---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Tony Yth. Mr.Gay Spice Membaca tulisan anda mengenai Soeharto, saya meyakini bahwa tujuan anda sebenarnya adalah untuk menembak Islam dengan sasaran antara memakai isyu Soeharto. Saya juga sangat meyakini bahwa pandangan anda ttg Islam sama sempit dan piciknya dengan Mr.Theo Sjafei. Berikut ini saya akan tanggapi kedua point tulisan anda tsb. 1. Kriteria "fitri kembali" seperti yang anda katakan sungguh keliru dan saya menjadi yakin bahwa anda bukan muslim. Ibadah puasa tidak melulu hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi lebih dari itu bahwa berpuasa adalah menahan diri dari seluruh perbuatan dosa & tercela. Anda mungkin mengenal seorang jaksa muslim yang sedang berpuasa (kelihatan dari ybs tidak makan & minum), namun dari penglihatan Allah SWT mungkin dia hanya melakukan puasa yang sia-sia pada saat dalam puasanya dia menerima amplop hadiah lebaran sebagai bagian KKN-nya. Atau yang lebih buruk lagi seperti ybs berani memutarbalikkan fakta pada saat melaksanakan tugas dinas kejaksaannya. Bahkan seorang muslim yang sudah berkeluarga diharamkan untuk menggauli istrinya yang notabene halal pada saat berpuasa, dimana hal ini antara lain hikmahnya akan melatih syahwatnya terhadap yang diharamkan, karena pada saat latihan saja yang halal dilarang apalagi yang haram. Sesungguhnya setiap muslim memahami bahwa Ramadhan sebenarnya merupakan masa sebulan latihan untuk dapat terjun ke kehidupan 11 bulan berikutnya dengan tetap berprilaku seperti saat berpuasa Ramadhan yang intinya menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Dengan demikian anda dapat menyimpulkan apabila seorang muslim yang terbiasa berbuat dosa sebelum berpuasa, dan ternyata setelah berpuasa kembali berbuat dosa lagi, anda dapat ragukan ibadah puasanya tersebut. Mengenai dosa dalam kaitan tradisi maaf-maafan (ini sebenarnya bentukan dari budaya Melayu yang sangat positif; red. tentunya saya harap anda mengerti yang dimaksud dengan budaya), ini merupakan dosa horizontal yakni dalam hubungan antar-manusia. Saya sendiri tidak tahu apakah para korban rezim Orba sudah memaafkan Soeharto, karena saya yakin dalam kurun waktu 32 tahun banyak sekali yang sakit hati kepada beliau, seperti contohnya para keluarga ex-PKI yang sampai-sampai mengalami "kematian perdata" walaupun sesungguhnya mereka hidup dan berkehidupan dalam masyarakat. Ini tentu dapat anda lihat secara riil bahwasanya setelah Lebaran kemarin ternyata masih banyak rakyat yang marah dan menggugat. Saya kira ini dapat anda simpulkan sendiri apakah permintan maafnya sudah diterima. Sebagai catatan, bahwa Allah SWT sendiri tidak akan memaafkan dosa horizontal ini, sebelum yang dirugikan/ dikorbankan/disakit-hatikan sudah memaafkan. Selain dosa horizontal, dosa yang akan disucikan setelah berpuasa Ramadhan adalah dosa vertikal yakni dalam hubungan antara mahluk dengan Khaliknya. Saya tidak perlu berpanjang lebar tentang hal ini karena dalam agama anda pun hal ini mustinya juga diajarkan 2. Mengenai harta yang disucikan dengan membayar zakat, saya yakin anda tidak mengerti yang dimaksud dengan harta yang halal. Apakah anda termasuk yang berpendapat bahwa harta Soeharto adalah harta yang halal? Kalau anda berpendapat tidak, tentunya logika anda jadi meragukan saya karena bagaimana kita harus mencuci "tinja" sampai menjadi suci padahal "tinja" itu adalah mutlak tidak suci. Jawabannya terhadap harta yang kotor/haram, tidak bisa disucikan dengan apapun karena kalau mau suci/bersih ya harus dikembalikan semuanya. Begitu kan yang benar! Wassalam, Muhajir ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:06:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
