Saya malah bertanya, apakah ulasan koran Indonesia itu yang "agak
ketinggalan" dengan kesadaran potensi ekowisata & adventures Indonesia.
Malaysia itu adalah penjual wisata alam yang bisa dicontoh ngototnya (sampe2
kehilangan barang jualan hingga ambil sana sini situ). Indonesia itu
jaaaaaauuuh lebih bagus dan berpotensi untuk dikembangkan. Ini mungkin
ide-ide buat yang pengen jelajah Indonesia :

1. Taman Nasional Indonesia. Ada 45 buah yang tersebar dengan potensi
masing-masing (
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_index.htm) . Ada
flora dan fauna, sungai untuk arung jeram, gunung untuk didaki, laut untuk
diselami. Bandingkan dengan Malaysia yang 'cuma' 39buah tapi dijual dengan
sepenuh tenaga.

2. World Heritage Sites atau Situs Peninggalan Dunia. Di Indonesia tercatat
7 buah situs yang masing2 punya keunikan tersendiri. Dari hutan tropis
Sumatra dan Papua hingga situs budaya Borobudur. Coba ditengok Malaysia yang
cuma punya 3, Thailand 5, Cambodia 2, atau malahan Vietnam yang belum punya
sama sekali.

3. Ribuan pulau yang siap dijelajahi. Saking banyaknya hingga kita sendiri
tidak bisa menghitungnya secara tepat. Kira-kira ada 17,508, dan berpenghuni
hanya sekitar 6000an. Ngiler?

4. Indonesia berada di Ring of Fire yang menunjukkan koleksi gunung api
terbanyak di dunia. Mo tau jumlahnya? Lihat aja disini
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_volcanoes_in_Indonesia
Itu dah termasuk gunung2 yang mencatat sejarah di dunia seperti supervolcano
Toba yang meletus 75ribu tahun yang lalu, Krakatau, dan Tambora. Udah deh
tinggal pilih aja mo kemana yang pengen didaki.

5. Satwa dan tumbuhan Indonesia adalah menyimpan kekayaan dan keunikan
tersendiri. Salah satu medan pencaharian sekarang adalah Papua (yang
disebut-sebut sebagai 'Lost World') setelah ditemukan dua spesies baru
mamalia. Kalimantan dan Sumatra menjadi incaran setelah dikabarkan orang
utan terancam punah. Salah satu potensi tumbuhan yang dicuri negara tetangga
kita Singapura adalah anggrek. Indonesia punya 4000 spesies anggrek, dengan
Kalimantan sebagai empunya spesies terbanyak. Saya bayangkan
mendokumentasikan 4000 jenis anggrek sembari keliling hutan Indonesia udah
cukup menggiurkan :)

6. Traditional life style & cultural understanding. Ini berhasil dengan
sukses di Bali, seperti jalan-jalan ke sawah, belajar merangkai janur,
belajar membatik, menenun dll. Ada berapa sih suku dan kelompok etnis di
Indonesia? ribuan, ngga cuma Bali dan Jawa. Cuman saya agak kurang sreg
dengan komersialisasi suku terasing Indonesia dengan 'penetrasi' budaya
modern yang dipaksakan. Saya mengharap kepedulian turis lokal untuk
menghargai suku terasing (sengaja atau tidak untuk terasing) dengan
meminimalkan kemodernisasian. Misalnya berkunjung ke Baduy dengan sepatu dan
pakaian sederhana, mengurangi membawa barang2 modern seperti hape dan
kamera.


Menggali potensi diri sendiri dengan menjaga budaya dan kekayaan alam  itu
lebih susah daripada menyalahkan negara lain yang lebih progresive dalam
mengelola wisata.  Saya kira otonomi daerah udah cukup mewakili untuk
menjadikan pemda berani promo wisata tanpa harus restu dari pusat.
Seharusnya dengan daftar panjang kekayaan alam diatas, Indonesia memimpin di
Asia Tenggara menjadi tujuan ecotourism & adventure di masa datang. Mosok
iklan kampanye presiden lebih gencar daripada iklan jual wisata :)


Salam,
Ambar Briastuti
www.ceritaambar.com




2009/6/28 bjm_pgt <[email protected]>

>
>
> Saya pernah baca koran, disana dipaparkan trend wisata dunia akan berpindah
> ke wisata petualangan, budaya dan ekowisata. Jenis wisata seperti yg
> ditawarkan singapura atau kota2 besar di eropa mungkin udah dijenuhi oleh
> pelancong kelas dunia. Nah, di koran itu juga disebutkan kalo Indonesia
> sangat berpeluang untuk menampung trend wisata tersebut.
> salah satunya adalah Kalimantan Barat yg masih banyak punya objek yg pas
> untuk petualangan seperti menyusuri pedalaman hutan kalimantan, suku Dayak
> (dengan berbagai keunikannya), taman nasional dll.
>
> Ada kawan dr Jakarta yg berpendapat agar Kalimantan memiliki badan
> pariwisata secara regional, agar trend wisata yg diramalkan oleh pengamat
> wisata di koran itu bisa disambut secara siap.
>
> .
>
> 
>

Kirim email ke