passport. Karena pada 
umumnya penjual akan meregistrasikan SIM Card yang kita beli.
Saya pernah beli Prepaid di S'pore, operatornya SingTel sekitar S$10 include 
pulsa, bisa beli di 7 Eleven tapi mahal. Di Malaysia ada operator Maxis, Celcom 
dsb, harganya juga variasi, saya pernah beli SIM Card Celcom RM25. Di Thailand, 
operator yang terkenal adalah Orange, bisa di beli di 7 Eleven juga.

Hanya ini saja yang bisa saya share. 
Gud Lak ya.

Ais


----- Original Message ----
From: Cornelius <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, 17 October, 2007 4:16:31 PM
Subject: [indobackpacker] Tanya tips ttg komunikasi ponsel di Asean

Dear rekan IBPers,
Saya ada rencana mau backpacking ke negara2 Asean (minus Myanmar dan Laos) pada 
bulan desember nanti. Segala info mengenai akomodasi, dll sudah saya kumpulkan 
dari hasil browsing internet atau dari milis. Hanya saja saya butuh saran dan 
ada yg mau ditanyakan dari rekan2. 
Kalau kita berkunjung ke negara2 Asean yg setahu saya umumnya sistem komunikasi 
selularnya menggunakan sistem GSM, apakah kita perlu mengganti (membeli) nomer 
ponsel di setiap negara yg kita kunjungi? Ataukah nomer dari provider kita di 
Indonesia dapat digunakan tanpa harus berganti2 nomer diseluruh negara Asean? 
Kalaupun bisa kira2 hitungan ekonomisnya bagaimana? Terima kasih.

Rgds,
Cornel

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke