---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KEBIJAKAN AS DALAM MENEGAKKAN HAM DAN DEMOKRASI Dibelahan bumi manapun AS tampil sebagai polisi dunia, maka asumsi orang yang muncul tentu berkaitan dengan HAM dan Demokrasi karena negara adidaya inilah yang mengklaim diri sebagai Mbahnya Demokrasi dan penegakan HAM. Lalulintas pergaulan antar negara didunia rasanya tak lengkap tanpa melibatkan peran AS sebagai pengatur di dalamnya, tetapi sering-sering dapat dikategorikan sebagai intervensi yang terlalu jauh mengurusi urusan rumah tangga negara lain. Tapi apa mau dikata, namanya saja negara Adikuasa tunggal tentu sangat sulit mengelak dari peran superioritas AS saat ini. Serangan AS dan sekutunya terhadap Irak terlepas dari konteks perdamaian dan masalah keamanan dunia yang menjadi dalih AS memborbardir Irak, tapi peran AS dalam aksi itu tak dapat pula kita hindarkan dari profilnya sebagai pejuang HAM dan demokrasi. Lalu apakah aksi AS dan sekutunya itu mencerminkan penegakan nilai HAM yang telah mengorbankan rakyat sipil tak berdosa di Irak ?, atau mungkinkan begitu model penegakan nilai demokrasi melalui arogansi penyerangan militer ? Kalau pertanyaan-pertanyaan diatas sulit terjawab maka rasanya sulit pula kita mengerti prilaku dan kebijakan AS yang seolah hanya menjadikan HAM dan demokrasi sebagai slogan dalam kiprahnya sebagai negara besar. Pada akhirnya kita hanya bisa menggolongkan AS dan sekutunya sebagai Negara yang paling brutal dan pelanggar HAM terbesar di dunia, bahkan sebagai negara yang sangat ingkar terhadap penegakan nilai-nilai berdemokrasi. Lalu mengapa menjadi trend di kalangan reformis di tanah air untuk berkiblat dan mengagungkan AS dalam segala aksi/gerakannya. Apakah bangsa kita yang mengaku reformis itu sudah buta dan tuli dalam memandang sekeliling dunia ini ? Bagi bangsa yang beradab dan diwarisi nilai-nilai kepribadian sendiri dari nenek moyangnya, seharusnya bangsa kita tetap berjuang dan mengumandangkan reformasi dengan jatidirinya sendiri, bukan memfigurkan jati diri orang lain atau bangsa asing. Inilah karakteristik perjuangan reformasi yang kita harapkan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 04:39:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
