Bulan Desember 2008 saya apply visa di Kedutaan Jerman. Mereka minta bukti 
asuransi perjalanan asli pada saat pemasukan aplikasi visa dan bukan pada saat 
pengembalian paspor. 
Mengenai penyerahan asuransi perjalanan, sepertinya setiap Kedutaan punya 
policy yang berbeda.

Poltak
--


  ----- Original Message ----- 
  From: Ambar Briastuti 
  To: Indobackpacker Groups 
  Sent: Tuesday, March 17, 2009 1:33 AM
  Subject: [indobackpacker] minta saran visa schengen eropa


  Hello Linda,

  Ada beberapa pertimbangan sebelum mencari visa kunjungan ke negara 
  Schengen (Eropa).
  - Apakah kunjungan hanya satu negara saja atau digabung dengan 
  negara2 tetangga? >> menentukan apply visa lewat kedutaan mana
  - Apakah bersifat turisme atau sosial. >> Turisme tidak melibatkan 
  undangan, sedang kunjungan sosial melibatkan orang yang sudah ada di 
  negara yang bersangkutan (entah kawan, keluarga sodara)

  1. Kembali ke point diatas, maka Linda bisa menentukan mau ambil visa 
  turis atau sosial. Pengalaman saya, kunjungan sosial lebih ribet soal 
  dokumen karena melibatkan orang lain dengan meminta mereka 
  menyediakan data diri (paspor, status kependudukan, status rumah 
  tinggal, bahkan status keuangan). Sedangkan kunjungan turis, lebih 
  kepada dokumen pribadi dan kemampuan untuk merencanakan sendiri 
  perjalanan (akomodasi, tiket etc).

  2. Bisa tanpa diundang yang berarti visa schengen turis tetapi 
  biasanya ada syarat keuangan yang lebih ketat. Karena berarti harus 
  menunjukkan mampu membiayai diri sendiri. Booking hotel/penginapan 
  bersifat keharusan untuk Schengen. Sedangkan tiket pesawat hanya 
  menunjukkan pemesanan yang belum fixed, tetapi harus positif jika 
  visa akan diterbitkan (lihat kelengkapan dokumen di bawah).

  3. Untuk temen2 yang memakai Hospitality Club (HC) atau Coachsurfing 
  (CS), saya kurang tahu apakah ini bakal diterima Kedutaan Belanda di 
  Jakarta. Biasanya pihak konsuler meminta bukti pembayaran hotel 
  (confirmed-walaupun kadang baru dibayar uang muka). Sedangkan tipe 
  hostel backpacker, ini tergantung konsuler juga. Tetapi kalau booking 
  itu udah dibayar, pengalaman saya boleh banget. Biasanya nih kalau 
  konsuler ragu mereka akan cek akomodasi itu. Makanya proses schengen 
  untuk paspor Indonesia bisa lebih dari 2 minggu. Saya pernah 
  menyarankan buat temen yang mau kliling Eropa, usahakan pake 
  akomodasi yang confirmed ketika meminta visa. Setelah dapat visa, 
  terserah apakah nanti nebeng temen HC atau CS. Tips : kalau hostel/ 
  penginapan itu mau mengirim fax booking ke kantor konsuler di 
  Jakarta, akan lebih meyakinkan lagi. Melihat Linda udah pernah ke 
  Belanda sebelumnya, saya kira ini akan jadi tambahan pertimbangan 
  bagi konsuler.

  4


  . 

  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke