----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 05/II/11-17 Februari 99
------------------------------

TIMTIM PUNYA MODAL MERDEKA

(PERISTIWA): Ada yang tak yakin Timtim tak mampu jadi negara sendiri karena
tak punya sumber daya ekonomi. Menteri Luar Negeri Ali Alatas dengan sinis
mengatakan, 93 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Timtim
dibantu Indonesia. Ketergantungan Timtim yang besar pada Jakarta, sebenarnya
bukan kehendak Timtim sendiri. Besarnya APBDTimtim sekedar untuk menghindari
tuduhan bahwa Indonesia adalah kolonial, membuat Timtim terus tergantung.
"Sumberdaya Timtim malah tak digali," tulis Mariano de Sousa Saldanha,
penulis buku Politik Pembangunan Timor Timur.

Padahal kalau pemerintah Indonesia mau mengembangkan kemandirian ekonomi
Timtim, niscaya, wilayah bekas jajahan Portugis ini bisa menjadi propinsi
yang membiayai diri sendiri. Komoditi kopi merupakan hasil andalan. Di
Eropa, kopi Timtim diproses menjadi capucino yang bermutu tinggi. Di
pegunungan Timtim, kopi kendati dipertanikan secara liar, hasilnya melimpah
dan mutunya tinggi. Jika tanaman kopi dikelola dengan baik, ekspornya pasti
meningkat. Apalagi jika Indonesia hengkang dan perusahaan-perusahaan vital
Indonesia dinasionalisasi, maka pemerintah Timtim kelak bisa menyita aset
Batara Indra Grup, konglomerasi bisnis di Timtim yang didukung ABRI. Aset
itu misalnya puluhan ribu hektar perkebunan kopi di wilayah Ermera dan
Liquica yang dulunya milik Portugis.

Komiditi lainnya yang bisa menghasilkan devisa adalah kopra. Di pantai
Selatan Timtim, pohon kelapa tumbuh di mana-mana. Kopra dulu menempati
urutan kedua ekspor Timtim. Pemerintah Indonesia tak mengembangkan karena
secara makro ekonomi memang tak menguntungkan Indonesia. Nah, peternakan
sapi bisa jadi andalan juga. Lahannya tersedia luas di savana-savana yang
membentang di Kabupaten Lautem. Sapi-sapi Timtim bisa diekspor ke Indonesia
yang dalam jangka waktu yang cukup panjang masih akan kekurangan daging sapi.

Harap diingat, tanah Timtim juga mengandung emas. Nah, kalau ada investor
yang mau membor palung Timor, Timtim bisa ikut menikmatinya. Untuk kebutuhan
dalam negeri, pemboran minyak kecil-kecilan bisa dilakukan di wilayah
Selatan. Dulu asja Portugis juga membornya melalui Timor Oil, perusahaan
pemerintah kolonial. Nah, siapa lagi yang ragu? (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 1999 jam 22:34:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke