----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: male stripper

Terobosan yang pantas dipuji walau agak mengejutkan banyak pihak telah
dilakukan oleh Dirut Pertamina Bapak Martiono Hadianto dengan menunjuk
kembali Tugu Pratama sebagai penanggung asuransi Pertamina dan KPS.
Tentunya Bapak Bapak yang duduk sebagai anggota DPR komisi VIII hanya
tahu mengoreksi dan menyalahkan"istilah prosedure"yang dilakukan Dirut
Pertamina sementara DPR tidak mau tahu kalau masalah asuransi adalah
masalah tanggunbg jawab Pertamina kepada seluruh rakyat
Indonesia,seperti kecelakaan yang terjadi di kilang Cilacap yang
lalu,Tugu Pratama telah melaksanakan/membayar kerugian Pertamina tanpa
Pertamina harus menagih dan segera memperbaiki kilang tersebut dengan
biaya yang ditanggung Tugu Pratama.
Sekarang ini yang ditonjolkan adalah saham Bob Hasan yang sebenarnya
dimiliki oleh Yayasan Nusamba sebesar 35%(katanya seluruh yayasan
Soeharto sudah diserahkan kepada Pemerintah)apakah juga termasuk yang
ini,kalau begitu Pemerintahlah sekarang yang meiliki saham 35%
sementara Bob hanya memiliki 10%dari35%=3,5% saham pribadi dan sisanya
45% Pertamina dan 20%Yayasan Dana Pesiun Pertamina.
Kalau susunan pemegang saham seperti itu 35%Pemerintah R.I 20% Yayasan
Dana Pensiun Pertamina 45%Pertamina apakah keputusan Dirut Pertamina
menunjuk Tugu sebagai penanggung asuransi masih bisa
disalahkan,sementara kalau ditender dan kebetulan(karena banting
harga)ada pemenang lain yang bukan Tugu Pratama,siapa yang bertanggung
jawab kalau perusahaan asuransi hasil tender itu tidak sanggup
mengganti kerugian Pertamina,kalau terjadi kecelakaan seperti kilang
Cilacap.
Apakah DPR mau memikirkan tagihan Pertamina yang sampai hari ini
tidak/belum dibayar oleh Sempati??,apakah DPR memikirkan besarnya
biaya pemakaian telepon saat ini.
Sebagai wakil rakyat berpikirlah dan berbuatlah sebagai seorang
negarawan,jangan seperti mewakili Perusahaan atau kelompok
tertentu,Pertamina adalah milik negara dan untung ruginya Pertamina
adalah untung ruginya Bangsa Indonesia,kalau dulu keuntungan Pertamina
dimakan oleh kelompok tertentu,sekarang ini Pertamina akan mencari
keuntungan untuk kepentingan Bangsa Indonesia.
Tidak selamanya tender itu menghasilkan yang terbaik.

Putra Bangsa Indonesia.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:05:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke