----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

PENGAKUAN DE FACTO GUS DUR: PENGAKUAN DE JURE?

Sudah banyak sekali komentar tentang manuver politik Gus Dur yang seperti
biasanya, zigzag, kontroversial, unconventional, unpredictable.

Timing Gus Dur menemui Suharto itu buruk sekali bagi kita yang sedang mem-
perjuangkan pertanggungan jawab seorang diktator yang serakah sekali itu,
Pemerintah sedang mengusut KKN-nya dan mencekalnya kalau tidak menem-
patkan tahanan rumah, mahasiswa mati bergelimpangan dan ratusan cedera
berat, ratusan lainnya ditangkapi karena menuntut diadilnya bekas presiden
itu.

Gus Dur ternyata berhati dingin, tega sekali meninggalkan bahkan mengasing-
kan perjuangan mahasiswa dan para reformis sejati hanya untuk mengambil
keuntungan suara dalam pemilu yad bahkan mungkin juga ia mengharapkan
bantuan finansial Suharto untuk membiayai kampanye politiknya.

Hal ini dilakukannya tidak lama setelah ia menuduh mahasiswa dibiayai CIA,
suatu upaya untuk "character assasination" mahasiswa yang sedang priha-
tin karena ditindas terus, sehingga akan membenarkan penindasan lebih
kejam dari aparat karena mahasiswa bisa dianggap "subversif"!

Akibat paling negatif pengakuan "de facto" Gus Dur atas kekuasaan Suharto
itu merupakan pukulan dahsyat bagi perjuangan reformasi khususnya dan per-
juangan demokratisasi, Rule of Law, HAM, Hatinurani.

Dalam praktek diplomasi, pengakuan de facto adalah pengakuan sah atas ek-
sistensi yang tinggal sedikit lagi menuju kearah pengakuan de jure.

Kalau Suharto sudah mendapat pengakuan de facto dari pemimpin NU/PKB
yang konon mempunyai pengikut sampai 40 juta orang itu, maka hal ini mem-
berikan kesan palsu seolah oleh mayoritas umat Islam dus rakyat Indonesia,
telah sejalan pikirannya dengan Gus Dur. Lain halnya dengan pemimpin partai
gurem yang mengakui Suharto, orang tidak akan ambil pusing.

Kalau Suharto sudah mendapat pengakuan de facto dan de jure, maka sia sia-
lah perjuangan kita, sia sialah nyawa puluhan mahasiswa yang telah gugur dan
ratusan yang telah cedera berat dan yang masih meringkuk di penjara!

Belum lagi 140 juta rakyat yang telah dimelaratkan, 20 juta pengangguran,
10 juta busunglapar oleh Suharto dan fasisme militernya dan KKN-nya itu.

Astagfirullah haladzim, a'udzubillah himinha!
Semoga Tuhan mema'afkan Gus Dur atas kehilafan totalnya ini.

H.S. Hidayat Supangkat
New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Dec 1998 jam 05:31:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke