----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 05/II/11-17 Februari 99
------------------------------

DANA GOLKAR MAKIN BESAR

(EKONOMI): Politik uang makin nyata. Nahdlatul Ulama yang punya tuga bagikan
beras Jepang, dijegal.

Pemerintah memang tuli telinganya dan tebal mukanya. Soal mempertahankan
kekuasaan memang bukan soal sepele. Makanya, penumpukan uang untuk
memenangkan pemilu, makin penting. Maklum, tanpa uang, Golkar, kendaraan
pemerintah untuk berkuasa, tak bakal menang. Penumpukan uang Golkar ini amat
mengkhawatirkan, apalagi pemerintah kini makin terang-terangan menggunakan
duit negara untuk kepentingan politik Golkar.

Kasus terakhir misalnya, soal dana kutipan dari keuntungan badan-badan usaha
milik negara (BUMN) sebesar dua persen. Jumlahnya diperkirakan triliunan.
Dana yang disisihkan BUMN-BUMN untuk membantu masyarakat miskin itu, entah
bagaimana, jatuh ke Golkar. Pengelolaannya dilakukan Golkar untuk disalurkan
ke kelompok masyarakat pendukung Golkar agar tidak berpaling muka.

Soal menarik simpati rakyat untuk kepentingan pemenangan pemilu, nampaknya
pemerintah tak mau ditandingi. Nah, program bagi-bagi beras bantuan Jepang
yang ditangani Nahdlatul Ulama (NU) dihambat pelaksanaannya. Beras-beras itu
ditimbun dan dibiarkan membusuk. Di Jawa Timur, basis pendukung NU paling
banyak, beras bantuan Jepang yang harusnya sudah disalurkan itu  diraibkan
oleh Dolog Jawa Timur. Anehnya, keberadaan beras bantuan di Dolog Jatim
tersebut tidak diakui Kantor Bulog Jakarta. Kesimpangsiuran keberadaan beras
bantuan Jepang untuk warga NU ini, diakui oleh Hasyim Muzadi Ketua PWNU
Jatim. Menurut informasi, Bulog Jatim telah mengakui bahwa beras-beras
Jepang itu telah mendarat dan sekarang ditampung di gudang Dolog. Namun
ketika PWNU Jatim mengurus pengambilan beras tersebut, pihak Dolog Jatim
tidak bisa mengeluarkan tanpa ijin dari Jakarta.

Mengapa penyaluran beras oleh NU ini dihambat? Ya terang saja. NU kan punya
partai, namanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan partai ini berpeluang
memenangkan pemilu. Nah, kalau NU dibiarkan membangi-bagi besar di Jatim,
yang dapat simpati kan NU. Di pemilu nanti rakyat Jatim bukan tak mungkin
akan memilih PKB. Nah, ini yang ditakutkan Golkar. Dalam hal money politics
atau politik uang Golkar memang tak tertandingi. Setidaknya pemerintah punya
Rp12 trilyun  dan program jaring pengaman sosial untuk memikat rakyat atau
paling tidak mempertahankan jumlah pemilihnya dengan dana itu.

Belum lagi dana sebesar Rp5 trilyun, setoran lima yayasan Soeharto yang
kabarnya akan dipakai untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Dana ini dana
bebas, karena tak dimasukkan  RAPBN hingga bebas dari monitor DPR, Badan
Pemeriksa Keuangan dan BPK Pembangunan, apalagi dua badan yang terakhir
adalah badan pemerintah yang sepenuhnya dalam kendali pemerintah. Pokoknya
dengan dana ini pemerintah bisa berbuat apa saja untuk menyokong kemenangan
Golkar.

Golkar sendiri masih akan terbantu dengan RAPBN di mana dana yang disetor ke
daerah dengan berbagai program pengembangan desa dan kecamatan. Dana yang
jumlahnya puluhan triliun itu, atau sekitar Rp50 triliun jika digabung
dengan pengeluaran rutin daerah, bisa saja ditumpangi untuk kegiatan
pemenangan Golkar. Dengan dana sebesar itu, hampir tak ada satu partai pun
yang mampu menandingi Golkar. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 00:07:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke