Salam Lestari,
Sorry Mungkin Gw Telat Komentarnya, tapi yg pasti mengenai adanya korban yg meninggal pada saat Pendidikan Dasar Kelompok or Organisasi Pecinta / Pegiat Alam Terbuka bukanlah hal yg baru lagi melainkan semakin lama semakin bertambah. klo kita berani mengakui kesalahanan, faktor penyebab terbesar dari kematian pada saat mengikuti pendidikan dasar, yaitu sikap anarkis, emosional, dendam, dan tradisi dari kelompok atau organisasi masing2.
Ada baiknya setiap kelompok / organisasi pecinta / pegiat alam terbuka saat ini membuka wawasan mengenai metoda pendidikan dasar masing2. Jangan sampai pendidikan dasar melewati batas2 dasar hak asasi kemanusiaan. Sebutannya saja pendidikan dasar, otomatis bersifat yg mendasar, dimana siswa yg mengikuti pendidikan diberikan pengetahuan dasar mengenai alam terbuka. Dan tidak lupa dari segi fisik dan psikologi siswa sendiri itu juga. Alam guru terbaik, bukan manusianya. Alam sudah menyediakan segalanya, tinggalah kita mengolahnya dengan bantuan Otak dan Otot. Terkadang masih banyak saya melihat, ketika jalan2 di daerah jawa barat ( lokasi pendidikan dasar gunung & hutan ), pada saat waktu dini hari ditengah-tengah hutan, siswa pendidikan dasar dibangunkan, dibentak-bentak, dihukum sejadi-jadinya. Padahal secara logika, artian dari bentakan, hukuman tsb tidak mengenai artian sebenarnya dari pendidikan dasar gunung hutan tsb. Dari segi safety procedur tidak dapat di tolerir lagi hal seperti ini. Klo boleh saya saran, ada baiknya seluruh kelompok2 / organisasi2 membuat, membahas, menyepakati, dan melaksanakan prosedural / satandar baku suatu pendidikan dasar gunung hutan. Mudah2an hal ini dapat mengurangi berjatuhannya korban2. Toh klo pun ada korban lagi yg kesulitan mendapatkan SDM kita sendiri. hal ini disebabkan makin berkurangnya minat anak - anak muda yg mau terlibat dalam organisasi pecinta dan pegiat alam terbuka itu sendiri. Ada banyak keuntungan yg didapat oleh tunas bangsa ( anak muda ) ketika terlibat dalam kegiatan di alam terbuka. Coba kita lihat pada saat ini banyak anak muda yg saat itu terjerumus pada narkoba. pada hal klo kita telaah pecandu narkoba identik dengan anak muda yg minim bahkan haus akan kegiatan dan berkreativitas. Sebagai contahnya diri saya sendiri, sudah terjerumus dgn narkoba sejak kelas IV SD. Saya akui saya memang tergolong anak yg broken home. Namun, waktu kelas 3 SMU, kawan saya mengajak utk ikut organisasi pecinta alam. Dari sana saya mencoba walau berat dari segi fisik maupun mental. Hingga saat saya kuliah saya pun ikut dalam kelompok pegiat alam tebuka bukan pecinta alam. karena buat saya berat menyandang gelar seorang pecinta alam klo tindak tanduk saya blm bisa mencintai alam ini seutuhnya.Klo saya boleh bangga, saya bangga menjadi anggota suatu organisasi Pegiat alam terbuka dan organisasi forum relawan penanggulangan bencana alam DKI Jakarta, karena saya mendapatkan pengetahuan yg tidak pernah saya dapatkan dilembaga pendidikan formal.
 
hormat saya,
 
 
      - felix valentino-
Daksina Stimik Perbanas


Bring words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.

---------------------------------------------------
Kirimkan pesan melalui [email protected]
Forum Diskusi http://forum.indofirstaid.com
Lowongan Kerja http://loker.indofirstaid.com
Pasang Iklan  http://iklan.indofirstaid.com
Iklan Baris http://iklanbaris.indofirstaid.com

Bantu kami menjalankan IndoFirstAid.com melalui
Bank BNI Cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O.




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke