Waduh saya jadi ngiler beneran dapet info super lengkap dari Mba Ambar
Tapi memang banyak faktor yang yang ikut berperan bukan hanya promosi saja 
(yang pameran besarnya cuma setahun sekali ) atau hal ini menjadi tugas dept 
kebudayaan dan pariwisata saja.
Yang paling utama sih infrastruktur dan jalur transportasi yang mendukung suatu 
tempat yang akan dijadikan tempat pariwisata.
Teman - teman saya sih keseringan komplain soal infrastruktur (apalagi kalau 
sudah berhubungan dengan tempat buang hajat)
Juga masalah keamanan dan kesiapan daerah yang menjadi tujuan pariwisata 
Pokoknya kalau pariwisata Indonesia mau maju pesat , semuanya harus mendukung 
(termasuk dengan adanya milis ini) bukan hanya lewat promosi gambar brosur yang 
ternyata ga sesuai dengan aslinya 
Pasti bisa!
 
Salam
Yosephine
 
 

--- On Mon, 6/29/09, Ambar Briastuti <[email protected]> wrote:


From: Ambar Briastuti <[email protected]>
Subject: Re: [indobackpacker] Peluang Wisata Indonesia..
To: [email protected]
Cc: "bjm_pgt" <[email protected]>
Date: Monday, June 29, 2009, 10:31 PM









Saya malah bertanya, apakah ulasan koran Indonesia itu yang "agak ketinggalan" 
dengan kesadaran potensi ekowisata & adventures Indonesia. Malaysia itu adalah 
penjual wisata alam yang bisa dicontoh ngototnya (sampe2 kehilangan barang 
jualan hingga ambil sana sini situ). Indonesia itu jaaaaaauuuh lebih bagus dan 
berpotensi untuk dikembangkan. Ini mungkin ide-ide buat yang pengen jelajah 
Indonesia :

1. Taman Nasional Indonesia. Ada 45 buah yang tersebar dengan potensi 
masing-masing (http://www.dephut. go.id/INFORMASI/ TN%20INDO- ENGLISH/tn_ 
index.htm) . Ada flora dan fauna, sungai untuk arung jeram, gunung untuk 
didaki, laut untuk diselami. Bandingkan dengan Malaysia yang 'cuma' 39buah tapi 
dijual dengan sepenuh tenaga.

2. World Heritage Sites atau Situs Peninggalan Dunia. Di Indonesia tercatat 7 
buah situs yang masing2 punya keunikan tersendiri. Dari hutan tropis Sumatra 
dan Papua hingga situs budaya Borobudur. Coba ditengok Malaysia yang cuma punya 
3, Thailand 5, Cambodia 2, atau malahan Vietnam yang belum punya sama sekali. 

3. Ribuan pulau yang siap dijelajahi. Saking banyaknya hingga kita sendiri 
tidak bisa menghitungnya secara tepat. Kira-kira ada 17,508, dan berpenghuni 
hanya sekitar 6000an. Ngiler? 

4. Indonesia berada di Ring of Fire yang menunjukkan koleksi gunung api 
terbanyak di dunia. Mo tau jumlahnya? Lihat aja disini http://en.wikipedia 
.org/wiki/ List_of_volcanoe s_in_Indonesia
Itu dah termasuk gunung2 yang mencatat sejarah di dunia seperti supervolcano 
Toba yang meletus 75ribu tahun yang lalu, Krakatau, dan Tambora. Udah deh 
tinggal pilih aja mo kemana yang pengen didaki.

5. Satwa dan tumbuhan Indonesia adalah menyimpan kekayaan dan keunikan 
tersendiri. Salah satu medan pencaharian sekarang adalah Papua (yang 
disebut-sebut sebagai 'Lost World') setelah ditemukan dua spesies baru mamalia. 
Kalimantan dan Sumatra menjadi incaran setelah dikabarkan orang utan terancam 
punah. Salah satu potensi tumbuhan yang dicuri negara tetangga kita Singapura 
adalah anggrek. Indonesia punya 4000 spesies anggrek, dengan Kalimantan sebagai 
empunya spesies terbanyak. Saya bayangkan mendokumentasikan 4000 jenis anggrek 
sembari keliling hutan Indonesia udah cukup menggiurkan :)

6. Traditional life style & cultural understanding. Ini berhasil dengan sukses 
di Bali, seperti jalan-jalan ke sawah, belajar merangkai janur, belajar 
membatik, menenun dll. Ada berapa sih suku dan kelompok etnis di Indonesia? 
ribuan, ngga cuma Bali dan Jawa. Cuman saya agak kurang sreg dengan 
komersialisasi suku terasing Indonesia dengan 'penetrasi' budaya modern yang 
dipaksakan. Saya mengharap kepedulian turis lokal untuk menghargai suku 
terasing (sengaja atau tidak untuk terasing) dengan meminimalkan 
kemodernisasian. Misalnya berkunjung ke Baduy dengan sepatu dan pakaian 
sederhana, mengurangi membawa barang2 modern seperti hape dan kamera. 


Menggali potensi diri sendiri dengan menjaga budaya dan kekayaan alam  itu 
lebih susah daripada menyalahkan negara lain yang lebih progresive dalam 
mengelola wisata.  Saya kira otonomi daerah udah cukup mewakili untuk 
menjadikan pemda berani promo wisata tanpa harus restu dari pusat. Seharusnya 
dengan daftar panjang kekayaan alam diatas, Indonesia memimpin di Asia Tenggara 
menjadi tujuan ecotourism & adventure di masa datang. Mosok iklan kampanye 
presiden lebih gencar daripada iklan jual wisata :) 


Salam,
Ambar Briastuti  
www.ceritaambar. com





2009/6/28 bjm_pgt <deborne...@gmail. com>








Saya pernah baca koran, disana dipaparkan trend wisata dunia akan berpindah ke 
wisata petualangan, budaya dan ekowisata. Jenis wisata seperti yg ditawarkan 
singapura atau kota2 besar di eropa mungkin udah dijenuhi oleh pelancong kelas 
dunia. Nah, di koran itu juga disebutkan kalo Indonesia sangat berpeluang untuk 
menampung trend wisata tersebut.
salah satunya adalah Kalimantan Barat yg masih banyak punya objek yg pas untuk 
petualangan seperti menyusuri pedalaman hutan kalimantan, suku Dayak (dengan 
berbagai keunikannya) , taman nasional dll.

Ada kawan dr Jakarta yg berpendapat agar Kalimantan memiliki badan pariwisata 
secara regional, agar trend wisata yg diramalkan oleh pengamat wisata di koran 
itu bisa disambut secara siap.


. 


















      

Kirim email ke