Ikut koment Pak!

Saya setuju dengan opini ini, dan mengingatkan saya pada tahun 1992  baru
lulus SMU,
Dan datang ke komdak ingin buat SIM.   Semua aturan saya ikutim dan di
butuhkan waktu
3 hari untuk semua proses, dan semua nya pada minta uang tapi karena dari
dulu
Sampe sekarang, kalau urusan sama government.. Kalau ada yg minta uang
Saya selalu menanyakan rule nya?  Ada UU nya nggak kalau abis potret bayar
Rp. 5000  itu dulu.

Dan saya terheran 2x  ada ratusan orang datang ke pelayanan SIM hanya untuk
di potret
Dan jadilah SIM.   Saya 3 kali ikut ujian tertulis ttg rambu2x baru lulus.

Mudah-mudahan si pencuri rambu2x tertangkap ya pak. 


Salam
ARIS
Paling sebelsamasepedamotor yg nyerobottrotoar untuk pejalan kaki

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Hakim Mohammad
Sent: Wednesday, July 13, 2005 6:13 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [indofirstaid.com]: Rambu itu hilang dicuri

Dear All,

Saya jadi ingin ikut nimbrung sedikit memberikan warna yang berbeda. Dari
beberapa sajian yang disampaikan bahwa kecelakaan itu disebabkan hilangnya
rambu-rambu jalan yang diambil sengaja oleh tangan jahil. Jika memang
demikian kiranya kita perlu merasa sangat prihatin dengan prilaku dan moral
bangsa ini. Tindakan tersebut kiranya perlu pula diberikan ganjalan yang
setimpal bagi pelaku kejahatannya. Mari kita lihat apakah Polisi bisa
menemukan palakunya.

Sesungguhnya kita semua tidak dapat menutup mata. Ketika kami berbicara di
depan karyawan kami dalam Materi Pelatihan Driving Safety (durasi training 8
jam): Salah satu penyebab lain terjadinya kecelakaan di jalan raya adalah
faktor polisi itu sendiri. Polisi merupakan pembunuh nomor tertentu (?) yang
menyebabkan terjadinya kecelakaan di jalan raya. Kecelakan itu terjadi dan
terjadi lagi. Kenapa demikian. Coba kita lihat proses dalam pengambilan SIM.
Hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar pengambil SIM, bisa mendapatkan
SIM-nya tanpa ada test. Yang penting kita bayar............SIM pun jadi.
Tidak peduli drivernya bisa mengendarai mobil atau tidak. Tidak peduli
drivernya ngerti rambu atau tidak. Tidak peduli drivernya buta warna atau
tidak, bahkan ada kakek-kakek yang gak ngerti rambu lalin sekalipun bisa
juga dapatkan SIM.

Ketika dulu kami tinggal di negeri jiran. Setiap calon pemegang SIM harus
lulus sekolah nyetir dan mengerti rambu-rambu serta UU lain serta
mendapatkan sertifikat dari lembaga pelatihan tersebut. Warga yang tidak
lulus harus ngulang untuk bisa mendapatkan SIM. Di negeri siapa (?)
ini,...................semua orang hampir bisa mendapatkan SIM tanpa harus
test, tanpa harus ngerti rambu, tanpa harus mengetahui UU lalin dan yang
pasti tanpa ada kepastian keterampilan mengemudi. Yang penting bayar. Ada
duit SIM pun jadi.

Coba kita hitung ........berapa besar pungli yang dilakukan oleh Korp.
Kepolisian suatu negara. Jika dalam satu hari saja rata-rata pengambil SIM
berjumlah 50 orang dikalikan besaran pungli Rp. 200.000 per SIM sama dengan
Rp. 10 juta. dalam satu bulan sebesar Rp. 300 juta, dalam satu tahun Rp. 3,6
miliar. Coba kalikan dengan jumlah kabupaten dan kota di negeri tersebut
misalnya ada 100 kantor pelayan SIM, maka jumlah punglinya sebesar Rp. 360
milyar pertahun. Coba hitung pungli ini sudah berjalan berapa tahun
....................dan masih akan bersambung untuk berapa tahun ke depan?

Pointnya adalah pihak berwenang dalam mengeluarkan SIM bukan fokus dalam
pemenuhan persyaratan seorang pemegang SIM tapi adalah berapa besar pungli
atau setoran hari ini (objectivenya beda). Insya-Allah ke depan kita masih
akan mendengarkan berita tentang kecelakaan maut dan sejenisnya.

Mari kita mulai dari diri kita sendiri dari lingkungan kita sendiri untuk
mulai belajar Driving Safety yang meliputi Vehicle Safety, UU Lalin, Car
Safety Checklist, Defense Driving, Tips Mengemudi, dll.

Have A Safe Day,
MH



25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. 
Kirimkan pesan melalui [email protected] Yahoo! Groups Links



 







25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. 
Kirimkan pesan melalui [email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke