----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

                 NOTONOGORO (III): AKTOR, BODOR, TOGOG=GUS DUR?

Kalau menurut basa Jawa Kawi Noto itu berarti Aktor Negara, maka kita
terpaksa ingat kepada Gus Dur yang sejak semula main dagelan politik:
zigzag, politik Togog (sesudah mengatakan Suharto "bodoh" mohon se-
ribu ma'af seperti Togog.

Mula mula merangkul Megawati, sesudah ia digebug Suharto, lalu merang-
kul Tutut yang berbulan madu dengan jendral Hartono secara demonstratif
itu sehingga kembali Gus Dur mundur teratur.

Waktu kita berjuang mati matian untuk menggulingkan Suharto, Gus Dur
bungkam seribu bahasa, kemudian dapat stroke. Aksi mahasiswa yang
mendapat bantuan moral warga non-KKN dan golongan reformis akhirnya
berhasil menggulingkan Suharto.

Sesudah Suharto terguling dan economic crime, crime against humanity-
nya tidak bisa dituntut karena KUHP kolonial kita masih ketinggalan 782
dalam era pra-Magna Carta, semua pihak yang masih mempunyai hati-
nurani tetap mengutuk Suharto, tiba tiba Gus Dur "sowan" ke istana Cen-
dana dengan alasan mengadakan dialog.

Gus Dur mengakui kembali kekuasaan de facto Suharto dan mau menga-
dakan dialog nasional mengikut sertakannya dengan para pemimpin lain-
nya yang mau digaetnya seperti Wiranto, dll.
Presiden Habibie sendiri yang merupakan "protege" Suharto tidak mau
berdialog, sowan biasa katanya mau saja.

Semua pihak yang mempunyai hatinurani bersih seperti Amien Rais, bah-
kan jendral purnawirawan Ahmad Tirtosudiro sebagai pemimpin tertinggi
ICMI, menolak gagasan dialog nasional Gus Dur yang mengundang kem-
bali Suharto.

Memang harus diakui bahwa setelah berkuasa mutlak seperti Kaisar se-
lama 32 tahun, Suharto masih mempunyai kekuasaan politik de facto,
kekuasaan keuangan yang dahsyat dengan dana hasil pencolengannya
sampai US$ 43 milyar, namun kita tidak boleh silau oleh kesemuanya
itu karena justru diktatur militer fasisme a la Jepang dan KKN-nya itu-
lah yang kita tentang!

Maka manuver politik Gus Dur cukup membuktikan bahwa dia ini "aktor"
(NOTO) politik negara  (NOGORO). Kalau mau dicocokkan memang
cocok betul dia akan menggantikan Suharto sebagai NOTONOGORO
karena Habibie hanya presiden transisi.

Dengan umat NU, dll., NU dan PKB bisa merebut suara mayoritas da-
lam pemilu yad yang kita sangsikan kejujuran dan keadilan UU-nya
dan pelaksanaannya.

Memang Gus Dur jauh dari tanah kelangit dengan Ronald Reagan. Jauh
juga dengan Presiden Filipina Estrada, tapi apa yang mau dikata kalau
dia memenangkan pemilu dengan 40 juta umatnya?

H.S. Hidayat Supangkat
New York.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Dec 1998 jam 05:36:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke