----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 04/II/4-10 Februari 99
------------------------------

KUMAN

(LUGAS): Kerusuhan menjangkit seperti kuman. Korban berjatuhan, dari
Ketapang, Kupang, Ambon, dan entah mana lagi.  Tak ada hari tanpa kerusuhan
di tanah air kita sekarang ini. Sementara tak satupun kasus itu diungkap
dengan tuntas.

Banyak orang, termasuk tokoh-tokoh politik, mengetahui bahwa kerusuhan dan
teror itu didalangi oleh anak buah Soeharto yang tak bisa menerima bekas
bosnya dilengserkan. Tetapi tangan hukum, tampaknya tak kuat menjangkau
bekas diktator RI itu. Para penegak hukum hanya berputar-putar, retorika
gagah, tapi menghindari tindakan hukum yang nyata untuk Soeharto.

Dan, paling ajaib adalah argumen-argumen Gus Dur, yang ingin merangkul
Soeharto. Agar bekas presiden itu menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan
tindakan anak buahnya itu.  Daripada anak buah Soeharto bikin gegeran terus,
lebih baik dia dirangkul supaya menghentikan kekerasan.

Dalam penegakan hukum yang normal, orang yang disinyalir menjadi dalang
suatu tindak kriminal, mestinya bisa langsung dituntut di muka pengadilan.
Apalagi tindak kriminal itu, menyangkut adu domba masyarakat yang
menimbulkan banyak korban.  Sangat tidak masuk akal, dalang begini malah
dielus-elus supaya berhenti berulah.

Gus Dur yang ingin jadi guru bangsa, kali ini, tampaknya kepleset langkah.
Merangkul bandit bukanlah teladan yang baik.Sebaiknya, proses hukum yang
tegas, dan mengirim Soeharto ke terali besi, adalah penyelesaian yang wajar.
Untuk tegaknya rasa keadilan masyarakat.

Selain itu, ucapan-ucapan Gus Dur itu dapat pula menyesatkan rakyat. Sebab,
seakan kekuatan politik Soeharto itu masih maha-kuat. Dengan begitu, mitos
bahwa Soeharto tak bakal tersentuh tangan hukum dibenarkan. Padahal, mitos
itu belum tentu sepenuhnya betul.

Tapi, tindakan "mengkambing hitamkan" Soeharto pun bukanlah sikap yang
bijak. Langkah terbaik menghadapi berbagai kerusuhan yang merebak belakangan
ini adalah menegakkan  kembali wibawa pemerintah. Caranya, sebenarnya
gampang: mengambil tindakan yang bisa "membeli" kepercayaan rakyat. Itu
berarti menegakkan sistem politik yang demokratis, dan birokrasi yang bersih
dari kuman-kuman KKN. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Feb 1999 jam 01:14:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke