Inalillahi waina ilaihi rojiun Turut berduka atas meninggalnya salah satu pencita alam dari UNPAS yang sangat menyedihkan sekali, layaknya seorang pencuri yang ketangkap massa. Dimana hati nurani para seniornya yang nota bene seorang mahasiswa, yang selalu berkoar - koar mengenai hak asasi manusia sedangkan dia sendiri melanggarnya. Saya sangat terharu membaca berita semacam ini, ternyata di zaman sekarang ini masih ada orang yang menganiaya dengan alasan membentuk orang - orang handal. Bayangkan jika itu terjadi pada keluarga anda apa yang akan anda lakukan...!!! Saya sangat mendukung tindakan keluarga korban yang membawa hal ini ke pihak yang berwajib, agar hal serupa tidak terulang pada keluarga kita..!! Semoga keluarga korban diberikan ketabahan menjalani ini semua. Dan semoga arwah korban diterima di sisinya, sesuai dengan amal perbuatanya, amin.
Irul Ensco 1 Rig Medic -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ridwan Gustiana Sent: Monday, December 19, 2005 9:27 PM To: [email protected] Subject: Re: [indofirstaid.com]: Saat Ikuti Mapak Alam Mahasiswa Unpas Bandung Tewas Turut berduka cita dengan kejadian yang terus saja berulang. Pendidikan Pecinta Alam merupakan salah satu kegiatan alam terbuka yang paling banyak memakan korban. Padahal semua bisa di hindari apalgi karena faktor Manusia. Banyaknya prosedur keselamatan dibuat, disosialisasikan atau disepakati tetap tidak akan berarti apapun bila tidak dilaksanakan. Keras bukan berarti kasar. Pendidikan pecinta alam janganlah di jadikan arena balas dendam. Pecinta Alam bukan arena untuk jago-jagoan, dimana pendidikan yang keras menunjukan bahwa suatu organisasi itu handal. pecinta alam tapi suatu wadah untuk pembelajaran berorganisasi dan banyak hal lainnya. Semoga hal ini tidak terulang lagi. Jack Atlas Medical Pioneer FK UNPAD --- lelita sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Innalillahi waina'ilaihi rojiuun.. > Membaca berita tersebut sedih sekali rasanya. > mengapa kejadian serupa ini harus terjadi lagi ? > mengapa tidak belajar dari pengalaman-pengalaman > serupa sebelumnya ? > saya rasa pendidikan pecinta alam dan sejenisnya > sudah tidak jamannya lagi dilakukan dengan > memberikan hukuman-hukuman secara fisik, apalagi > sifatnya mengarah ke penganiayaan. Pendidikan > pecinta alam alangkah baiknya jika dilakukan secara > terarah mengikuti metode pembelajaran orang dewasa. > Jika yang dikehendaki adalah fisik yang tangguh, > tentu saja pendidikan dasar tidak bisa seketika > membentuk fisik yang kuat dan tangguh. Latihan fisik > haruslah dilakukan secara rutin setelah para calon > anggota tersebut diterima sebagai anggota. untuk itu > para seniornya harus belajar mengenai teknik-teknik > latihan fisik yang baik yang bisa dipelajari melalui > buku, internet atau berkonsultasi dengan ahlinya > (dari FPOK, misalnya). Jika yang dikehendaki mental > yang tangguh, saya rasa bukan dengan cara dipukuli. > Wah, sudah salah kaprah... > Para calon anggota pecinta alam ini kan para calon > sarjana, begitu juga dengan para seniornya, > seharusnya semua metode yang digunakan didalam > melakukan pendidikan dasar haruslah ilmiah. > Saya adalah anggota Pecinta alam di fakultas saya > dulu belajar, selama pendidikan kami tidak pernah > dipukul atau dihukum secara fisik, tetapi > senior-senior kami banyak melatih dan memberikan > pengetahuan yang mau tidak mau menuntut kami harus > melatih fisik dan mental. Dan kelompok pecinta alam > kami baik-baik saja secara skill dan mental.Jadi > kesimpulannya pendidikan dasar yang banyak > memberikan hukuman fisik sudah tidak bisa lagi > dipertahankan. > Di otak kita terdapat bagian yang disebut sistem > limbik, jika seseorang dalam kondisi tertekan atau > marah, sistem ini akan tertutup, sehingga orang > tersebut akan sangat sulit menerima materi > pelajaran/perintah masuk ke dalam otak. sementara > jika seseorang hatinya gembira, maka sistem limbik > ini akan terbuka, sehingga seseorang akan sanagt > mudah menerima pesan/pelajaran masuk ke dalam > otaknya. Jadi bisa dipahami jika para pecinta alam > banyak yang nggak ngerti-ngerti ilmu tentang > kepecintalaman karena selama pendidikan sistem > limbiknya tertutup... > Salam > lita > > > ridhos_cs <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saat Ikuti Mapak Alam > Mahasiswa Unpas Tewas > > MAJALENGKA, (PR).- > Deka Dimas Kusniawan (19), mahasiswa semester III > Universitas Pasundan (Unpas) yang juga warga Perum > Gunungsari, Desa Gunungsari, Kec. Dawuan, Kab. > Majalengka meninggal dalam kondisi mengenaskan > dengan > sekujur tubuh penuh luka. > > Pihak kepolisian mengindikasikan korban meninggal > akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh > seniornya dalam acara Mapak Alam, Unpas yang > mengambil > lokasi di Lembang, Bandung, Jumat (16/12). Namun, > untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazah > korban > diautopsi di Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon. > > Luka yang diderita korban antara lain mata kiri, > ketiak kiri dan dada tampak biru lebam, sementara > bagian pahanya melepuh seperti bekas terkena benda > panas. > > Demikian juga pada bagian dada, tepat di ulu hati > ada > lingkaran merah kebiru-biruan. Yang lebih > mengherankan, hampir di seluruh bagian tangan kanan > dan kirinya terdapat puluhan luka gores dan luka > bakar > kecil-kecil seperti terkena sulutan api rokok. > > Sementara, bagian muka penuh bercak luka gores. > Demikian juga di bagian sikut dan lutut terdapat > luka > memar. > > Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Majalengka > AKP > Boby P. Tambunan disertai Kaur Reskrim Susilo, Deka > Dimas Kusniawan meninggal saat menjalani proses > pelatihan dasar untuk menjadi anggota Mapak Alam di > lingkungan Unpas, Bandung sejak Rabu (7/12). > > Polisi menerima pengaduan dari orang tua korban, > Kustur Kusniawan (45) yang mencurigai kejanggalan > penyebab kematian putranya tersebut, karena pada > beberapa anggota tubuh almarhum banyak terdapat > tanda- > bekas penganiayaan. > > "Sementara kami menduga itu adalah akibat sikap > seniornya yang menerapkan pendidikan militerisme. Di > sekujur tubuh korban banyak luka. Namun, untuk > memastikan kematian korban dilakukan autopsi," > ungkap > Susilo seraya menyebutkan beberapa saksi telah > dimintai keterangan. > > Berdasarkan keterangan sementara para saksi, korban > meninggal akibat sakit perut saat latihan pencinta > alam di Bukit Tunggul, Lembang. "Saksi menyebutkan > korban sakit perut dan meninggal saat dalam > perjalanan > menuju Puskesmas Jayagiri, Lembang, pada Jumat > (16/12) > sekira pukul 8.00 WIB," ungkap Boby. > > Sudah dikafani > > Sementara itu ayah korban, Kustur Kusniawan, S.H., > menyebutkan dirinya menerima kabar dari istrinya > Lilis > Mulyati (40) melalui telefon menyangkut Deka, saat > berada di tempat kerjanya sekira pukul 15.30 WIB. > Tetapi ketika itu, Lilis tidak menyebutkan perihal > kematian anaknya. > > "Selang lima menit kemudian, istri saya kembali > menghubungi lewat telefon minta menjelaskan penyakit > yang diderita Deka sebelumnya. Katanya (pertanyaan) > itu atas permintaan dari mahasiswa yang mengantar > jenazah. Saya kaget dan menanyakan kenapa ada > pertanyaan seperti itu. Tetapi kemudian muncul > penjelasan baru, ada ambulans datang dan katanya > anak > saya meninggal di Bandung," tutur Kustur yang > mengaku > tiba di rumah sekira pukul 16.30 WIB dan mendapati > anaknya telah terbujur kaku dibungkus kain kafan. > > Jenazah anaknya tersebut ketika diantar beberapa > orang > mahasiswa dan panitia Mapak Alam ke rumahnya > kondisinya sudah terbungkus kain kafan. Kustur > mengaku > ingin segera melihat jasad anaknya, namun mahasiswa > yang mengaku panitia Mapak Alam di antaranya Agus, > Deni dan Asep malah berusaha mencegahnya dengan > mengatakan jenazah sudah dibersihkan dan sudah > dikafani. > > Dengan penjelasan itu, Kustur mengaku marah dan > tersinggung, ia kemudian memaksa membuka kafan dan > gumpalan kapas yang menutupi wajah putranya > tersebut. > > "Dia kan anak saya, kali ini mungkin saya terakhir > melihat jasad anak saya kok dilarang," ungkap Kustur > yang mengaku betapa kaget ketika melihat kondisi > putranya. > > Dia langsung bertanya kepada perwakilan para > mahasiswa > tersebut. Kenapa hal tersebut bisa terjadi. Kenapa > matanya biru lebam. Saat itu mereka menjawab, Deka > meninggal karena sakit perut. > > "Masa sakit perut, bisa membuat matanya lebam, > bagian > dada di ulu hatinya membiru, atau seluruh tangannya > seperti terkena sulutan rokok? Diapakan anak saya > sampai seperti ini? Ini betul-betul tindakan paling > kejam dan biadab. Tak pantas dilakukan oleh > masyarakat > intelektual seperti mahasiswa. Di lingkungan > masyarakat yang ingin menegakkan budaya Sunda yang > demikian santun dan berbudaya luhur. Saya bisa > menerima kematian anak saya sebagai takdir Allah. > Namun, sampai kapan pun saya tidak akan menerima apa > yang menjadi penyebab kematian anak saya tersebut. > Kecuali hukum yang mengambil alih persoalan ini," > ungkap Kustur kepada mahasiswa yang mengantarkan > jenazah putranya. > > Salah seorang mahasiswa tersebut sempat menyebutkan > kalau mata yang biru tersebut memang karena pukulan. > "Mendengar kata pukulan saya kembali marah, karena > ternyata kejadian yang menimpa mahasiswa STPDN dan > STAIN ternyata menimpa anak saya," ungkapnya. > > Anehnya menurut Kustur, seorang perwakilan dari > Unpas > yang mengaku bertanggung jawab terhadap > penyelenggaraan tersebut, sempat berbicara dengan > Iwan, adiknya, yang intinya, mereka mengajak > berdamai > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------- Kirimkan pesan melalui [email protected] Forum Diskusi http://forum.indofirstaid.com Lowongan Kerja http://loker.indofirstaid.com Pasang Iklan http://iklan.indofirstaid.com Iklan Baris http://iklanbaris.indofirstaid.com Bantu kami menjalankan IndoFirstAid.com melalui Bank BNI Cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O. Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a donation in someone¿s honor this holiday season; support health causes! http://us.click.yahoo.com/1aJBND/7VHMAA/xGEGAA/5HyolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> --------------------------------------------------- Kirimkan pesan melalui [email protected] Forum Diskusi http://forum.indofirstaid.com Lowongan Kerja http://loker.indofirstaid.com Pasang Iklan http://iklan.indofirstaid.com Iklan Baris http://iklanbaris.indofirstaid.com Bantu kami menjalankan IndoFirstAid.com melalui Bank BNI Cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. Bank BCA KCP Mangkubumi 1260440850 A/n. Yudhistira O. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

