SEMANGAT PAGI DAN KABAR LUAR BIASA!
Pak Rully,
Prinsipnya PP bukanlah pengobatan, sehingga pemberian obat ini oleh 
penolong pertama non tenaga medis  boleh dikatakan adalah 'malpraktik' 
karena tidak sesuai dengan protokol penanganan hipothermia dan melewati 
batas kewenangan seorang penolong pertama non medis. Bila kita lihat 
masalah, karena pada prinsipnya PP pada kasus hipothermia adalah 
mempertahankan suhu tubuh pada rentang normal, sehingga ketika diberikan 
obat-obatan yang akan menekan fungsi kesadaran, ya sama aja membuat si 
korban 'bablas angine'.... Sedangkan kecemasan ataupun gangguan kesadaran 
pada hipothermia adalah disebabkan paling utama tidak tersuplainya oksigen 
secara baik ke otak sekaligus terjadi penurunan suplai makanan ke otak 
akibat metabolisme yang turun... Sehingga kalaupun tindakan PP mengapa 
bukan oksigen saja?
Kalaupun untuk pemberian infus, sebenarnya ini diberikan ketika untuk 
persiapan emergency ketika korban mengalami aritmia jantung yang perlu 
tindakan advanced life support yang memerlukan obat-obatan emergency 
kedaruratan via intravena... Kalau kasus tadi bahkan diguyur hingga 3 
botol, jelas tidak banyak membantu, karena permasalahan yang dihadapinya 
bukan karena disparitas cairan tubuh, tetapi ke arah suplai oksigennya 
yang plus penekanan fungsi SSP nya... 
Penolong pertama seharusnya tidak diperbolehkan memberikan obat-obatan 
medikasi, karena itu di luar kemampuan kompetensinya dia, penolong pertama 
hanya memastikan masalah yang mengancam nyawa dapat teratasi jadi 
lingkupnya hanya di 'DRABC' bukan sampai 'D' = 'Drugs'...
Thanks,


Agung SARONO
-------------------------------------
Occupational Health & Hygiene
SHE Department
PT Bukit Makmur Mandiri Utama
(T) +62 21 6613636
(F) +62 21 6618917
(M) +62 812 10 440 888



"rully_miles" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
05/07/2008 04:59 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[indofirstaid.com]: ALPRAZOLAM... Need Help!






Salam kenal semua...
Saya baru saja membaca postingan dari milis tetangga bahwa ada kasus
-yang jika dinilai oleh penutur dari gejala dan tanda adalah
Hypothermia- Dikisahkan pada postingan tersebut bahwa ada salah satu
pelaku PP yang tidak jelas asal usulnya berinisiatif untuk memberikan
bantuan -setelah mengganti pakaian penderita dengan yang kering
beserta jaket kering juga- dengan meminumkan satu tablet Xanac / Xanax
(Pfizer)yang setahu saya -sebagai awam- adalah alprazolam, addictive,
dan memang klo saya nilai indikasi utamanya adlah penenang (klo gak
salah sama dengan diazepam, valium, dan sejenisnya)dari segala
kecemasan berlebihan. Nah masalahnya adalah tepatkah penggunaannya
sebagai medical treatment dalam kasus hypothermia dimana menurut
penilaian saya tidak tepat?? karena kasus hypothermia adalah kondisi
dimana suhu tubuh lebih rendah dari lingkungan sekitar yang notabene
PP nya adalah kembalikan suhu tubuh itu kembali. Dengan meberikan
tubuh penderita dosis tersebut -bagi saya yang awam- sama saja kita
membantu pasien untuk 'tidur' lebih cepat dimana organ-organ tubuh
kita memerlukan energi panas guna pembakaran zat2 yang diperlukan
tubuh namun dibiarkan tidur. Secara akhirnya tingkat respon penderita
turun drastis -menilai dari postingan, level SC- Mohon pencerahannya.... 
Penderita mendapatkan treatment selanjutnya dari salah satu tenaga
medis -yang kurang jelas juga kualifikasinya- di lokasi yang sama
dengan bantuan infus, tampaknya diguyur karena habis 3 botol -tidak
jelas apakah RL, NaCL, dlsb- hingga akhirnya kabar terakhir dari
penderita belum saya dapat.
Sekali lagi mohon pencerahan dari rekan2 semua mengenai penggunaan
alprazolam untuk kasus ini

regards,
-rully-
KSR UMC 4

 

<<image/gif>>

Kirim email ke