Saat Ikuti Mapak Alam Mahasiswa Unpas Tewas MAJALENGKA, (PR).- Deka Dimas Kusniawan (19), mahasiswa semester III Universitas Pasundan (Unpas) yang juga warga Perum Gunungsari, Desa Gunungsari, Kec. Dawuan, Kab. Majalengka meninggal dalam kondisi mengenaskan dengan sekujur tubuh penuh luka.
Pihak kepolisian mengindikasikan korban meninggal akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seniornya dalam acara Mapak Alam, Unpas yang mengambil lokasi di Lembang, Bandung, Jumat (16/12). Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazah korban diautopsi di Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon. Luka yang diderita korban antara lain mata kiri, ketiak kiri dan dada tampak biru lebam, sementara bagian pahanya melepuh seperti bekas terkena benda panas. Demikian juga pada bagian dada, tepat di ulu hati ada lingkaran merah kebiru-biruan. Yang lebih mengherankan, hampir di seluruh bagian tangan kanan dan kirinya terdapat puluhan luka gores dan luka bakar kecil-kecil seperti terkena sulutan api rokok. Sementara, bagian muka penuh bercak luka gores. Demikian juga di bagian sikut dan lutut terdapat luka memar. Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Majalengka AKP Boby P. Tambunan disertai Kaur Reskrim Susilo, Deka Dimas Kusniawan meninggal saat menjalani proses pelatihan dasar untuk menjadi anggota Mapak Alam di lingkungan Unpas, Bandung sejak Rabu (7/12). Polisi menerima pengaduan dari orang tua korban, Kustur Kusniawan (45) yang mencurigai kejanggalan penyebab kematian putranya tersebut, karena pada beberapa anggota tubuh almarhum banyak terdapat tanda- bekas penganiayaan. "Sementara kami menduga itu adalah akibat sikap seniornya yang menerapkan pendidikan militerisme. Di sekujur tubuh korban banyak luka. Namun, untuk memastikan kematian korban dilakukan autopsi," ungkap Susilo seraya menyebutkan beberapa saksi telah dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan sementara para saksi, korban meninggal akibat sakit perut saat latihan pencinta alam di Bukit Tunggul, Lembang. "Saksi menyebutkan korban sakit perut dan meninggal saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Jayagiri, Lembang, pada Jumat (16/12) sekira pukul 8.00 WIB," ungkap Boby. Sudah dikafani Sementara itu ayah korban, Kustur Kusniawan, S.H., menyebutkan dirinya menerima kabar dari istrinya Lilis Mulyati (40) melalui telefon menyangkut Deka, saat berada di tempat kerjanya sekira pukul 15.30 WIB. Tetapi ketika itu, Lilis tidak menyebutkan perihal kematian anaknya. "Selang lima menit kemudian, istri saya kembali menghubungi lewat telefon minta menjelaskan penyakit yang diderita Deka sebelumnya. Katanya (pertanyaan) itu atas permintaan dari mahasiswa yang mengantar jenazah. Saya kaget dan menanyakan kenapa ada pertanyaan seperti itu. Tetapi kemudian muncul penjelasan baru, ada ambulans datang dan katanya anak saya meninggal di Bandung," tutur Kustur yang mengaku tiba di rumah sekira pukul 16.30 WIB dan mendapati anaknya telah terbujur kaku dibungkus kain kafan. Jenazah anaknya tersebut ketika diantar beberapa orang mahasiswa dan panitia Mapak Alam ke rumahnya kondisinya sudah terbungkus kain kafan. Kustur mengaku ingin segera melihat jasad anaknya, namun mahasiswa yang mengaku panitia Mapak Alam di antaranya Agus, Deni dan Asep malah berusaha mencegahnya dengan mengatakan jenazah sudah dibersihkan dan sudah dikafani. Dengan penjelasan itu, Kustur mengaku marah dan tersinggung, ia kemudian memaksa membuka kafan dan gumpalan kapas yang menutupi wajah putranya tersebut. "Dia kan anak saya, kali ini mungkin saya terakhir melihat jasad anak saya kok dilarang," ungkap Kustur yang mengaku betapa kaget ketika melihat kondisi putranya. Dia langsung bertanya kepada perwakilan para mahasiswa tersebut. Kenapa hal tersebut bisa terjadi. Kenapa matanya biru lebam. Saat itu mereka menjawab, Deka meninggal karena sakit perut. "Masa sakit perut, bisa membuat matanya lebam, bagian dada di ulu hatinya membiru, atau seluruh tangannya seperti terkena sulutan rokok? Diapakan anak saya sampai seperti ini? Ini betul-betul tindakan paling kejam dan biadab. Tak pantas dilakukan oleh masyarakat intelektual seperti mahasiswa. Di lingkungan masyarakat yang ingin menegakkan budaya Sunda yang demikian santun dan berbudaya luhur. Saya bisa menerima kematian anak saya sebagai takdir Allah. Namun, sampai kapan pun saya tidak akan menerima apa yang menjadi penyebab kematian anak saya tersebut. Kecuali hukum yang mengambil alih persoalan ini," ungkap Kustur kepada mahasiswa yang mengantarkan jenazah putranya. Salah seorang mahasiswa tersebut sempat menyebutkan kalau mata yang biru tersebut memang karena pukulan. "Mendengar kata pukulan saya kembali marah, karena ternyata kejadian yang menimpa mahasiswa STPDN dan STAIN ternyata menimpa anak saya," ungkapnya. Anehnya menurut Kustur, seorang perwakilan dari Unpas yang mengaku bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan tersebut, sempat berbicara dengan Iwan, adiknya, yang intinya, mereka mengajak berdamai dan minta hal ini tidak diekspos serta minta diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, hal itu ditolak mentah-mentah. Kustur segera melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut ke polisi. Berpamitan Menurut teman-teman bergaul almarhum di Majalengka maupun kerabatnya, Deka adalah anak yang tak banyak bicara, bahkan terkesan pendiam, taat beribadah dan santun kepada sesama temannya. Menurut nenek korban, Siti Rafiah yang beralamat di Jln. Samoja, Bandung, cucunya tinggal bersamanya selama kuliah. Deka sempat pamit kepada semua keluarga di rumah, termasuk para tetangga Perumahan Gunungsari, sehari sebelum berangkat ke Sekretariat Mapak Alam di Kampus Unpas Tamansari, Bandung. Deka berpamitan hendak berangkat ke Bandung mengikuti kegiatan Mapak Alam selama 10 hari sejak 7 Desember hingga 17 Desember 2005. Neneknya, selain memberi bekal uang dan makanan bagi cucunya seraya berpesan agar berhati-hati.(C-34)*** ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> AIDS has a woman's face. Help women to protect themselves. http://us.click.yahoo.com/aB9X0B/TREMAA/xGEGAA/5HyolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> --------------------------------------------------- Kirimkan pesan melalui [email protected] Forum Diskusi http://forum.indofirstaid.com Lowongan Kerja http://loker.indofirstaid.com Pasang Iklan http://iklan.indofirstaid.com Iklan Baris http://iklanbaris.indofirstaid.com Bantu kami menjalankan IndoFirstAid.com melalui Bank BNI Cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

