----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: Nice to Meet U

Ini tujuh partai yang diperkirakan bakal mendapatkan lebih dari 5 %
suara di DPR/MPR pada Pemilu mendatang :

1. Partai Golkar
    Pimpinan Ir Akbar Tandjung, alumni HMI yang orang Sumatera Utara.
Soal Golkar siapapun
    pasti kenal platform partai ini. Asas partai ini Pancasila. Di
partai ini cukup banyak orang
    baiknya seperti Marzuki Darusman dan Adi Sasono. Suara dari partai
ini terutama akan datang
    dari mereka yang masih punya harapan bahwa sebagai alat politik maka
Golkar masih bisa
    diperbaiki. Daripada jatuh ke tangan orang-orang Soeharto maka lebih
baik mereka masuk di
    dalamnya. Anda tahu : Ada dua teman muda kita di partai ini.
Pertama, Priyo Budi Santosa yang
    kerjanya suka mengancam-ancam Menteri (terakhir dia mengancam akan
mengusulkan pada
    Presiden Habibie untuk memecat Menteri Keuangan). Kedua, Nirwan
Ahmad Arsuka. Yang
    kedua ini belum jelas kabar burungnya. Tetapi kabarnya yang mengajak
Nirwan masuk adalah
    Marwah Daud Ibrahim. Golkar masih berasas Pancasila, tetapi
didominasi orang ICMI.

2. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
    Ini partai yang sebetulnya masih menjanjikan, meski dikhawatirkan
suaranya di Jawa Tengah dan
    Jawa Timur akan banyak yang rontok oleh kedigjayaan PKB dan PDIP.
Ketua Umumnya orang
    yang baik, bersih dan rendah hati. Buat pencinta NU dan mungkin juga
Hasanudin - yang orang
    Dayak dari Kalimantan Barat -, figur sang Ketua ini cukup
menjanjikan. Dia adalah Hamzah
    Haz. Kawan kita yang muda dari UGM cukup banyak di PPP tetapi aku
nggak kenal. Ada yang
    kenal siapa saja yang ada di PPP ? PPP sekarang berasas Islam.

3. Partai Bulan Bintang (PBB)
    Ini partai Islam modern yang selalu menekankan perubahan sistem
dalam platformnya.
    Merupakan partai penerus semangat Masyumi, partai Islam modernis
yang legendaris dan
    dibreidel secara semena-mena oleh Soekarno. Dipimpin oleh pemimpin
yang tidak banyak
    omong dan generasi ketiga pemimpin Islam, Prof Dr Yusril Ihza
Mahendra.(Generasi pertama
    adalah Dr Mohamad Natsir, generasi kedua Prof Dr Nurcholish Madjid).
Kawan kita yang
    mungkin sangat anda kenal berada di partai ini adalah TM Luthfi
Yazid dan Dyah Marzuki,
    dua pasangan muda alumni Fakultas Hukum UGM. Mas Luthfi menjabat
Wakil Sekjen di PBB.
    PBB awalnya berasas Pancasila sampai kemudian melalui Rakernas
berubah berasas Islam.

4. Partai Amanat Nasional (PAN)
    Ini dia partai yang sangat fenomenal. Dipimpin oleh tokoh UGM yang
namanya sudah sejagat.
    Yaitu Prof Dr M Amien Rais. Bisa dikatakan mayoritas orang UGM dan
kaum Muhamadiyah
    akan mendukung partai ini. PAN juga akan rebutan pemilih orang luar
Jawa -- terutama
    Sumatera -- dengan PBB. Lambangnya yang berbentuk matahari dan
dengan dasar warna biru
    itu sungguh memikat hati bagi yang melihatnya. Ada dua alasan kenapa
orang banyak mencoblos
    PAN nantinya. Pertama, karena lambang partainya yang fenomenal
mendekati magis itu dan
    kedua, karena tokoh utama partai itu yaitu Prof Dr M Amien Rais.
Asas partai : Pancasila.
    Setidaknya sudah tiga teman muda kita yang menyatakan akan memilih
PAN, Heru Dewanto,
    Ade Purnama dan Setyo Budi Santosa. Anda sendiri bagaimana ?
    Saya sendiri merasakan bahwa yang paling menarik dari PAN adalah ide
negara Federalnya itu.
    Kalau dalam Pemilu nanti dia berjanji membentuk negara Federal,
mungkin aku dan juga Hasan
    akan memilih partai ini.

5. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
    Ini partai pewaris sah ajaran dan petuah-petuah Bung Karno. Dipimpin
sendiri oleh sang puteri
    yaitu Megawati Soekarnoputeri. Warnanya merah darah dan baru saja
berganti lambang untuk
    ikut partai ini. Bagi yang cinta Soekarno dan senang dipimpin
makhluk cantik maka PDIP adalah
    salah satu pilihan yang cerdas. Cukup banyak orang-orang baik di
sini misalnya Kwik Kian Gie
    dan Laksamana Sukardi. Dasar partai : Pancasila. Dan bagi yang
mendukung Timtim lepas dari
    Indonesia jangan pilih partai ini karena Megawati menentang rencana
tersebut.

6. Partai Kebangkitan Bangsa
    Bisa dibilang PKB adalah partai dengan dua misi. Pertama, menggaet
massa NU yang memang
    sudah besar dan jaringannya luar biasa itu. Kedua, memasarkan
pemikiran Gus Dur soal
    hubungan Islam dengan faham kebangsaan. Partai ini sekarang dipimpin
oleh Mathori Abdul
    Djalil (mantan Sekjen PPP) dan hingga saat ini hanya kuat di dua
daerah saja yaitu Jawa Tengah
    dan Jawa Timur. Ada teman yang secara berseloroh menyatakan bahwa
PKB hanya akan menang
    di Jawa Timur dan Madura saja. Dan setelah itu akan berjuang agar
Madura menjadi provinsi
    ke-27 Indonesia pengganti Timtim. Hehehehe.
    Jangan lupa teman, kawan muda kita yang baik yaitu Muhaimin Iskandar
adalah Sekjen di partai
    tersebut.  Dan saya anjurkan bagi mereka yang yakin bisa
mengumpulkan massa sampai 400
    ribu orang, mendaftarlah untuk jadi aktivis PKB. Anda pasti terpilih
sebagai anggota DPR
    mewakili daerah-daerah non Jawa. Minimal dapat satu suara deh. Terus
terang, ini partai Jawa
    dan sekaligus partai NU. PKB juga menentang pemisahan Timtim. Asas
partai : Pancasila.

7. Partai Keadilan
    Saya ndak banyak cakap soal partai ini. Biar lebih afdol anda buka
saja homepage-nya yang
    bagus di alamat web www.keadilan.or.id . Yang jelas partai
ini menyebut dirinya sebagai
    partai Dakwah (Islam). Asasnya Islam dan isinya orang-orang taat dan
tidak senang merokok.
    Jadi para perokok akan tidak senang memilih partai ini, apalagi yang
was, wis wos asapnya.
    Kabarnya partai ini sudah dipersiapkan sejak 10 tahun terakhir ini
dan menampung para aktivis
    Dakwah di kampus-kampus, sedangkan penetrasi ke pedesaan lewat
jaringan alumni Pondok
    Pesantren modern : terutama Gontor dan Hidayatullah. Kabarnya pula,
partai ini sudah punya
    anggota pemilih sebanyak 5 juta orang. Lengkap dengan alamat dan
sebagainya. Menghasilkan
    dana hanya dari iuran anggota sebesar Rp 10 Miliar/perbulan hasil
iuran Rp 2.000,-/bulan.
    Anak-anak yang dulu aktif di Shalahuddin, apalagi dari kalangan
salaf, umumnya bergabung
    dengan Partai Keadilan entah dia dulu dari NU atau Muhammadiyah.

Nah itu sedikit ulasan saya mengenai partai tersebut. Apakah ada yang
berminat memberi tanggapan. Sikap saya bagaimana ? Wah itu rahasia.
Hehehehe.

Ayo tebak-tebakan koalisi yang akan terjadi di situ nanti. Siapa mau mulai ?

Salam,

Iwan Samariansyah

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:06:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke