----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 05/II/11-17 Februari 99
------------------------------

BISNIS BOB BANGKIT LAGI

(EKONOMI): PT Tugu Pratama Indonesia dapat proyek asuransi Pertamina.
Padahal, dulu telah digusur.

Kasus korupsi Bank Umum Nasional (BUN) yang menjadikan Bob Hasan sebagai
tersangka belum tuntas, toh pemeriksaan Kejaksaan Agung sudah berhenti.
Orang mulai lupa, bahwa Bob masih bestatus tersangka dan layak diadili.
Namun, di tengah hilangnya ingatan publik soal kasus korupsi Bob, orang
kepercayaan Soeharto ini menggeliat lagi bisnisnya. PT Tugu Pratama
Indonesia, perusahaan asuransi di bawah Nusamba Grup, yang sebagian besar
sahamnya dimiliki Soeharto, dapat proyek asuransi dari Pertamina.

Entah dapat wangsit dari mana Martiono Hadianto, Dirut Pertamina, menunjuk
kembali  PT Tugu Pratama Indonesia memonopoli asuransi perlindungan aset
Kontraktor Production Sharing (KPS) minyak dan gas. PT Tugu Pratama ini dulu
telah diputus kontraknya oleh Direksi Pertamina setelah jatuhnya Soeharto.

Martiono dalam suratnya kepada seluruh pimpinan KPS di Indonesia menyebutkan
agar polis asuransi untun tahun 1999 harus segera dibayarkan kepada Tugu
Pratama. Keputusan ini tentu saja amat mengejutkan, apalagi nilai polis
untuk semua KPS di seluruh Indonesia tak main-main jumlahnya, ratusan miliar
rupiah! Apakah tak ada jasa asuransi lain yang bisa menggantikan Tugu
Pratama? Tentu tidak. Nah, keputusan Martiono ini memang bertentangan dengan
sikap Dirut Pertamina sebelumnya, Soegianto. September tahun lalu, Soegianto
mengumumkan bahwa dari 159 proyek berbau kolusi, korupsi dan nepotisme di
lingkungan Pertamina,salah satunya adalah Tugu Pratama. Oleh karenanya harus
diputus. "Asuransi KPS dan Pertamina akan ditenderkan," ujar Soegianto waktu
itu.

Soegianto pun tergusur. Mungkin terlalu bersemangat memberantas bisnis
keluarga Cendana di Pertamina. Presiden Habibie pun menunjuk Martiono,
mantan orang Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) dan mantan
Dirjen Bea dan Cukai. Penunjukkan Martiono memang sudah dicurigai
sebelumnya, karena orang ini amat dekat dengan Aburizal Bakrie, konglomerat
pribumi yang dulu amat dekat dengan keluarga Soeharto. Martiono kabarnya
juga punya tugas khusus mengumpulkan uang dari Pertamina untuk Golkar.

Nah, tak heran jika tiba-tiba Bob Hasan memperoleh rezeki nomplok dari
Pertamina. Ini nampaknya karena faktor Martiono. Atau, Soeharto punya deal
dengan Habibie. Entahlah. Namun, yang jelas, Nusamba masih akan memperoleh
proyek di Pertamina, apalagi, McDermott, perusahaan minyak AS, kawan KKN-nya
Nusamba di masa Soeharto, memperoleh proyek pipanisasi gas Natuna
Barat-Singapura, senilai US$400 juta. McDermott memang tak memperolehnya
sendirian namun bersama sejumlah perusahaan lainnya. Namun orang khawatir
jika McDermott dapat proyek di Pertamina bukannya tak mungkin mereka
merangkul Nusamba lagi. Lama-lama semua perusahaan Cendana bisa come back ke
BUMN-BUMN gemuk. Gawat. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 01:00:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke