----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


KERUSUHAN BAYANGI DEKLARASI PDI PERJUANGAN

        JAKARTA (SiaR, 10/2/99), Deklarasi PDI Perjuangan yang akan memperkenalkan
nama dan gambar baru pada Minggu, 14 Februari 1999 mendatang, dibayangi
kerusuhan. Pasalnya para provokator pro-Soehartois sedang dipersiapkan untuk
mengacaukan acara tersebut. Demikian informasi yang diperoleh SiaR, di
Jakarta, Rabu (10/2), dari sejumlah fungsionaris Ormas kepemudaan onderbouw
Golkar serta Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).

        Menurut seorang tokoh Ormas kepemudaan yang juga pengurus DPP PKP, ia
mendapat info dari seorang rekannya di Golkar, tentang telah dipersiapkannya
ratusan provokator yang akan menyusup di acara deklarasi PDI Perjuangan,
untuk kemudian melakukan serangkaian provokasi, agar melahirkan chaos dan
kerusuhan.

        Skenario yang dipersiapkan, lanjut tokoh kepemudaan tersebut, para
provokator yang akan menggunakan atribut-atribut PDI Perjuangan itu, akan
mendemo acara husnulkhotimah di Masjid Baiturrahim, Senayan, dimana menurut
rencana mantan Presiden Soeharto dan sejumlah mantan pejabat Orde Baru akan
melakukan tobat bersama mengaku dosa-dosa selama 32 tahun berkuasa. Acara
husnulkhotimah ini digagas oleh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

        "Ini menjadi pertanyaan besar, mengapa acara itu harus dilaksanakan
bertepatan waktunya dengan acara deklarasi PDI Perjuangan. Bahkan tempatnya
pun berdekatan, sama-sama di Senayan," ujar tokoh pemuda itu.

        Menurut dia, tampaknya kerusuhan 14 Februari tersebut dipersiapkan untuk
membuat imej yang buruk terhadap PDI Perjuangan, sekaligus upaya menggembosi
PDI Perjuangan, salah satu partai yang menurut sejumlah pengamat
sosial-politik memiliki peluang besar memenangkan Pemilu pada Juni 1999
mendatang.

        Acara deklarasi PDI Perjuangan sendiri akan dilaksanakan di Stadion Utama
Senayan (dalam undangan DPP PDI Perjuangan disebut di Gelora Bung Karno,
Red.). Panitia acara deklarasi memperkirakan, acara itu akan dihadiri
puluhan ribu orang pendukung fanatik partai berbasis massa "wong cilik" itu.

        Untuk mempersiapkan acara husnulkhotimah tersebut, Cak Nun secara khusus
telah mengadakan pertemuan dengan Soeharto selama lebih dari tiga jam di
kediaman Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Cak Nun sejauh ini
dikenal memiliki hubungan yang cukup baik dengan Keluarga Cendana. Cak Nun,
sebelum Soeharto jatuh, pernah mendampingi Siti Hardiyanti Rukmana alias
Mbak Tutut, putri tertua Soeharto, serta Mantan Menpen Hartono keliling ke
berbagai daerah untuk berdakwah. Sebagai imbalannya, Cak Nun memperoleh
sebuah mobil mewah berharga ratusan juta rupiah.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Feb 1999 jam 13:30:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke