Kasus ini agak membingungkan.. 
Tempat kejadiannya dimana pak rully? di gunung, pantai atau difasilitas 
kesehatan?
Karena saya agak bingung dengan tiba2 ada infus. dimana pemberian infus itu? 
kalo di Fasilitas kesehatan menurut saya sah2 aja diberi infus, saya yakin 
petugas kesehatan sudah memperhatikan kondisi pasien, dan 3 infus itu habis 
dalam berapa lama? jika kurang dari 3 jam bisa dikatakan diguyur, namun kalo 
habisnya setelah 1 hari, tentunya bukan diguyur donk..
Lain ceritanya kalo bukan di fasilitas kesehatan. penanganan itu perlu 
dipertanyakan.
Saya setuju dengan pak agung.. seorang first aider (bukan dokter, perawat atau 
bidan) seharusnya tidak "dipersenjatai" dengan obat2an, apalagi golongan obat 
keras tertentu (psikotropika).
Kita anggaplah si first aider seorang petugas kesehatan, apakah pasien sangat 
gelisah atau kejang sehingga perlu diberikan aprazolam?
Pada kasus hipothermia, pemberian aprazolam memang tidak tepat karena salah 
satu efek dari aprazolam adalah justru hipothermi. jelas akan memperparah 
keadaan hipothermi pasien.
Selain itu aprazolam dapat menimbulkan depresi pernapasan, jika pemberian itu 
dilakukan di lapangan, tentu sangat berbahaya buat pasien.
Yang jelas, seorang pelaku PP (non medis) tidak diperkenankan melakukan 
pertolongan dengan memberikan obat2an.. 
Bahkan seorang dokter pun akan mempertimbangkan dengan matang pemberian obat di 
lapangan, mengingat tidak ada peralatan medis yang lengkap seperti di RS.
salam
Adhi


----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, May 9, 2008 7:20:55 AM
Subject: Re: [indofirstaid.com]: ALPRAZOLAM... Need Help!



SEMANGAT PAGI DAN KABAR LUAR BIASA!
Pak Rully, 
Prinsipnya PP bukanlah pengobatan, sehingga pemberian obat ini oleh penolong 
pertama non tenaga medis  boleh dikatakan adalah 'malpraktik' karena tidak 
sesuai dengan protokol penanganan hipothermia dan melewati batas kewenangan 
seorang penolong pertama non medis. Bila kita lihat masalah, karena pada 
prinsipnya PP pada kasus hipothermia adalah mempertahankan suhu tubuh pada 
rentang normal, sehingga ketika diberikan obat-obatan yang akan menekan fungsi 
kesadaran, ya sama aja membuat si korban 'bablas angine'.... Sedangkan 
kecemasan ataupun gangguan kesadaran pada hipothermia adalah disebabkan paling 
utama tidak tersuplainya oksigen secara baik ke otak sekaligus terjadi 
penurunan suplai makanan ke otak akibat metabolisme yang turun... Sehingga 
kalaupun tindakan PP mengapa bukan oksigen saja? 
Kalaupun untuk pemberian infus, sebenarnya ini diberikan ketika untuk persiapan 
emergency ketika korban mengalami aritmia jantung yang perlu tindakan advanced 
life support yang memerlukan obat-obatan emergency kedaruratan via intravena... 
Kalau kasus tadi bahkan diguyur hingga 3 botol, jelas tidak banyak membantu, 
karena permasalahan yang dihadapinya bukan karena disparitas cairan tubuh, 
tetapi ke arah suplai oksigennya yang plus penekanan fungsi SSP nya... 
Penolong pertama seharusnya tidak diperbolehkan memberikan obat-obatan 
medikasi, karena itu di luar kemampuan kompetensinya dia, penolong pertama 
hanya memastikan masalah yang mengancam nyawa dapat teratasi jadi lingkupnya 
hanya di 'DRABC' bukan sampai 'D' = 'Drugs'... 
Thanks, 


Agung SARONO
------------ --------- --------- -------
Occupational Health & Hygiene
SHE Department
PT Bukit Makmur Mandiri Utama
(T) +62 21 6613636
(F) +62 21 6618917
(M) +62 812 10 440 888 



"rully_miles" <rullymawardi@ indonesia- trekking. com> 
Sent by: indofirstaid@ yahoogroups. com 
05/07/2008 04:59 PM 
Please respond to
indofirstaid@ yahoogroups. com 
 To indofirstaid@ yahoogroups. com  
cc  
Subject [indofirstaid. com]: ALPRAZOLAM.. . Need Help! 
  
 


Salam kenal semua...
Saya baru saja membaca postingan dari milis tetangga bahwa ada kasus
-yang jika dinilai oleh penutur dari gejala dan tanda adalah
Hypothermia- Dikisahkan pada postingan tersebut bahwa ada salah satu
pelaku PP yang tidak jelas asal usulnya berinisiatif untuk memberikan
bantuan -setelah mengganti pakaian penderita dengan yang kering
beserta jaket kering juga- dengan meminumkan satu tablet Xanac / Xanax
(Pfizer)yang setahu saya -sebagai awam- adalah alprazolam, addictive,
dan memang klo saya nilai indikasi utamanya adlah penenang (klo gak
salah sama dengan diazepam, valium, dan sejenisnya)dari segala
kecemasan berlebihan. Nah masalahnya adalah tepatkah penggunaannya
sebagai medical treatment dalam kasus hypothermia dimana menurut
penilaian saya tidak tepat?? karena kasus hypothermia adalah kondisi
dimana suhu tubuh lebih rendah dari lingkungan sekitar yang notabene
PP nya adalah kembalikan suhu tubuh itu kembali. Dengan meberikan
tubuh penderita dosis tersebut -bagi saya yang awam- sama saja kita
membantu pasien untuk 'tidur' lebih cepat dimana organ-organ tubuh
kita memerlukan energi panas guna pembakaran zat2 yang diperlukan
tubuh namun dibiarkan tidur. Secara akhirnya tingkat respon penderita
turun drastis -menilai dari postingan, level SC- Mohon pencerahannya. ... 
Penderita mendapatkan treatment selanjutnya dari salah satu tenaga
medis -yang kurang jelas juga kualifikasinya- di lokasi yang sama
dengan bantuan infus, tampaknya diguyur karena habis 3 botol -tidak
jelas apakah RL, NaCL, dlsb- hingga akhirnya kabar terakhir dari
penderita belum saya dapat.
Sekali lagi mohon pencerahan dari rekan2 semua mengenai penggunaan
alprazolam untuk kasus ini

regards,
-rully-
KSR UMC 4

 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke