---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KORBAN KEKERASAN DAN HAM DI AMBON "Ambon atau Maluku Kelabu" itulah kata yang tepat untuk menggambarkan peristiwa yang berlangsung beberapa waktu lalu di Ambon, yang tidak saja telah mencemari nilai persaudaran dan persatuan antar sesama Ummat beragama, tetapi juga telah mencabik-cabik nilai-nilai kebudayaan warisan nenek moyang kita. Lepas dari peristiwa itu adalah hasil rekayasa oknum provokator yang penuh dengan ambisi dan kepentingan politik atau sebab lainnya, namun yang pasti peristiwa Ambon telah menelan korban jiwa dan harta benda yang mungkin sulit untuk dipulihkan kembali dengan berbagai daya upaya rakyat setempat untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Benar-benar peristiwa tragis yang telah memutar balik jarum jam sejarah dan dinamika kehidupan masyarakat ropinsi Maluku umumnya dan daerah Ambon pada khususnya. Karena itu tak berlebihan jika sekitar 1000 orang warga masyarakat Ambon perantau yang ada di Jakarta berduka cita dan siap menjadi sukarelawan untuk turut segera bersama aparat keamanan menciptakan pemulihan kondisi keamanan demi membangun kembali puing-puing kehancuran akibat peristiwa itu. Nuansa politik atau apapun namanya yang termuat dibalik peristiwa Ambon ini tak dapat kita pungkiri telah merefleksikan demikian terobralnya tindakan kekerasan yang kini menjadi budaya baru di tengah masyarakat kita. Pelanggaran HAM sudah demikian murahnya dan menjadi tradisi masyarakat pada era Reformasi. Namun sangat ironis, karena Munir dkk yang kita kenal sebagai embahnya pejuang korban kekerasan dan segenap anggota Komnas HAM rupanya belum hadir secara intens di Ambon untuk memberikan kedamaian dan pemihakan kepada rakyat-rakyat tak berdosa yang telah menjadi korban. Apakah Munir dan Kontrasnya bersama Komnas HAM memang pilih kasih dalam menyikapi kasus-kasus tindak kekerasan dan pelanggaran HAM, kita tentu tidak tahu. Namun yang pasti bahwa Kontras dan Komnas HAM dalam kiprahnya memang lebih bertendensius politik dibanding kemanusiaan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 04:39:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
